Dorong Gemar Makan Ikan, TP PKK Jateng Latih Olahan Lele bagi Masyarakat

- Reporter

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Sering direpottkan dengan duri saat mengonsumsi ikan lele? Atau masih kesulitan menggoreng ikan lele karena melengkung ketika terkena minyak panas?

Jika tahu caranya, hal itu tidak akan terjadi lagi. Seperti yang diajarkan saat Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluqrga dengan Protein Ikan, di Balai Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (9/6/2026).

Seratusan kader dan Tim Penggerak PKK Desa Plumbon, bersama TP PKK Provinsi Jawa Tengah, mengikuti kegiatan tersebut.

Mohamad Hendrik dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Lele Legend, membagikan tipsnya. Agar daging tidak remuk, sekaligus menghilangkan lendir, dan mengurangi amis, proses pengolahan diawali dengan langsung menaburkan garam.

“Dengan cara ini, ikan kalau digoreng bisa lurus. Selain itu, lendirnya juga bisa cepat hilang,” bebernya.

Agar duri ikan tidak mengganggu, Hendrik menyarankan agar ikan lele difilet sebelum diolah. Caranya hampir sama dengan cara memfilet ikan lain, dengan memotong kepala ikan, kemudian menyayat ikan dari bagian punggung atas mengikuti arah tulang ikan, jangan sampai terputus. Kemudian lakukan sisi sebelahnya, hingga tulang ikan terlepas.

“Ini kalau dilipat, bentuknya sama seperti ikan lele yang belum difilet. Untuk menyiasati duri di bagian dada, ikan bisa digoreng kering. Atau kalau mau digoreng tepung, goreng ikan setengah matang dulu, baru dilumuri tepung. Ikan yang enak yang ukuran 7-10 per kilogram,” jelas Hendrik.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siapkan Skema Hemat Energi, ASN Didorong Naik Sepeda Hingga Kendaraan Umum

Titik Sayekti dari Poklahsar Terampil Mandiri, juga mengajarkan bagaimana membuat bakso ikan lele yang lezat dan tidak amis. Ternyata, kuncinya dengan terlebih dulu mencampurkan perasan jeruk nipis pada filet ikan tanpa kulit, sebelum dicampur dengan bumbu-bumbu.

“Tanpa kulit biar warnanya cantik. Setelah dikasih perasan jeruk nipis atau cuka, ikan dibilas. Kemudian beri bumbu bawang putih, telur ayam, garam, merica bubuk, tepung tapioka, kaldu bubuk, dan es batu. Selanjutnya dibulat-bulat dan dimasak,” terangnya.

Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno, mewakili Ketua TP PKK Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, menyampaikan, pengolahan ikan penting bagi masyarakat, agar konsumsi ikan, khususnya pada anak-anak dapat meningkat. Sebab, ikan merupakan sumber protein hewani yang luar biasa. Tidak hanya kaya akan protein berkualitas tinggi, ikan juga mengandung Omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak anak.

Karenanya, TP PKK Jateng, yang menjalankan program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terus menyosialisasikan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) kepada masyarakat. Seperti yang diselenggarakan di Kabupaten Karanganyar ini, yang angka konsumsi ikannya masih 14,10, di bawah Provinsi Jawa Twngah yang tercatat 16,32.

Baca Juga :  Jaga Ketertiban Sosial, Wakil Ketua DPRD Jateng Tekankan Partisipasi Masyarakat 

Indah mengakui, wilayah Karanganyar jauh dari pantai. Namun, bukan alasan bagi masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan. Sebab, ada ikan yang bisa dibudidayakan di lahan minim, bahkan di pekarangan, misalnya ikan lele.

“Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember ini mudah, dan bisa dilakukan siapa pun, termasuk masyarakat Plumbon. Cocok untuk lahan sempit, menggunakan ember atau terpal, dengan air di sini yang melimpah. Pakannya juga mudah. Jadi, kalau mau makan tinggal ambil lele di pekarangan,” ujarnya.

Tak sekadar budidaya, kader, TP PKK, dan masyarakat juga diajarkan cara mengolah ikan agar tidak amis, dan mudah dikonsumsi anak-anak. Bisa dibuat filet, atau bakso ikan.

“Saya berharap, bantuan yang diberikqn TP PKK, pemprov, dan Bank Indonesia ini bisa semakin berkembang. Informasi budikdamber ini juga bisa disebarluaskan ke seluruh masyarakat,” tandasnya.***

Berita Terkait

Taj Yasin: Aspirasi Mahasiswa Akan Dikawal, Kondusivitas Jateng Harus Dijaga
Tradisi 1 Sura Mangkunegaran Diminati Ribuan Warga, Sekda Sebut Aset Berharga Daerah
Ribuan Warga Jepara Pawai Obor, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah
Jawa Tengah Terdepan Jaga Aset Keagamaan, Sertifikasi Wakaf Capai 73 Persen
Jalan Strategis Wonogiri ke Pacitan, Ponorogo dan Yogya Mulai Dibangun Tahun Ini
IKUB Tembus 80,07, Jateng Perkuat Posisi sebagai Provinsi yang Menjaga Toleransi
Dihadiri Wagub Taj Yasin, Central Jawa Prayer Breakfast 2026, Wajah Kerukunan Jawa Tengah
Jadi Responden Pertama, Taj Yasin Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:18 WIB

Taj Yasin: Aspirasi Mahasiswa Akan Dikawal, Kondusivitas Jateng Harus Dijaga

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:27 WIB

Tradisi 1 Sura Mangkunegaran Diminati Ribuan Warga, Sekda Sebut Aset Berharga Daerah

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Warga Jepara Pawai Obor, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:24 WIB

Jawa Tengah Terdepan Jaga Aset Keagamaan, Sertifikasi Wakaf Capai 73 Persen

Senin, 15 Juni 2026 - 20:04 WIB

IKUB Tembus 80,07, Jateng Perkuat Posisi sebagai Provinsi yang Menjaga Toleransi

Berita Terbaru