Influencer Wajib Punya NIB, Misleading Bisa Kena Sanksi Hingga Pemblokiran Akun

- Reporter

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kecepatan informasi di media sosial kerap mengabaikan akurasi sehingga memicu maraknya konten menyesatkan (misleading). Persoalan ini menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan! Efek Hukum Konten Misleading Media dan Influencer” yang digelar di Semarang, Kamis (13/8/2026).

Sejumlah narasumber hadir dalam FGD tersebut, antara lain Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Jateng Dr. R. Danang Agung Nugroho, Ipda Dodi Handoko dari Ditres Siber Polda Jateng, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Ketua GenPI Kota Semarang Andy Sigit Prabowo, serta Kepala Diskominfo Kota Semarang Didik Dwi Hartono yang mewakili Wali Kota Semarang.

Para narasumber menilai konten misleading kerap kali lebih berbahaya dibandingkan hoaks murni. Jika hoaks berisi kebohongan, konten misleading dapat memadukan fakta dengan manipulasi konteks sehingga menghasilkan pemahaman yang keliru.

“Kebenaran yang dipotong setengah-setengah dapat menjadi kebohongan yang utuh,” ujar Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana.

Baca Juga :  TMMD Reg ke-128 di Sragen, Danrem Ajak Warga Rawat Hasil Pembangunan

PS Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditres Siber Polda Jateng, Ipda Dodi Handoko, menegaskan pentingnya tanggung jawab moral para pembuat konten di era digital. Menurutnya, viral merupakan hasil akhir, sedangkan memastikan informasi yang disampaikan akurat merupakan tanggung jawab utama.

Dari sisi regulasi, Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Jateng, Danang Agung Nugroho, menjelaskan bahwa Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 telah meresmikan kreator konten sebagai profesi atau lapangan usaha.

Kreator yang memperoleh penghasilan secara rutin wajib mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Sanksi administratifnya mulai dari peringatan tertulis, penghentian sementara, denda, pencabutan NIB, hingga pemblokiran akun media sosial bisnis,” kata Danang.

Secara pidana, pembuat, pengedit, pemberi caption, hingga penyebar atau share konten misleading juga berpotensi terjerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta KUHP terbaru.

Baca Juga :  Lulusan Balai Latihan Pemprov Jateng Jadi Buruan Perusahaan Brand Internasional

Ketua GenPI Semarang, Andy Sigit Prabowo, menambahkan bahwa algoritma media sosial cenderung menyukai konten yang memicu emosi tinggi. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan jangkauan konten, tetapi dapat menimbulkan dampak serius, seperti kepanikan publik dan kerusakan reputasi.

Data Diskominfo Kota Semarang mencatat terdapat 34 temuan hoaks sepanjang 2026. Temuan tersebut didominasi modus pencatutan nama pejabat untuk penipuan, termasuk pencatutan nama Kepala Diskominfo Kota Semarang.

Sebagai tindak lanjut FGD, para pemangku kepentingan sepakat membentuk “Gerakan Jaga Digital Indonesia”. Komunitas ini dirancang untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan, pendampingan perizinan usaha, serta membuka ruang kolaborasi bisnis bagi para kreator konten.

Gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong ekosistem digital yang lebih sehat, dengan menempatkan akurasi, tanggung jawab, dan etika sebagai bagian penting dalam setiap produksi maupun penyebaran informasi di media sosial.

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru