KUDUS – Perjuangan santri menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an terus mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Apresiasi itu diberikan melalui tali asih atau bisyaroh kepada enam penghafal Al-Qur’an.
Penyerahan dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam Haflatyl Hidzaq atau Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus, Senin, 11 Mei 2026.
Taj Yasin mengatakan, khataman Al-Qur’an merupakan nikmat yang patut disyukuri. Menurutnya, khataman bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada santri yang telah menjaga hafalan Al-Qur’an.
Ia mengingatkan, khatam menghafal Al-Qur’an bukan akhir proses belajar. Para santri diminta terus menjaga hafalan melalui murajaah.
“Setelah khatam, jangan berhenti. Hafalan itu harus dijaga,” ujar Taj Yasin.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan ulama terdahulu.
Ia mencontohkan, para sahabat menjadikan bacaan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan pelembut hati.
“Kalau para ulama dan sahabat ingin hatinya tersentuh, yang didengarkan adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an dibaca, diresapi, lalu masuk ke dalam hati,” katanya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga hafalan, Gus Yasin juga menegaskan tali asih merupakan bentuk perhatian Pemprov Jateng kepada santri penghafal Al-Qur’an.
“Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujar Taj Yasin dalam kesempatan sebelumnya.
Pada kegiatan di Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus, enam penerima bisyaroh itu yakni Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu; Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus.
Kemudian Ahmad Syauqi Muhammad, putera Muhammadun asal Probolinggo, Jawa Timur, Mochamad Hakiki asal Semarang, dan Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.
Program tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Sepanjang 2025, jumlah penerima tali asih tercatat mencapai 1.041 santri, dengan total bantuan sekitar Rp1,041 miliar.
Dalam catatan Pemprov Jateng, setiap tahun terdapat sekitar 2.000 santri yang khatam menghafalkan Al-Qur’an di Jawa Tengah. Taj Yasin berharap, program yang dijalankan bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu dapat membawa keberkahan bagi anggaran daerah, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara Haflatyl Hidzaq Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus dihadiri Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, KH M Ulil Albab Arwani, KH Abdul Muiz, dan Muhammad Slamet. Dari unsur Pemprov Jateng, hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.***









