Sekolah Rakyat Jadi Harapan Putuskan Rantai Kemiskinan, Jateng Tambah 13 Titik

- Reporter

Selasa, 30 September 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah memberikan semangat kepada para siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/09/2025).

Sekolah tersebut berada di komplek Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang.

Kepada para siswa yang hendak mengikuti MPLS, Sekda memberikan salam dan mengajak para siswa agar bersemangat mengikuti rangkaian MPLS serta pembelajaran di SRT 45.

“Semangat ya,” kata Sekda sembari menyalami satu per satu para pelajar SRT 45.

Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang membuka sekolah rakyat ke-13 di Jawa Tengah.

Kementrian Sosial Republik Indonesia sudah meluncurkan 14 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, dalam upaya memutus transmisi kemiskinan dan memberikan harapan kepada keluarga miskin ekstrem. Saat ini, 13 Sekolah Rakyat sudah berjalan, dan satu sekolah lagi di Sragen yang akan segera beroperasi.

Menurutnya, Sekolah Rakyat di Kota Semarang disebut SR Terintegrasi karena menyatukan dua peringkat sekolah, yakni SD dan SMA, yang masing-masing berjumlah 50 siswa.

Baca Juga :  Tahun 2025, 13 Perguruan Tinggi di Jateng Terima Hibah Rp16,6 Miliar

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, Presiden Prabowo Subianto ingin semua rakyat bersekolah tanpa kecuali.

Pendirian sekolah rakyat merupakan upaya dalam memutus transmisi kemiskinan, termasuk di Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki jumlah penduduk peringkat ketiga di Indonesia.

“Melalui berbagai upaya pemberdayaan, mudah-mudahan sesuai harapan Pak Presiden tahun 2026 kemiskinan ekstrem nol persen di Jawa Tengah,” katanya, di sela meninjau ruang kelas SRT 45.

Seleksi siswa untuk sekolah rakyat, katanya, dilaksanakan melalui rekonsiliasi berbagai pihak yang berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui proses tersebut, terdapat sepuluh desil pemeringkatan sebagai dasar salur dalam penetapan siswa yang berhak memperoleh kesempatan menjadi siswa sekolah rakyat.

Saat ini sudah ada 165 titik sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Para siswa memperoleh fasilitas yang memadai, dengan sarana prasarana kelas yang bagus, asrama, laboratorium, delapan jenis seragam, bahkan akan memperoleh fasilitas satu siswa satu laptop.

“Presiden ingin siswa pinter, berkarakter dan memiliki keterampilan,” katanya.

Selain kelengkapan fisik, Agus juga menegaskan jika sekolah rakyat akan dijamin bebas dari bullying atau perundungan, intoleransi dan harassment (pelecehan-red). Upaya tersebut disiapkan dengan memberikan pembekalan kepada para guru, kepala sekolah dan tenaga pendidik yang sudah mengikuti retreat dan memperoleh materi dari berbagai lembaga.

Baca Juga :  Kolaborasi Jadi Kunci, Mahasiswa Diajak Terjun Langsung Bangun Jateng

Agus mengakui tidak mudah bagi anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Apalagi, sekolah rakyat menggunakan sistem boarding sehingga anak mungkin merasa kangen dengan orang tuanya. Untuk memfasilitasi komunikasi dengan orang tua, sekolah rakyat memberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan dan video call.

Sementara itu, sejumlah siswa SMK dan SMA SRT 45 menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang sudah membantu fasilitasi dalam penyelenggaraan sekolah rakyat di Jawa Tengah. Harapan tersebut disampaikan Radith yang bercita-cita menjadi CEO.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan wakil gubernur Taj Yasin sudah membantu fasilitas kepada kami anak SMA dan SMK sehingga bisa mewujudkan impian mencapai cita-cita,” katanya didampingi dua rekan sesama siswa SMA, Bastian, dan Noval.

Berita Terkait

Menko Polkam Dorong Taruna Akmil Perkuat Karakter, Wawasan, dan Jiwa Kepemimpinan
6,38 Juta Siswa di Jateng Dapat Pendidikan Koperasi, Pertama di Indonesia
Ratusan Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik untuk Pembelajaran STEAM Inovatif Anak
Atasi Ketimpangan Pendidikan, Jateng Fokus Data Anak Putus Sekolah di Lereng Sumbing–Merapi
Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri
Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng
Hafal 30 Juz di Demak, Santri Lamongan Raih Bisarah Pemprov Jateng
Jateng Siapkan Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:31 WIB

Menko Polkam Dorong Taruna Akmil Perkuat Karakter, Wawasan, dan Jiwa Kepemimpinan

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Ratusan Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik untuk Pembelajaran STEAM Inovatif Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Atasi Ketimpangan Pendidikan, Jateng Fokus Data Anak Putus Sekolah di Lereng Sumbing–Merapi

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Senin, 25 Mei 2026 - 16:53 WIB

Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng

Berita Terbaru