Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Tengah yang mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam memiliki rumah layak huni.
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) per 29 Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan di Jawa Tengah mencapai Rp4,96 triliun dengan 28.275 debitur. Nilai ini menjadi yang tertinggi secara nasional dan merupakan akumulasi penyaluran kredit melalui bank Himbara, bank pembangunan daerah, maupun bank swasta.
Heri Pudyatmoko menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen Jawa Tengah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi. Tingginya penyaluran kredit menunjukkan akses pembiayaan perumahan di Jawa Tengah semakin baik. Namun yang lebih penting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Heri, program kredit perumahan harus menjadi instrumen untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau.
Ia berharap kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 4 tetap menjadi prioritas dalam penyaluran kredit sehingga tujuan menghadirkan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat dapat tercapai.
“Program ini harus berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Jangan sampai akses pembiayaan justru lebih banyak dinikmati kelompok yang sebenarnya sudah mampu. Kelompok MBR harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Heri juga mendorong agar pemerintah bersama perbankan terus memperluas akses pembiayaan melalui proses yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Menurutnya, kepemilikan rumah bukan hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Rumah merupakan kebutuhan dasar. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, kualitas hidup akan meningkat dan produktivitas ekonomi keluarga juga akan semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Program 3 Juta Rumah memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaatnya.
“Kami berharap capaian Jawa Tengah sebagai yang tertinggi secara nasional dapat terus dipertahankan, dengan tetap memastikan program ini tepat sasaran dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang bisa memiliki rumah layak,” pungkas Heri Pudyatmoko.









