Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas

- Reporter

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas. Foto : ist/metrojateng.id

Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas. Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG- Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, mengajak ribuan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang menempa karakter, kepemimpinan, dan integritas. Menurutnya, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) boleh berkembang sangat pesat, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan nilai-nilai dasar yang dimiliki manusia.

Pesan itu disampaikan Karding saat menjadi pembicara dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Muladi Dome, Kampus Undip.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) Undip itu mengaku bangga dapat kembali ke kampus yang telah membentuk perjalanan hidupnya.

“Undip adalah tempat yang menempa saya. Di kampus ini saya belajar kepemimpinan, membangun karakter, hingga akhirnya mendapat kesempatan mengabdi sebagai menteri dan kini dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia. Karena itu, saya yakin kalian tidak salah memilih Undip sebagai tempat belajar,” ujar Karding.

Baca Juga :  Bunda Literasi Jateng Dorong Budaya Membaca Hadapi Tantangan Era Digital

Ia menilai dunia perkuliahan bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik, melainkan laboratorium kepemimpinan yang membentuk kemampuan berpikir, tanggung jawab, dan integritas.

Menurut Karding, perkembangan AI memang menghadirkan banyak kemudahan dalam kehidupan. Namun, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menciptakan kejujuran, etika, maupun komitmen terhadap bangsa.

“AI boleh semakin pintar, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan integritas. Kejujuran, moralitas, dan tanggung jawab adalah kualitas yang hanya dapat dibangun oleh manusia. Di situlah tantangan terbesar generasi muda di era digital,” katanya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah tidak hanya dengan belajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta memimpin, yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Sekolah Rakyat Jadi Terobosan Jateng Kurangi Kemiskinan Ekstrem

Karding mengatakan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia mengapresiasi komitmen Universitas Diponegoro di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Suharnomo yang mengembangkan konsep lulusan COMPLETE, yakni Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator.

Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan slogan Undip “Bermartabat dan Bermanfaat”, yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika, kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berkarakter, memiliki integritas, dan mampu memberi manfaat bagi orang lain. Saya berharap dari kampus ini akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia yang membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Karding.(**)

Berita Terkait

Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren
Dari Pesantren ke Cina dan Mesir, Beasiswa Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
English Public Speaking Jadi Bekal 200 Siswa Madrasah Wonosobo Hadapi Persaingan Global
Bulog Campus Preneur, Mahasiswa Berpeluang Jadi Pengusaha Pangan Lewat RPK Muda
Sekolah Rakyat Jateng Tampung Ribuan Siswa, Gus Yasin Optimistis Tekan Kemiskinan
Gus Yasin: Kampus Harus Jadi Mitra Pemerintah Atasi Persoalan Lingkungan
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Raih Beasiswa Pesantren Obah Jateng 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Dari Pesantren ke Cina dan Mesir, Beasiswa Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:47 WIB

English Public Speaking Jadi Bekal 200 Siswa Madrasah Wonosobo Hadapi Persaingan Global

Berita Terbaru