Pelantikan Jatma Aswaja se-Jawa DIY, Pemprov Jateng Harap Sinergi Berkelanjutan

- Reporter

Senin, 4 Mei 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat bersinergi dalam garis perjuangan Jatma Aswaja (Jamiyyah Thariqah Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jama’ah), yang didirikan Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Sebab keberadaan Tarekat tersebut akan otomatis membentengi bangsa dan agama.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, saat memberikan sambutan pada Pelantikan Jatma Aswaja Kabupaten dan Kota se- Jawa dan DIY, di Pondok Pesantren Darul Ulum, Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu, 3 Mei 2026.

“Sehingga kami di pemerintah Provinsi Jawa Tengah mohon kalau acara-acara Jatma diikutsertakan,” pinta Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Dalam tausiyahnya, Maulana Habib Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Luthfi, mengatakan, dirinya sangat bangga dengan putra sahabatnya, KH Maemoen Zubair, yang tidak lain adalah Taj Yasin Maemoen.

Baca Juga :  PKK Gandeng Fakultas Hukum UNS Wujudkan Kecamatan Berdaya yang Adaptif dan Inklusif

“Jangan hanya bangga saja, tetapi harus didoakan, agar dalam membangun Jawa Tengah, bisa terlaksana dengan baik,” kata Habib Luthfi.

Habib Luthfi juga memberikan pesan mendalam kepada segenap yang hadir agar tetap menjaga lisan dengan ucapan yang baik. Karena hal itu akan menjadi kebiasaan.

“Tarekat akan membawa setiap manusia untuk membersihkan hati, sehingga pemikiran dan akalnya akan bersih dan jernih,” bebernya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja KH Hilmi Yahya Zaini, menekankan organisasi ini harus memberikan dampak konkret pada kesejahteraan warga, khususnya melalui sektor agraris.

Baca Juga :  Perda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Segera Diterapkan di Jateng

Jatma Aswaja tengah mematangkan program pemberdayaan ekonomi dengan target ambisius. Yakni pengelolaan ribuan hektare lahan pertanian untuk tanaman jagung dan tebu. Program ini direncanakan melalui sinergi strategis bersama BUMN dan BUMD.

“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” ujarnya.

Selain urusan pangan, Jatma Aswaja juga memperkenalkan Bapeta (Badan Pembela Tanah Air). Satuan ini dibentuk untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga marwah kepemimpinan ulama di akar rumput.

Hingga Mei 2026, organisasi tersebut memiliki kepengurusan di sembilan provinsi dengan total 900 cabang yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru