Wamenkes Apresiasi Speling Jawa Tengah, Bisa Ditiru Seluruh Indonesia

- Reporter

Rabu, 5 November 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Melesat yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menuai pujian dan apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus. Speling disebut jauh lebih lengkap dan diharapkan dapat diterapkan juga di seluruh daerah di Indonesia.

“Saya kira ini baru pertama di Indonesia. Suatu kegiatan luar biasa yang sudah dilakukan di 706 desa. Saya ingin belajar agar bisa dilakukan seperti ini di berbagai wilayah. Kalau di Indonesia bisa dilakukan secara masif dari Aceh sampai Papua, kesehatan masyarakat ini akan lebih cepat tercapainya,” kata Benjamin saat meninjau kegiatan Speling bersama Ahmad Luthfi di Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga, Rabu, 5 November 2025.

Ada dua lokasi yang ditinjau Ahmad Luthfi dan Benjamin Paulus. Di antaranya di Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, dan Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Benjamin menjelaskan, Speling yang dilakukan Pemprov Jateng diakui lebih lengkap dari program cek kesehatan gratis (CKG). Sebab, dalam speling juga menghadirkan dokter-dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.

Ia menyaksikan langsung dalam Speling tersebut terdapat dokter ahli atau spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis paru, dan dokter spesialis kejiwaan.

Baca Juga :  Program 3 Juta Rumah, Jawa Tengah Disebut Paling Siap oleh Wamen PKP

“Jadi saya tadi kaget, di sini ada dokter ahli kandungan yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) sampai enam kali kepada ibu hamil sampai melahirkan. Mungkin saja di sini nanti (antenatal care) bisa sampai 8 kalau seperti negara maju,” katanya.

Benjamin juga kagum dengan langkah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menghadirkan transfer ilmu dari dokter spesialis kepada dokter umum dari puskesmas. Program tersebut sangat membantu karena dokter umum diberikan kursus singkat dari ahlinya, terkait penyakit dalam, penyakit kandungan, dan penyakit membahayakan lainnya.

Tak hanya itu, Benjamin menilai Speling sangat lengkap karena juga melibatkan rumah sakit milik pemda dan swasta. Selain itu juga melibatkan dinas dan instansi lain, seperti dikaitkan dengan gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan sosial. Sebuah kolaborasi yang sangat baik.

“Nanti akan saya sampaikan ke Presiden dan Menteri Kesehatan agar bisa ditiru provinsi lain. Ini lebih dari apa yang kami bayangkan soal cek kesehatan gratis, semoga apa yang dilakukan Jawa Tengah bisa menjadi program nasional,” jelasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program Speling selaras dengan Asta Cita Presiden untuk memberikan layanan kesehatan terbaik dan gratis sampai tingkat desa.

Speling yang dalam praktiknya sudah menjangkau 706 desa di Jawa Tengah sejak diluncurkan pada Maret 2025. Total hampir 10 juta masyarakat di Jawa Tengah terlayani oleh program Speling dan CKG tersebut, tertinggi secara nasional.

Baca Juga :  Diikuti 38 Negara, MTQ Internasional Digelar 28 Januari di Jakarta

“Saya mengucapkan terima kasih, Pak Wamen yang mewakili Kementerian Kesehatan akan memberikan support kepada kita sehingga masyarakat sehat dan sejahtera di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, membangun masyarakat itu basisnya desa. Di desa itu masyarakat kadang-kadang jarang tersentuh dokter, apalagi dokter spesialis, sehingga melalui program Speling ini sasarannya adalah agar masyarakat desa sehat.

“Kalau seluruh desa sehat maka kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat, maka kabupatennya sehat. Kalau kabupatennya sehat, berarti provinsinya sehat. Basisnya tetap dari desa,” jelasnya.

Menurut Ahmad Luthfi, program Speling harus dikeroyok bareng-bareng, sehingga outputnya nanti masyarakat terdidik untuk menyehatkan diri sendiri. Kesehatan ini prioritas utama agar masyarakat itu bisa terangkat di samping pendidikan, sehingga diharapkan juga akan mereduksi angka kemiskinan.

“Sandang, pangan, papan cukup, tapi nek ora sehat nggak ada gunanya, sehingga kesehatan ini prioritas utama. Ini melibatkan seluruh komponen dokter spesialis di rumah sakit. Ada rumah sakit kabupaten, provinsi, swasta, sampai milik Kemenkes juga kita libatkan. Together we can, bersama-sama kita bisa,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Rekor Serapan BULOG Capai 3 Juta Ton, Semarang Catat Capaian Positif Pengadaan Beras
Disaksikan Wapres Gibran dan Sekda Jateng, 2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur
Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak
Bekali Praja IPDN, Menko Polkam Tekankan Integritas dan Keberanian Moral Aparatur
Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan Jadi Tulang Punggung Penegakan Hukum
Jawa Tengah Raih Sederet Penghargaan Pendidikan dari Kemendikdasmen 2026
Luthfi Siapkan Siasat Hadapi Penurunan TKD, Pembangunan Jateng Tetap Jalan
Airlangga dan OJK Apresiasi Jateng, Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:03 WIB

Rekor Serapan BULOG Capai 3 Juta Ton, Semarang Catat Capaian Positif Pengadaan Beras

Senin, 1 Juni 2026 - 08:58 WIB

Disaksikan Wapres Gibran dan Sekda Jateng, 2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:04 WIB

Bekali Praja IPDN, Menko Polkam Tekankan Integritas dan Keberanian Moral Aparatur

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:09 WIB

Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan Jadi Tulang Punggung Penegakan Hukum

Berita Terbaru