Wagub Taj Yasin Pompa Semangat Ribuan Mahasiswa KKN Unsoed, Siap Dukung Program Desa

- Reporter

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS – Banyak program pemberdayaan masyarakat yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), mendapatkan perhatian khusus Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Hal itu terungkap saat Gus Yasin, sapaan akrabnya, menyampaikan sambutan dalam acara Pelepasan Mahasiswa KKN Unsoed, yang berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, Selasa, 7 Juli 2026.

Gus Yasin yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, mengajak perwakilan mahasiswa untuk berdialog langsung terkait program yang diajukan untuk KKN di daerah tujuan.

Dia meminta perwakilan mahasiswa untuk maju menyampaikan program. Ajakan itu disambut Daffa Nurwahid, perwakilan KKN untuk Kabupaten Purbalingga. Daffa bersama 12 rekan di kelompoknya, menyusun program untuk pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Khusus untuk persoalan ekonomi dan lingkungan, kelompok ini menginisiasi pembakaran sampah minim asap. Dalam bidang ekonomi, kelompoknya akan memberdayakan penggantian pot plastik dengan sabut kelapa.

“Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap. Namun estimasi kami, harganya lumayan mahal. Ini yang menjadi keterbatasan kami,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gus Yasin langsung meminta dinas terkait di Pemprov Jateng untuk menindaklanjuti program perwakilan mahasiswa KKN di Purbalingga tersebut.

“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin yang disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa dalam ruangan.

Hal serupa juga disampaikan Bella, mahasiswa perwakilan dari Kabupaten Kebumen. Dia mengatakan, bersama timnya, mereka telah melakukan assestment di wilayah KKN tujuan.

Bella dan kelompoknya, akan mengusung program pencegahan stunting, dan pendampingan UMKM. Mengingat, masih ada kasus stunting yang ada di wilayah tujuan KKN. Sedangkan pendampingan UMKM berfokus pada promosi melalui digital marketing.

Baca Juga :  Telkomsel Education Day Yogyakarta: Langkah Nyata Menuju Digitalisasi Sekolah

Gus Yasin memberikan apreasiasi yang tinggi terhadap animo mahasiswa dalam menyampaikan program kerja mereka. Usai acara, Gus Yasin menemui langsung sejumlah kelompok dan berdialog tentang program-program yang dipilih mahasiswa.

Dia juga berpesan agar mahasiswa KKN mendukung program Pemprov Kecamatan Berdaya, terutama dalam pencegahan bullying dan kekerasan, serta perlindungan kelompok rentan, yaitu anak, perempuan dan lansia.

Ditemui usai acara, Gus Yasin menekankan pesan penting bagi para mahasiswa yang akan terjun ke lapangan. Ia meminta mahasiswa bergerak aktif mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya dalam aspek digitalisasi serta peningkatan daya saing produk.

“Bantu masyarakat, edukasi mereka tentang kesehatan, enam SPM Posyandu, serta cegah bullying dan kekerasan. Lakukan juga pendampingan literasi teknologi untuk UMKM di tempat KKN,” ujar Gus Yasin, usai acara.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya estetika dan legalitas produk desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan dengan packaging (kemasan), segera koordinasi dengan kami (pemerintah provinsi) supaya ada pendampingan betul-betul untuk izin Depkes hingga sertifikasi halalnya kalau usahanya memang sudah mapan,” tambahnya.

Usai acara, Daffa mengaku sangat senang dengan sambutan Wagub Jateng terhadap program kerja KKN yang diusung kelompoknya.

“Harapannya ini bisa menjadi inspirasi juga bagi desa yang lain,” ujarnya.

KKN mahasiswa Unsoed diikuti oleh 3.761 mahasiswa dari 12 fakultas untuk periode Juli-Agustus 2026.

Mengusung tema besar “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global: Pangan, Ekonomi, Lingkungan, dan Literasi,” ribuan mahasiswa ini ditargetkan menjadi motor penggerak kemandirian bangsa dari tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Dukung Gizi dan Pendidikan Al-Qur’an, Wagub Jateng Apresiasi Program AGUS PBNU

Kepala Pusat Pengembangan KKN LPPM Unsoed, Dr. Ridwan Kamaluddin, menjelaskan bahwa KKN periode ini akan berlangsung selama 35 hari, terhitung mulai tanggal 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Unsoed membagi program ini ke dalam dua skema besar, yaitu KKN Nasional dan KKN Internasional.

Untuk KKN Nasional, sebaran wilayah mencakup sembilan kabupaten strategis, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, hingga lintas pulau ke Belitung Timur. Skema ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, literasi, serta pembangunan infrastruktur desa.

Tidak hanya di dalam negeri, Unsoed juga memperluas jejaring pengabdiannya ke kancah global.

“Melalui program KKN Internasional, mahasiswa Unsoed akan melaksanakan program pengabdian di empat negara/wilayah, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong. Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” jelas Ridwan.

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Sodiq, menegaskan bahwa seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah dibekali dengan modal literasi, kompetensi, dan kualitas karakter yang kuat. Mahasiswa diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup.

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyambut baik kedatangan para mahasiswa KKN. Menurutnya, ketangguhan masyarakat desa hanya bisa dicapai melalui penguatan ekonomi lokal dan SDM yang melek literasi.

“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana namun berdampak nyata bagi warga setempat,” pungkas Dwi Asih Lintarti.***

Berita Terkait

Hari Santri 2026, PWNU Jateng Dorong Santri Teruskan Perjuangan Ulama
Hari Santri 2026, Ahmad Luthfi Serukan Santri Berdaya dan Sejahtera
Sambut Hari Santri 2026, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Bersih Pesantren
Aktivis Perempuan Jerman Bagikan Pengalaman, Santri Didorong Berburu Beasiswa Luar Negeri
Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital
Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Bunda PAUD Jateng Dorong Guru Kuasai Coding dan Robotik Sejak Dini
Nawal Yasin: Guru PAUD Layak Dapat Kesetaraan Status dan Hak Profesi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari Santri 2026, PWNU Jateng Dorong Santri Teruskan Perjuangan Ulama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Sambut Hari Santri 2026, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Bersih Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Aktivis Perempuan Jerman Bagikan Pengalaman, Santri Didorong Berburu Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah

Berita Terbaru