Peringati Hari Lahir Pancasila, Ahmad Luthfi Dorong Kebijakan Berbasis Keadilan Sosial

- Reporter

Senin, 1 Juni 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Pancasila tetap menjadi perekat utama keberagaman masyarakat di tengah berbagai tantangan, mulai dari konflik sosial hingga dinamika geopolitik global.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimanfaatkan untuk menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi persatuan dan arah pembangunan untuk masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur, Senin (1/6/2026). Gubernur menegaskan, Pancasila merupakan warisan para pendiri bangsa yang hingga kini menjadi instrumen pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Nilai Pancasila ini kan sebagai founding father kita yang telah menggariskan bahwa, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Ini yang harus kita dengung-dengungkan,” kata Luthfi.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan, baik yang terjadi di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Apapun yang terjadi, konflik horizontal, komunal, kemudian konflik geopolitik, kembali kepada Pancasila sebagai alat pemersatu,” ujarnya.

Baca Juga :  Menko Polkam: Pemerintah Solid, Situasi Keamanan Nasional Tetap Terkendali

Luthfi menambahkan, masyarakat Jawa Tengah yang terdiri dari beragam suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial memiliki satu ikatan yang sama, yakni Pancasila.

“Di Jawa Tengah khususnya, ini merupakan landasan berpikir bagi seluruh masyarakat kita. Apapun suku, bangsa, bahasa, apalagi ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” jelas gubernur yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu.

Ia mengatakan, implementasi nilai-nilai Pancasila juga diwujudkan melalui berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.

Sejumlah program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin antara lain Dokter Spesialis Keliling (Speling), Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, 1 KK 1 Rumah Layak Huni, Mageri Segoro, daycare bagi buruh, kemudahan akses pupuk bagi petani, subsidi solar untuk nelayan, hingga layanan kesehatan paripurna bagi warga miskin.

Baca Juga :  Resmi! Oldy Ardhana Nahkodai HIPMI Kota Semarang Tiga Tahun ke Depan

Sementara itu, dalam amanat yang dibacakannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yakni, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal dalam membangun perdamaian dunia.

Kepala BPIP menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam setiap kebijakan publik.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” kata Yudian dalam amanatnya.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi pijakan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.***

Berita Terkait

Prambanan-Borobudur Dihidupkan sebagai Ruang Ibadah, Ekonomi Berpotensi Terdongkrak
Gus Yasin Berbaur dengan Ribuan Warga, Saksikan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima
Usai Berkompetisi, Kafilah MTQ Nasional Nikmati Pesona Desa Wisata Kandri
Semifinal MKTIQ MTQ Nasional 2026 Angkat Tema Ecotheology
Pijat Bugar Terapis Netra, Ikhtiar Jateng Pulihkan Stamina Kafilah MTQ
HUT ke-67 PEPABRI, Sekda Jateng Ajak Purnawirawan Lanjutkan Pengabdian
Taj Yasin Tekankan Peran Museum sebagai Ruang Belajar Sejarah dan Kebudayaan
Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah, Luthfi: Sawah Hilang Tak Mungkin Kembali

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:15 WIB

Prambanan-Borobudur Dihidupkan sebagai Ruang Ibadah, Ekonomi Berpotensi Terdongkrak

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

Gus Yasin Berbaur dengan Ribuan Warga, Saksikan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima

Kamis, 17 September 2026 - 06:07 WIB

Usai Berkompetisi, Kafilah MTQ Nasional Nikmati Pesona Desa Wisata Kandri

Rabu, 16 September 2026 - 17:15 WIB

Semifinal MKTIQ MTQ Nasional 2026 Angkat Tema Ecotheology

Rabu, 16 September 2026 - 17:05 WIB

Pijat Bugar Terapis Netra, Ikhtiar Jateng Pulihkan Stamina Kafilah MTQ

Berita Terbaru