Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital

- Reporter

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Semarang terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
‎
‎Melalui program UNW on the Street, mahasiswa Pascasarjana dilibatkan dalam kegiatan pengabdian yang menyasar kebutuhan lingkungan dan masyarakat luas.
‎
‎Direktur Program Pascasarjana UNW, Prof. Dr. Sudiono Sastroatmojo, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan konsep perguruan tinggi berdampak.
‎
‎Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan keberlanjutan kegiatannya.
‎
‎“Ukuran perguruan tinggi berdampak itu harus terukur, dirasakan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini harus bisa dinikmati masyarakat luas tanpa membatasi atau mendiskriminasi siapa pun,” kata Sudiono.
‎
‎Ia menegaskan, UNW on the Street bukan kegiatan seremonial yang berhenti setelah satu agenda selesai. Program tersebut dirancang berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan.
‎
‎Sudiono menyebut, mahasiswa Pascasarjana UNW saat ini berjumlah 631 orang, meski program tersebut baru mulai menerima mahasiswa pada Maret 2025.
‎
‎Mereka tersebar di empat program studi, yakni Magister Pendidikan, Magister Hukum, Magister Keperawatan, dan Magister Kesehatan Masyarakat.
‎
‎“Ini baru tahun kedua, tetapi jumlah mahasiswa pascasarjana sudah mencapai 631 orang. Kami ingin potensi tersebut tidak hanya berkembang di ruang kuliah, tetapi juga hadir melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
‎
‎Secara keseluruhan, UNW saat ini memiliki sekitar 7.897 mahasiswa. Sudiono menilai perkembangan tersebut menunjukkan pertumbuhan institusi yang cukup pesat sejak berstatus universitas pada 2016.
‎
‎UNW Gandeng Instansi untuk Penghijauan
‎
‎Salah satu bentuk pengabdian yang dikembangkan UNW adalah kegiatan penghijauan. Program Pascasarjana UNW menjalin sinergi dengan instansi terkait untuk mendukung upaya perbaikan lingkungan, khususnya melalui penanaman pohon di wilayah yang membutuhkan.
‎
‎Sudiono menjelaskan, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup mencakup sejumlah isu lingkungan, mulai dari pencemaran udara, pengelolaan air, sampah, hingga penanaman pohon.
‎
‎UNW mengambil peran dalam program penghijauan dan mulai mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan penanganan.
‎
‎“Kami sudah diminta melihat daerah-daerah kritis untuk kegiatan penanaman pohon. Ini menjadi bagian dari upaya UNW membangun sinergi dengan berbagai lembaga sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
‎
‎Menurut dia, kolaborasi tersebut penting agar kegiatan kampus tidak berjalan sendiri. Dengan melibatkan instansi pemerintah dan masyarakat, program pengabdian diharapkan memiliki sasaran yang lebih jelas dan manfaat yang berkelanjutan.
‎
‎Ketua Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran, H. Asaat Pitoyo, S.Kp., M.Kes., juga mendorong pengembangan UNW agar semakin memberi kontribusi bagi masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan sosial.
‎
‎Ia menjelaskan, perjalanan UNW dimulai pada 1994 melalui pendirian Akademi Keperawatan. Institusi tersebut kemudian berkembang dengan penambahan bidang kebidanan dan kesehatan masyarakat sebelum menjadi sekolah tinggi kesehatan pada 2000.
‎
‎Perkembangan berlanjut hingga 2016, ketika institusi tersebut bertransformasi menjadi universitas. Seiring perluasan bidang keilmuan, UNW kini juga mengembangkan pendidikan hukum hingga jenjang magister.
‎
‎Asaat menyebut, kehadiran Prof. Sudiono yang memiliki pengalaman memimpin Universitas Negeri Semarang turut mendukung pengembangan Program Pascasarjana UNW, khususnya Magister Hukum.
‎
‎Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Hadapi Era Digital
‎
‎Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Hukum UNW, Dr. Arista Candra Irawati, S.H., M.H.Adv., mengatakan pendidikan hukum di UNW dikembangkan dengan mengacu pada identitas kampus yang berakar dari bidang kesehatan.
‎
‎Menurut Arista, konsep budaya sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan psikis, perilaku, dan kepatuhan terhadap hukum.
‎
‎“Kami ingin menghasilkan lulusan yang sehat secara utuh, taat hukum, cinta kepada negara, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” kata Arista.
‎
‎Program Studi S1 Hukum UNW mulai menerima mahasiswa pada 2017. Pengembangan pendidikan kemudian berlanjut dengan pembukaan Magister Hukum pada 2025.
‎
‎Arista menjelaskan, mahasiswa Magister Hukum berasal dari beragam latar belakang, baik hukum maupun nonhukum, termasuk bidang kesehatan. Keragaman tersebut menjadi peluang untuk memperluas perspektif dalam memahami persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
‎
‎Selain memperkuat pemahaman hukum, program magister tersebut juga menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan akibat digitalisasi. Perkembangan teknologi telah memengaruhi berbagai bidang, mulai dari penegakan hukum, pelayanan medis, industri, hingga ketenagakerjaan.
‎
‎“Jangan sampai perkembangan digital justru membuat kita kehilangan budaya sehat. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus menempatkannya secara tepat,” ujarnya.
‎
‎Arista menambahkan, penguasaan aspek digital menjadi bekal penting bagi lulusan yang kelak berkarier sebagai pemimpin, praktisi, maupun peneliti. Dalam penegakan hukum, misalnya, pemahaman terhadap pembuktian digital semakin dibutuhkan.
‎
‎Di bidang kesehatan, digitalisasi juga mengubah cara layanan medis diberikan. Perubahan serupa terjadi di sektor industri dan ketenagakerjaan sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami hukum sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.***

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Gandeng Undip, 4.620 Mahasiswa KKN Sukseskan Kecamatan Berdaya

Berita Terkait

Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Bunda PAUD Jateng Dorong Guru Kuasai Coding dan Robotik Sejak Dini
Nawal Yasin: Guru PAUD Layak Dapat Kesetaraan Status dan Hak Profesi
Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Bunda PAUD Jateng Dorong Guru Kuasai Coding dan Robotik Sejak Dini

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Nawal Yasin: Guru PAUD Layak Dapat Kesetaraan Status dan Hak Profesi

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Berita Terbaru

OPERASIONALISASI KDKMP – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meninjau operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat. Foto : Dok.Bulog/metrojateng.id

Bisnis

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:42 WIB