Menuju Usia 75 Tahun, Sido Muncul Tegaskan Mutu Produk Berbasis Riset Ilmiah

- Reporter

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- IRWAN HIDAYAT- Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, saat paparan uji khasiat dan toksisitas Tolak Angin di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto : ist/metrojateng.id

- IRWAN HIDAYAT- Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, saat paparan uji khasiat dan toksisitas Tolak Angin di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menegaskan komitmennya menjaga mutu dan keamanan produk berbasis riset ilmiah menjelang usia ke-75 tahun pada November 2026. Komitmen tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam mempertahankan kepercayaan konsumen lintas generasi.

Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dirintis di Yogyakarta pada 1930 dan resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1951. Inovasi besar dilakukan pada 1992 melalui peluncuran Tolak Angin cair dalam kemasan sachet yang praktis dan higienis.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menegaskan, sejak awal perusahaan tidak hanya memproduksi jamu tradisional, tetapi mengembangkan produk herbal berbasis penelitian ilmiah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap produk dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi memastikan kualitas dan keamanan produk teruji secara ilmiah,” kata Irwan, saat paparan uji khasiat dan toksisitas Tolak Angin di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia mengungkapkan, sejak tahun 2000 Sido Muncul telah melakukan uji toksisitas dan uji khasiat terhadap produk-produknya. Langkah tersebut tergolong maju pada masanya dan menjadikan Tolak Angin sebagai pionir jamu yang diuji secara ilmiah di Indonesia.

Baca Juga :  BRI Peduli Rampungkan Renovasi Tempat Wudhu dan Toilet Musholla Polines

“Kami tidak bisa bergantung pada opini, tetapi pada hasil riset. Uji toksisitas membuktikan Tolak Angin tidak merusak ginjal, hati, pankreas, dan tidak mengganggu hormon selama digunakan sesuai dosis,” ujarnya.

Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Dr. apt. Ipang Djunarko, menjelaskan uji toksisitas subkronis dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang. Pengujian dilakukan selama 90 hari pada hewan uji dengan berbagai tingkatan dosis.

“Hasilnya tidak ditemukan efek toksik, tidak ada kematian, dan fungsi organ vital tetap normal,” kata Ipang.

Peneliti lainnya, apt. Phebe Hendra, Ph.D, menambahkan hasil uji menunjukkan Tolak Angin relatif aman digunakan dalam jangka panjang. Bahkan pada dosis yang jauh lebih tinggi dari anjuran, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan.

Baca Juga :  Penutupan Pasar Imlek Semawis Dihadiri Bos Sido Muncul Irwan Hidayat

“Hasil ini menunjukkan margin keamanannya cukup baik selama digunakan sesuai dosis,” ujarnya.

Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si, menyebut uji khasiat juga menunjukkan peningkatan respons imun tanpa memengaruhi fungsi ginjal dan hati. Hasil ini menjadi syarat penting agar Tolak Angin naik level dari jamu menjadi obat herbal terstandar.

“Inilah yang membuat Tolak Angin dapat naik level dan diakui secara regulasi,” katanya.

Komisaris Independen Sido Muncul, DR. Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, menegaskan riset ilmiah merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik. Menurutnya, seluruh proses produksi berbasis standar akademis dan profesional yang dapat diuji secara ilmiah.

“Produk herbal tetap harus aman, berkhasiat, dan berbasis pembuktian ilmiah,” tegas Adib.

Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya dan Prof. Rhenald Kasali, menilai keterbukaan Sido Muncul terhadap riset menjadi kunci kepercayaan publik. Keduanya menilai Sido Muncul berhasil membawa jamu ke level industri modern tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.(**)

Berita Terkait

UKM Jateng Corner Berbenah, Siap Sambut Peserta MTQ Nasional dari Berbagai Daerah
Galeri UMKM Jateng di Bandara Ahmad Yani Cetak Omzet Ratusan Juta Rupiah
Semarak Merah Putih BRI, Satukan Semangat Warga Sumowono
BRI Raih Laba Rp31,2 Triliun, Konsisten Dorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama
Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:20 WIB

UKM Jateng Corner Berbenah, Siap Sambut Peserta MTQ Nasional dari Berbagai Daerah

Selasa, 1 September 2026 - 15:10 WIB

Galeri UMKM Jateng di Bandara Ahmad Yani Cetak Omzet Ratusan Juta Rupiah

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Semarak Merah Putih BRI, Satukan Semangat Warga Sumowono

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:49 WIB

BRI Raih Laba Rp31,2 Triliun, Konsisten Dorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:03 WIB

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama

Berita Terbaru