Ratna Cerita ke Ahmad Luthfi, 9 Tahun Jadi Ojol dan Kini Jadi Tulang Punggung Keluarga

- Reporter

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah unjuk rasa driver ojek online (ojol) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 20 Mei 2026, ada kisah yang diam-diam menyentuh perhatian. Seorang ibu datang menggandeng anaknya, lalu berdiri di antara para pengemudi yang memperjuangkan nasib mereka.

Ia adalah Ratna Yuniarti (33), driver ojol asal Kota Semarang yang sudah hampir sembilan tahun bekerja di jalanan. Ratna datang membawa anak ketiganya yang baru berusia 2 tahun 7 bulan.

Ia memberanikan diri menghampiri ketika Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sedang duduk lesehan di tangga beranda kantor Gubernuran.

Melihat ibu dan anak tersebut, Ahmad Luthfi, yang duet memimpin Jawa Tengah bareng Taj Yasin, sontak memanggil seraya memberi tanda lambaian tangan agar mendekat dan duduk di sebelahnya. Dengan gaya santai Ahmad Luthfi menyapa dan mengajak kenalan.

Di hadapan Gubernur, Ratna menceritakan kesehariannya yang penuh perjuangan: bekerja sembari mengasuh anak.

Sangat alami dan berjalan apa adanya. Obrolan keduanya juga santai tanpa sekat. Bocah kecil yang digandeng terus berada di samping sang ibu ketika obrolan hangat berlangsung di halaman kantor gubernur. Bahkan tanpa canggung, Ahmad Luthfi mendekap bocah itu dan didudukkan di pangkuannya.

“Rumah di Asrama TNI AD Mrican, tapi sekarang ngekos di Lamper. Sudah lama jadi driver ojol, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Suami saya jadi TKI di Malaysia, sejak Desember 2025,” ujar Ratna.

Sejak sang suami bekerja di Malaysia, Ratna menjadi tulang punggung keluarga di Semarang. Setiap hari ia mulai bekerja sejak pukul 05.30 hingga sekitar pukul 19.00. Selama itu pula, anak bungsunya selalu ikut bersamanya menyusuri jalanan kota.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Keluarga, Nawal Yasin Soroti Ancaman Stunting dan KDRT

Sementara dua anaknya yang lain masih duduk di bangku sekolah dasar, masing-masing kelas 1 dan kelas 3 SD.

Bagi Ratna, bekerja sambil mengasuh anak bukan pilihan yang nyaman. Namun keadaan memaksanya bertahan. Ia mengaku tidak sanggup membayar pengasuh anak, sementara meninggalkan anak di rumah juga bukan pilihan yang mudah.

“Kalau ngojek online sambil momong anak dari pagi sampai sore. Kalau mau ambil orang buat momong nggak sanggup bayarnya. Was-was juga setiap ajak anak, tapi mau gimana lagi. Kalau nggak kerja nggak bisa makan,” tuturnya lirih.

Karena itu, Ratna menyambut baik wacana penyediaan fasilitas day care bagi driver ojol yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, banyak driver perempuan lain yang menghadapi persoalan serupa.

“Setuju saja kalau ada day care, soalnya ada teman ojol lain yang juga kerja sambil momong anak,” katanya.

Namun persoalan para driver ojol, menurut Ratna, tidak berhenti pada urusan pengasuhan anak. Selama hampir satu dekade bekerja, ia merasakan semakin beratnya tekanan ekonomi akibat tarif rendah dan tingginya potongan aplikasi.

Dalam sehari, Ratna bisa menyelesaikan sekitar 10 orderan dengan nilai pendapatan kotor Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Setelah dipotong aplikasi dan kebutuhan operasional, uang yang benar-benar dibawa pulang hanya sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

Baca Juga :  THE PRINT Gelar Forum Nasional dan Luncurkan Buku Prabowonomics pada 6 Agustus 2026

Luthfi mengatakan, aspirasi para driver ojol sudah ia terima dan akan terus dikawal oleh pemerintah provinsi. Sehari sebelum aksi berlangsung, perwakilan driver ojol juga telah bertemu langsung dengannya untuk menyampaikan berbagai tuntutan.

Menurut Luthfi, persoalan utama yang dihadapi driver ojol bukan hanya soal tarif, tetapi juga belum adanya payung hukum yang jelas mengenai transportasi online.

“Sudah saya sampaikan, akan kita kawal. Kita harus melakukan mediasi dengan mitra karena sifatnya kemitraan, sehingga ada komunikasi dari kedua belah pihak antara mitra dan perusahaan,” kata Luthfi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, juga telah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan terkait tuntutan para driver ojol. Bahkan ke depan, pihaknya berencana mengajak perwakilan driver untuk bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan di Jakarta.

“Kita sudah wadahi dan akan kawal terus. Persoalan ini tidak hanya di Jawa Tengah, tapi semua provinsi juga sama. Kita akan telusuri sumbatannya ada di mana,” jelasnya.

Terkait tuntutan revisi SK Gubernur Jawa Tengah mengenai transportasi online, Ahmad Luthfi menyebut telah menginstruksikan peninjauan ulang agar menyesuaikan aspirasi driver. Meski demikian, ia menilai solusi jangka panjang tetap membutuhkan regulasi nasional yang lebih jelas.

“Driver ojol itu sifatnya mitra, bukan pegawai. Jadi harus didudukkan bersama dan kami siap memfasilitasi kedua belah pihak,” ujarnya.***

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru