Soal Enam Hari Sekolah, Pemprov Jateng Lakukan Kajian Mendalam

- Reporter

Senin, 24 November 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menegaskan, polemik enam hari sekolah per minggu di Jawa Tengah, masih dalam tahap kajian. Menurutnya, hasil kajian nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat, sebagai bahan untuk mengambil kebijakan dalam penerapan jumah hari sekolah dalam waktu satu minggu.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, usai memimpin Rapat Evaluasi Jumlah Hari Sekolah per Minggu di Jateng, di ruang kerja, Senin, 24 November 2025.

“Kami menindaklanjuti apa yang ramai di media sosial, apakah di Jateng berlaku lima hari atau enam hari sekolah,” kata Gus Yasin.

Dia mengatakan, sebenarnya sudah sejak lama masukan masyarakat yang meminta agar Pemprov memberlakukan kembali 6 hari sekolah. Usulan tersebut banyak disampaikan oleh masyarakat di kabupaten.

Baca Juga :  Sekda Jateng Buka Wawasan Mahasiswa tentang LKPD dan APBD

Usulan itu, kata Gus Yasin, muncul selaras dengan beralihnya cara hidup yang saat ini banyak berinteraksi dengan gawai.

“Ketika kembali ke lingkungan sekolah dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya
tahun ini kenapa kami melakukan evaluasi,” lanjutnya.

Pada evaluasi yang dilakukan, kata dia, Pemprov melibatkan kampus, pakar, guru, dan dewan pendidikan.

“Tahapan saat ini sosialisasi kepada masyarakat dan murid, kami masih melakukan kajian, nanti berdasarkan evaluasi, hasilnya apakah positif dan negatif, ini yang menjadi bagian dari kajian kami,” katanya.

Gus Yasin kembali menegaskan jika keputusan jumlah hari masuk sekolah menjadi enam hari belum final. Saat ini masih pada tahapan sosialisasi dan menimba masukan untuk bahan kajian.

Baca Juga :  Sekda Jateng Apresiasi FK UNDIP, Ajak Dunia Pendidikan Kedokteran Lebih Inklusif

Terkait apakah pemberlakuan kebijakan enam hari sekolah diterapkan pada seluruh Jateng, Gus Yasin mengatakan ada dua masukan. Pertama, diberlakukan serentak secara langsung, atau dengan pilot project.

“Nanti akan kami putuskan berdasarkan hasil kajian,” ujarnya.

Pertemuan tersebut, lanjutnya, juga membahas tentang mekanisme pembelajaran, termasuk pemenuhan jam belajar dan aturan kepegawaian.

“Tadi juga kami bahas dengan inspektorat, BKD dalam hal penyesuaian kepegawaian dan jam kerja guru,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, masih ada waktu sebulan lebih untuk meminta masukan berbagai pihak sebelum mengambil kebijakan Januari 2026.

Pertemuan menghadirkan para pakar dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, dan Dewan Pendidikan. Selain itu hadir juga Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, BKD, serta Diskominfo.***

Berita Terkait

62 Siswa Berprestasi Terancam Gagal, Sekda Jateng Ajak ASN Turun Tangan
Nawal Yasin Ajak Warga Rutin Ikuti Majelis Ilmu demi Generasi Berakhlak
Asah Nalar Kritis, Nawal Yasin Perkuat Gerakan Literasi di Jateng
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna
Lewat Sehelai Kain, Nawal Yasin Sampaikan Pesan Inspiratif untuk Guru PAUD
Dorong Santri Jadi Penulis, Nawal Yasin Gaungkan Kebangkitan Literasi Pesantren
Wagub Jateng Minta ITHLA Kembangkan Arab Pegon sebagai Instrumen Diplomasi
Industri Serap 90 Persen Lulusan SMK Jateng, Bukti Vokasi Kian Berkualitas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:13 WIB

62 Siswa Berprestasi Terancam Gagal, Sekda Jateng Ajak ASN Turun Tangan

Sabtu, 11 April 2026 - 08:55 WIB

Nawal Yasin Ajak Warga Rutin Ikuti Majelis Ilmu demi Generasi Berakhlak

Jumat, 10 April 2026 - 19:00 WIB

Asah Nalar Kritis, Nawal Yasin Perkuat Gerakan Literasi di Jateng

Jumat, 10 April 2026 - 13:55 WIB

Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Rabu, 8 April 2026 - 10:44 WIB

Lewat Sehelai Kain, Nawal Yasin Sampaikan Pesan Inspiratif untuk Guru PAUD

Berita Terbaru