Perda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Segera Diterapkan di Jateng

- Reporter

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama DPRD Jateng terus memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal.

Salah satunya melalui pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal yang telah disetujui menjadi prakarsa DPRD dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, mengapresiasi langkah DPRD, khususnya Komisi E, yang menginisiasi penyusunan regulasi tersebut.

“Ini kami mengucapkan terima kasih kepada anggota dewan, khususnya Komisi E, yang sudah menginisiasi, menyampaikan, dan merumuskan terkait tenaga kerja informal. Tenaga kerja informal ini harus mendapatkan perlindungan di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, setelah ditetapkan sebagai keputusan DPRD, langkah berikutnya adalah menyiapkan peraturan gubernur sebagai aturan pelaksana agar perda tersebut dapat segera diterapkan.

“Tinggal nanti kita siapkan Pergubnya untuk bisa segera dilaksanakan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang pekerja informal ini,” ujarnya.

Taj Yasin menjelaskan, penyusunan regulasi tersebut telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kalangan akademisi, hingga pemangku kepentingan terkait. Hal itu dilakukan agar aturan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pekerja informal di lapangan.

Baca Juga :  Dampingi Selvi Gibran, Nawal Yasin Serukan Perempuan Masa Kini Lanjutkan Perjuangan Kartini

Ia menilai keberadaan pekerja informal memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Karena itu, mereka juga berhak memperoleh perlindungan yang sama sebagaimana pekerja formal.

“Jangan karena pekerjaannya informal lalu hubungan antara pekerja dan pemberi kerja menjadi semena-mena. Dengan adanya aturan ini mereka akan lebih nyaman, kesejahteraannya meningkat, dan pekerja benar-benar mendapatkan perlindungan,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah perlindungan tersebut juga mencakup pengemudi ojek online dan pekerja lepas (freelancer), Taj Yasin menjawab bahwa kelompok pekerja tersebut termasuk dalam cakupan yang akan diatur.

“Termasuk, insyaallah,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, mengatakan tenaga kerja informal selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Selain menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sektor ini juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.

Namun demikian, sebagian besar pekerja informal masih berada dalam kondisi rentan karena belum memperoleh perlindungan yang memadai, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun hukum.

Menurut Bagus, perkembangan ekonomi, transformasi digital, dan perubahan pola kerja saat ini menuntut hadirnya kebijakan yang lebih adaptif dan komprehensif untuk melindungi pekerja informal.

Baca Juga :  Aturan WFH ASN Dirancang, Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

“Perlindungan tenaga kerja informal tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup pemberdayaan, peningkatan kapasitas, penguatan akses perlindungan sosial, perluasan kesempatan usaha, hingga pembangunan sistem perlindungan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Raperda tersebut nantinya akan mengatur berbagai aspek, mulai dari tugas dan kewenangan pemerintah daerah, perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja informal, pendataan dan sistem informasi, kolaborasi lintas sektor, monitoring dan evaluasi, hingga pembiayaan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong membangun sistem perlindungan berbasis data yang akurat dan terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan. Keberhasilan implementasi regulasi ini juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, organisasi pekerja, hingga organisasi kemasyarakatan.

Melalui regulasi tersebut, DPRD dan Pemprov Jateng berharap pekerja informal memperoleh kepastian hukum, akses perlindungan sosial dan ekonomi yang lebih luas, peningkatan kesejahteraan, serta daya saing yang lebih baik.***

Berita Terkait

Taj Yasin: Aspirasi Mahasiswa Akan Dikawal, Kondusivitas Jateng Harus Dijaga
Tradisi 1 Sura Mangkunegaran Diminati Ribuan Warga, Sekda Sebut Aset Berharga Daerah
Ribuan Warga Jepara Pawai Obor, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah
Jawa Tengah Terdepan Jaga Aset Keagamaan, Sertifikasi Wakaf Capai 73 Persen
Jalan Strategis Wonogiri ke Pacitan, Ponorogo dan Yogya Mulai Dibangun Tahun Ini
IKUB Tembus 80,07, Jateng Perkuat Posisi sebagai Provinsi yang Menjaga Toleransi
Dihadiri Wagub Taj Yasin, Central Jawa Prayer Breakfast 2026, Wajah Kerukunan Jawa Tengah
Jadi Responden Pertama, Taj Yasin Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:36 WIB

Perda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Segera Diterapkan di Jateng

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:18 WIB

Taj Yasin: Aspirasi Mahasiswa Akan Dikawal, Kondusivitas Jateng Harus Dijaga

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:27 WIB

Tradisi 1 Sura Mangkunegaran Diminati Ribuan Warga, Sekda Sebut Aset Berharga Daerah

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Warga Jepara Pawai Obor, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:06 WIB

Jalan Strategis Wonogiri ke Pacitan, Ponorogo dan Yogya Mulai Dibangun Tahun Ini

Berita Terbaru