Pengamat: Dengan Konflik, PPP akan Semakin Berat Lolos Parlemen

- Reporter

Senin, 29 September 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pengamat politik Undip Semarang, Dr. Wahid Abdulrahman menilai, Muktamar ke-10 tahun 2025, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menghasilkan repetisi sejarah, konflik yang kembali berulang. Dua Kubu (Mardiyono dan Agus Suparmanto) masing-masing mengklaim sebagai Ketua Umum terpilih dalam Muktamar.

“Apabila PPP tidak ingin repetisi sejarah kegagalan masuk parlemen terulang, maka konflik tersebut harus segera diakhiri. Dalam kondisi normal/tanpa konflik saja tantangan PPP di 2029 akan berat, apalagi dengan kondisi konflik yang belum mampu diselesaikan. Dengan konflik, potensi PPP gagal di 2029 akan semakin besar,”kata Wahid, yang juga pengajar Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP Undip, di Semarang, Senin 29 September 2025.

Alumni doktor ilmu politik Southeast Asian Studies Goethe University Frankfurt Germany, itu menjelaskan, salah satu ciri dari partai modern adalah kemampuan kelembagaan dalam menyelesaikan konflik internal.

“Mekanisme, struktur kelembagaan, dan budaya internal partai dalam menyelesaikan konflik sangat menentukan. Bagi PPP, penyelesaikan konflik semestinya bisa berjalan cepat, ketika Islam mememberikan panduan nilai moral dan eksistensi ulama sebagai tokoh sentral di partai,”imbuhnya.

Baca Juga :  Mayoritas DPW-DPC PPP Dukung Agus Suparmanto, Gus Yasin Tekankan Aklamasi

Wahid juga berpesan, konsep ukhuwah, musyawarah, dan Islah sebagai nilai moral politik Islam semestinya mampu diterjemahkan oleh kedua kubu. Berikutnya adalah peran kiai/ulama yang memiliki posisi strategis di PPP. Hal ini tidak lepas dari budaya santri yang cukup mengakar di PPP. Ketaatan santri terhadap kiai dalam berbagai bidang termasuk pandangan dan tindakan politik, bisa dijadikan amunisi menyelesaikan konflik.

“Dengan konflik yang semakin terbuka dan meruncing, maka keterlibatan para kiai untuk menyelesaikan konflik tersebut semakin mendesak. Power sharing diantara kedua kubu bisa menjadi salah satu solusi pragmatis untuk penyelesaikan konflik dengan cepat. Dengan adanya dua kubu, tantangan PPP untuk kembali ke parlemen 2029 cukup berat,” ucap Wahid.

Sekretaris TPPD (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) Jawa Tengah itu menyarankan, sebagai partai yang tidak lolos parlemen, konsolidasi internal mulai dari pusat-wilayah-cabang-hingga tingkat desa menjadi sangat mendesak bagi PPP. Kerja elektoral partai non parlemen harus dilakukan lebih dini. Paska konsolidasi internal kemudian merawat basis elektoral menjadi pekerjaan rumah selanjutnya.

Baca Juga :  Ulama PPP Nilai Kebijakan Ketum Tak Sejalan Hasil Muktamar

PPP, katanya, masih diuntungkan dengan keberadaan tradisi dan ritual keagamaan yang mampu berperan sebagai media konsolidasi kader ditingkat akar rumput. Juga diuntungkan masih adanya jumlah anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi yang masih cukup banyak.

“Inovasi lain yang kemudian akan menentukan keberhasilan PPP adalah kemampuan merespon perubahan demografis pemilih, perkembangan media, dan perilaku pemilih,” tutupnya.

Asal tahu, Muktamar PPP di Ancol 27-29 September 2025, menghasikkan dua kubu yang saling klaim. Kubu Mardiono (mantan Plt Ketum) mengklaim Mardiono terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum oleh 28 DPW. Kubu perubahan juga mengklaim Agus Suparmanto terpilih aklamasi oleh 30 DPW. Mereka akan berpacu mendaftarkan hasil ke Kumham. Siapapun yang direstui akan menghasilkan konflik yang tidak mudah untuk disatukan.*

Berita Terkait

Ulama PPP Nilai Kebijakan Ketum Tak Sejalan Hasil Muktamar
Kolaborasi DPRD dan Pemerintah Daerah Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi: KPPI Harus Jadi Motor Edukasi Politik Perempuan
Dua Dalang Satu Panggung: NasDem Jateng Rayakan 14 Tahun Perjalanan Perubahan
Gus Yasin Resmi Pegang Jabatan Sekjen DPP PPP Periode 2025-2030
Muktamar X PPP Sahkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum
Rommy Bantah Klaim Aklamasi, Sebut Terpilihnya Mardiono Ketum PPP Tak Masuk Akal
Agus Suparmanto Raih Dukungan Mayoritas DPW Jelang Pemilihan Ketum PPP

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:02 WIB

Ulama PPP Nilai Kebijakan Ketum Tak Sejalan Hasil Muktamar

Senin, 22 Desember 2025 - 19:02 WIB

Kolaborasi DPRD dan Pemerintah Daerah Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah

Rabu, 12 November 2025 - 20:11 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi: KPPI Harus Jadi Motor Edukasi Politik Perempuan

Selasa, 4 November 2025 - 07:49 WIB

Dua Dalang Satu Panggung: NasDem Jateng Rayakan 14 Tahun Perjalanan Perubahan

Senin, 29 September 2025 - 18:48 WIB

Pengamat: Dengan Konflik, PPP akan Semakin Berat Lolos Parlemen

Berita Terbaru