Geram Kasus Korupsi, Ahmad Luthfi Ajak KPK Perkuat Integritas Kepala Daerah se-Jawa Tengah

- Reporter

Senin, 30 Maret 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Maraknya kasus korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di Jawa Tengah dalam beberapa bulan terakhir membuat Gubernur Ahmad Luthfi geram. Ia langsung mengumpulkan seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota, serta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi.

Langkah tegas itu diwujudkan melalui pengarahan khusus yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (30/3/2026). Hadir dalam forum tersebut para bupati-wakil bupati, wali kota-wakil wali kota, serta ketua DPRD kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Selain jajaran pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, serta seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Gubernur Ahmad Luthfi turut mengundang pimpinan KPK yang diwakili Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dan Deputi Koordinasi dan Supervisi, Ely Kusumastuti.

Ahmad Luthfi menegaskan, penindakan seperti penangkapan, penggeledahan, penyitaan, hingga penahanan merupakan kewenangan aparat penegak hukum, termasuk KPK. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran integritas dari setiap pejabat publik.

Baca Juga :  Kompolnas Resmi Tempati Gedung Baru, Menko Polkam Harapkan Semakin Profesional dan Independen

“Ini menjadi pelajaran bagi siapa pun, tidak hanya di Jawa Tengah. Setiap ASN dan pejabat publik harus benar-benar memiliki nilai integritas dalam menjalankan tugas,” tegas Ahmad Luthfi.

Menurutnya, integritas merupakan benteng utama untuk mencegah penyimpangan, khususnya yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Hal itu penting guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good governance).

Ahmad Luthfi menilai pemerintah daerah membutuhkan pendampingan agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi.

“Kami mohon pencegahan lebih didahulukan. Penindakan itu langkah terakhir. Kami perlu pegangan, penerangan, dan pengawalan agar tidak menyimpang,” ujarnya.

Upaya serupa sebenarnya telah dilakukan pada 2025, saat Ahmad Luthfi mengumpulkan seluruh kepala desa se-Jawa Tengah dengan menghadirkan narasumber dari KPK dan aparat penegak hukum. Kini, langkah tersebut diperluas hingga level kabupaten/kota dan provinsi, termasuk DPRD.

Ia menegaskan, setelah adanya penandatanganan pakta integritas dan arahan dari KPK, setiap pelanggaran hukum merupakan tanggung jawab pribadi.

Baca Juga :  Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

“Melanggar hukum itu personal. Siapa pun yang melakukan harus bertanggung jawab secara pribadi, bukan institusi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengapresiasi inisiatif Gubernur Jawa Tengah dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pendekatan kolektif bersama seluruh kepala daerah.

Menurutnya, KPK memang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan monitoring di berbagai daerah.

“Sosialisasi ini inisiatif gubernur. Kita tahu beberapa waktu terakhir kegiatan penindakan di Jawa Tengah cukup banyak. Harapannya, dengan pencegahan yang berkelanjutan dan sinergi antara penegak hukum dan pemerintah daerah, perilaku koruptif bisa ditekan,” ujarnya.

Fitroh menambahkan, banyaknya operasi penindakan di Jawa Tengah bukanlah hal yang membanggakan bagi KPK. Justru hal itu menjadi indikator bahwa upaya pencegahan masih perlu diperkuat.

“Dengan masih adanya perilaku koruptif, bisa dimaknai pencegahan belum maksimal. Karena itu, komitmen yang sudah ditandatangani harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.*

Berita Terkait

Menko Polkam Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp14 Triliun Lebih
Jateng dan 9 Provinsi Perkuat Kerja Sama Energi, Sampah, dan Pesisir
Menko Djamari Ingatkan Prajurit Garuda Junjung Kehormatan Merah Putih di Misi PBB
Bekali Taruna Akpol, Menko Polkam Tekankan Keteladanan dan Kedekatan dengan Masyarakat
Menko Polkam Pastikan Pemerintah Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Banyuasin
Bersama Pegiat Asal Prancis, Ahmad Luthfi Gaungkan Gerakan Penyelamatan Sungai dari Sampah di Pekalongan
Hadapi Kemarau 2026, Menko Polkam Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla
Kompolnas Resmi Tempati Gedung Baru, Menko Polkam Harapkan Semakin Profesional dan Independen

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:54 WIB

Menko Polkam Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp14 Triliun Lebih

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:30 WIB

Jateng dan 9 Provinsi Perkuat Kerja Sama Energi, Sampah, dan Pesisir

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Menko Djamari Ingatkan Prajurit Garuda Junjung Kehormatan Merah Putih di Misi PBB

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:47 WIB

Bekali Taruna Akpol, Menko Polkam Tekankan Keteladanan dan Kedekatan dengan Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:36 WIB

Menko Polkam Pastikan Pemerintah Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Banyuasin

Berita Terbaru