Kondisi Perbankan di Jawa Tengah Stabil dan Bertumbuh

- Reporter

Selasa, 25 Februari 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STABIL - Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Sumarjono, saat memberikan keterangan kondisi perbankan di Jawa Tengah  yang stabil dan bertumbuh. (tya)

STABIL - Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Sumarjono, saat memberikan keterangan kondisi perbankan di Jawa Tengah yang stabil dan bertumbuh. (tya)

 

SEMARABG – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah per Desember 2024 dalam kondisi stabil didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.

Penegasan ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Sumarjono pada temu media ,Selasa (25/2/2025) di kantornya.

Adapun dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,01 persen (yoy) menjadi Rp465,44 triliun. Kredit yang disalurkan tumbuh 3,25 persen (yoy) menjadi  Rp424,65 triliun dengan risiko kredit (NPL) sebesar 5,09 persen.

Sementara itu perkembangan bank umum juga solid dengan dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jawa Tengah tercatat tumbuh  Rp425,11 triliun atau 5,16 persen (yoy).

“Total Kredit Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp386,5 triliun tumbuh 3,43 persen (yoy),” katanya

Sedangkan NPL Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp15,84 triliun atau 4,10 persen namun demikian pencadangan kredit bermasalah cukup baik sehingga rasio NPL Netto terjaga di angka 2,47 persen. Kinerja intermediasi Bank Umum di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,61 persen.

Selanjutnya, kinerja BPR/S di Jateng juga mengalami pertumbuhan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jawa Tengah tumbuh  3,43 persen (yoy) atau mencapai Rp40,33 triliun. Total Kredit BPR/S di Jawa Tengah mencapai Rp38,10 triliun naik 1,44 persen (yoy).Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah per Desember 2024 dalam kondisi stabil didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.

Baca Juga :  Optimisme Investasi: 15 Juta SID Bukti Perkembangan Pasar Modal Indonesia

Penegasan ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Sumarjono pada temu media ,Selasa (25/2/2025) di kantornya.

Adapun dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,01 persen (yoy) menjadi Rp465,44 triliun. Kredit yang disalurkan tumbuh 3,25 persen (yoy) menjadi  Rp424,65 triliun dengan risiko kredit (NPL) sebesar 5,09 persen.

Sementara itu perkembangan bank umum juga solid dengan dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jawa Tengah tercatat tumbuh  Rp425,11 triliun atau 5,16 persen (yoy).

“Total Kredit Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp386,5 triliun tumbuh 3,43 persen (yoy),” katanya

Sedangkan NPL Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp15,84 triliun atau 4,10 persen namun demikian pencadangan kredit bermasalah cukup baik sehingga rasio NPL Netto terjaga di angka 2,47 persen. Kinerja intermediasi Bank Umum di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,61 persen.

Selanjutnya, kinerja BPR/S di Jateng juga mengalami pertumbuhan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jawa Tengah tumbuh  3,43 persen (yoy) atau mencapai Rp40,33 triliun. Total Kredit BPR/S di Jawa Tengah mencapai Rp38,10 triliun naik 1,44 persen (yoy).

Baca Juga :  OJK Luncurkan Database Agen Asuransi Indonesia dan Database Polis Asuransi Indonesia

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terbanyak secara nasional yakni  112 LKM dengan penyaluran pinjaman yang diberikan mencapai Rp470 milliar atau tumbuh 5,06 persen (yoy) dengan jumlah aset sebesar Rp736 miliar tumbuh 16,01 persen (yoy).

Sedangkan transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Saham mencapai 751.382 investor pada Desember 2024 dengan nilai transaksi Rp16,35 triliun. Sementara itu jumlah SID reksadana dan SBN juga meningkat masing-masing 15,04 persen dan 20,75 persen. (*)Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terbanyak secara nasional yakni  112 LKM dengan penyaluran pinjaman yang diberikan mencapai Rp470 milliar atau tumbuh 5,06 persen (yoy) dengan jumlah aset sebesar Rp736 miliar tumbuh 16,01 persen (yoy).

Sedangkan transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Saham mencapai 751.382 investor pada Desember 2024 dengan nilai transaksi Rp16,35 triliun. Sementara itu jumlah SID reksadana dan SBN juga meningkat masing-masing 15,04 persen dan 20,75 persen. (*)

Penulis : Tya

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Berita Terbaru