Dukung Ketahanan Pangan, TPKAD Jateng Fokus Inklusi Keuangan Sektor Pertaian

- Reporter

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- TPKAD- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh instansi/lembaga yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di Jawa Tengah. Foto : Dok.Humas/metrojateng.id

- TPKAD- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh instansi/lembaga yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di Jawa Tengah. Foto : Dok.Humas/metrojateng.id

SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh instansi/lembaga yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di Jawa Tengah. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pleno TPAKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang mengusung tema ‘Mengakselerasi Pembangunan Daerah Melalui Ketahanan Pangan dan Keuangan Inklusif Menuju Jawa Tengah Mandiri dan Berkelanjutan’, bertempat di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kamis (19/6/2025).

“Akses keuangan memiliki peran strategis sebagai katalis pembangunan ekonomi berkelanjutan. Studi-studi global menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan berkontribusi sangat signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan stabilitas keuangan,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Internasional, Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), dan Daerah OJK, Bambang Mukti Riyadi, dalam sambutannya.

Menurutnya, pengembangan Ekonomi Daerah (PED) difokuskan pada pengembangan agrikultur unggulan dengan skema ekosistem closed loop yang melibatkan pembudidaya, perusahaan offtaker, asosiasi pengolahan industri, lembaga jasa keuangan, akademisi, badan teknis, serta pemerintah daerah.

“Skema ini menjadi instrumen pengendalian bersama atas risiko kredit dan risiko operasional, sekaligus memperkuat hilirisasi serta meningkatkan kapasitas produksi berbasis inovasi teknologi,” ungkap Bambang.

Rangkaian Rakorda dan Pleno TPAKD ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. TPAKD ini merupakan wadah bersama seluruh lembaga dan pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga mari kita menyatukan semua ikhtiar melalui TPAKD.

Baca Juga :  Sambut Lebaran Indosat Perkuat Jaringan dengan AI

“Kita perlu mencetak pelaku ekonomi baru yang tangguh. Di sisi lain, diperlukan komitmen kuat untuk memerangi pinjaman online ilegal dan judi online yang berpotensi merusak stabilitas ekonomi masyarakat,” tegas Taj Yasin.

Hadir dalam Rakorda tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah, serta Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Dalam laporannya, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Agus Prasutio menyampaikan keberhasilan program TPAKD tahun 2024, di antaranya pengembangan ekosistem padi dan jagung di Kabupaten Grobogan yang melibatkan koperasi tani, perusahaan offtaker, dan industri jasa keuangan.

“Keberhasilan program ini akan kami lanjutkan dan perluas ke kabupaten/kota lainnya di tahun 2025,” ujar Agus.

Selain program pengembangan ekonomi, TPAKD Jawa Tengah juga melaksanakan program literasi keuangan berbasis masyarakat melalui pembentukan Duta Literasi Penggerak Literasi dan Digitalisasi (Perintis) Keuangan.

“Sepanjang 2024, telah dilakukan 365 kegiatan edukasi di 35 kabupaten/kota dengan total peserta 33.332 orang, melibatkan 23 industri jasa keuangan dan menghasilkan 4.818 akun keuangan baru,” tambah Agus.

Sebagai tindak lanjut Rakorda, dilakukan penandatanganan komitmen bersama implementasi skema pengembangan ekonomi daerah di empat kabupaten, yaitu: Kabupaten Sragen dan Cilacap untuk pengembangan sektor pertanian (komoditas padi dan jagung); Kabupaten Demak dan Jepara untuk pengembangan sektor perikanan kelautan (komoditas rajungan).

Baca Juga :  Kondisi Perbankan di Jawa Tengah Stabil dan Bertumbuh

“Melalui pengembangan skema closed loop berbasis komoditas unggulan daerah, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” tukasnya.

Dalam Rakorda ini juga ditetapkan program kerja TPAKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang meliputi: Program reguler Ayo Jateng Menabung, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR), dan subsidi bunga sektor pertanian; Program unggulan pengembangan ekosistem sektor pertanian dan perikanan kelautan, pembentukan Duta Literasi Keuangan melalui Perintis Keuangan, dan duta literasi akademisi melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik; Program tematik Investment Competition tingkat SMA sederajat se-Jawa Tengah.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengatakan, TPAKD merupakan wujud komitmen kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah dalam mendukung visi pembangunan pemerintah daerah serta peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan, indeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan 80,51 persen.

“Peningkatan akses keuangan dapat terwujud apabila industri jasa keuangan memberikan kemudahan dalam akses layanan keuangan, sekaligus diimbangi dengan upaya edukasi serta perlindungan yang memadai bagi konsumen dan masyarakat,” tegas Hidayat.

OJK senantiasa memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan perekonomian daerah melalui kemandirian ekonomi desa, peningkatan literasi, dan percepatan inklusi keuangan nasional.(**)

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru