Gubernur Luthfi Benahi Irigasi Demak, 450 Hektare Sawah Kejar Tiga Kali Tanam

- Reporter

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Saluran irigasi yang tertutup sedimentasi di Kabupaten Demak menghambat pasokan air ke lahan pertanian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turun tangan menormalisasi saluran avur sepanjang 1,15 kilometer di Kecamatan Karangtengah. Tujuannya agar 450 hektare lahan pertanian kembali di wilayah itu mendapat pasokan air, dan petani berpeluang meningkatkan frekuensi tanam dari sekali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, meninjau pekerjaan normalisasi tersebut, Senin, 19 Oktober 2026. Saluran yang melintasi Desa Klitih dan Desa Dukun itu tidak hanya berfungsi mengairi sawah saat musim kemarau, tetapi juga membantu membuang air ketika banjir.

“Ini normalisasi saluran irigasi yang kita teroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya nanti di sini bisa terairi. Jika sebelumnya hanya satu kali tanam, bisa dua atau tiga kali,” kata Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi bersama Bupati Demak Eisti’anah.

Bagi petani, kelancaran saluran tersebut berkaitan langsung dengan kesempatan tanam dan potensi hasil panen. Jika pasokan air terjaga, lahan yang selama ini terkendala pengairan diharapkan bisa dimanfaatkan lebih optimal.

Namun, pekerjaan normalisasi belum sepenuhnya rampung. Hingga 14 Oktober 2026, pengerukan di Desa Klitih telah mencapai sekitar 630 meter. Sementara itu, dari target 500 meter di Desa Dukun, baru sekitar 80 meter yang selesai.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pastikan Ruang Kritik Terbuka, Tekankan Ketertiban Saat Demo

Pengerjaan di Desa Dukun menghadapi kendala kondisi tanah yang lunak. Alat berat beberapa kali terjebak lumpur sehingga memperlambat proses pengerukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, normalisasi dilakukan setelah tim di lapangan melakukan pemantauan dan menerima laporan masyarakat mengenai kondisi saluran.

Dengan potensi lahan sekitar 450 hektare, kelancaran pengairan diharapkan memungkinkan petani setidaknya menanam padi dua kali dalam setahun.

“Ini kerja bersama agar kita bisa menanam. Paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi, bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini,” ujarnya.

Jika produktivitas tersebut tercapai di seluruh lahan, potensi hasil panen dalam satu kali musim tanam dapat mencapai sekitar 2.250-2.700 ton gabah. Angka itu merupakan potensi berdasarkan asumsi seluruh lahan seluas 450 hektare ditanami dengan produktivitas 5-6 ton per hektare, bukan realisasi panen.

Defransisco menambahkan, pemerintah sebelumnya juga melakukan pengerukan di Sungai Pelayaran dan menilai hasilnya positif.

Kepala Desa Klitih, Firdos, mengatakan, saluran avur tersebut telah lama menjadi jalur pengairan untuk mengambil air dari Sungai Gemboyo. Namun, aliran air terganggu setelah lumpur menumpuk di sepanjang saluran, yang diduga berkaitan dengan perbaikan pintu air.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Buka Jalan ASN Jateng Kuliah Magister dan Pelatihan di Singapura

Menurut dia, sedimentasi yang terbawa dan mengendap membuat fungsi saluran tidak berjalan optimal. Normalisasi diharapkan memulihkan aliran air sehingga kebutuhan pengairan pada musim tanam pertama dan kedua dapat terpenuhi.

“Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa mengalir dan MT 1 dan MT 2 tidak masalah,” kata Firdos.

Ia mengatakan, pengerjaan tersebut juga melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten, Bank Indonesia, serta gotong royong petani untuk mengeruk bagian saluran yang sulit dijangkau alat berat, seperti gorong-gorong.

Normalisasi saluran avur ini didukung Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Demak, Bank Indonesia, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Klitih dan Dukun.

Pembiayaan awal yang disiapkan sebesar Rp 39,02 juta untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi peralatan.

Luthfi mengatakan, penanganan saluran tersebut dilakukan melalui kerja bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Bank Indonesia, hingga pemerintah desa.

“Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai pemerintah desa, bareng-bareng,” ujarnya.

Normalisasi irigasi di Karangtengah ini diharapkan berhasil mengembalikan aliran air dan terjaganya fungsi saluran untuk pengairan dan pembuangan banjir. Dengan demikian petani bisa meningkatkan frekuensi tanam dan menjaga produktivitas di tengah tantangan iklim.*

Berita Terkait

Jambore Pemuda 2026 di Solo, Pemprov Jateng Siapkan Generasi Penerus Pembangunan
Pesantren Obah Perluas Akses Pendidikan, 482 Santri Terima Beasiswa pada 2026
Pantura dalam Ancaman, Timbulsloko Jadi Percontohan Perlindungan Pesisir
HexBricks Jadi Harapan Baru Perlindungan Pesisir Demak, Warga Ikut Raup Penghasilan
Menuju Puncak Hari Santri 22 Oktober, Jateng Gelar Beragam Kegiatan Keagamaan
Saatnya Cerita Rakyat Naik Panggung! Festival Mendongeng Jateng Berhadiah Rp 5 Juta
Hadapi Dinamika Upah Minimum, KSPN Jateng Diminta Tajam dan Kritis
5.500 Pelari Berlari di Jantung Semarang, AHY Dorong Tren Hidup Sehat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jambore Pemuda 2026 di Solo, Pemprov Jateng Siapkan Generasi Penerus Pembangunan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Pesantren Obah Perluas Akses Pendidikan, 482 Santri Terima Beasiswa pada 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Gubernur Luthfi Benahi Irigasi Demak, 450 Hektare Sawah Kejar Tiga Kali Tanam

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Pantura dalam Ancaman, Timbulsloko Jadi Percontohan Perlindungan Pesisir

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Menuju Puncak Hari Santri 22 Oktober, Jateng Gelar Beragam Kegiatan Keagamaan

Berita Terbaru