SEMARANG – Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum ajakan berbagi bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah (UID Jateng). Melalui program “Berbagi Cahaya”, PLN bersama Yayasan Baitul Maal PLN tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyalakan kepedulian.
Kegiatan yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada Kamis (23/4) ini menjadi bukti bahwa kebaikan dapat dimulai dari langkah sederhana. Bantuan yang diberikan mencakup santunan, paket sembako, renovasi masjid, listrik gratis, hingga perlengkapan anak—semuanya menyasar kaum dhuafa, marbot, dan anak yatim.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperluas manfaat bagi sesama.
“Kami ingin ‘Berbagi Cahaya’ menjadi inspirasi. Bahwa setiap orang bisa berkontribusi, sekecil apa pun. Karena cahaya sejati bukan hanya dari listrik, tetapi dari kepedulian yang mampu menghangatkan dan menguatkan sesama,” ujarnya.
Semangat ini selaras dengan nilai perjuangan R.A. Kartini yang mengajarkan arti keberanian untuk membawa perubahan. Dalam konteks kekinian, perubahan itu hadir melalui kepedulian sosial dan gotong royong untuk saling membantu.
Bantuan renovasi masjid diharapkan membuat jemaah semakin nyaman beribadah, sementara santunan dan sembako membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Adapun listrik gratis dan perlengkapan anak menjadi bentuk dukungan nyata bagi masa depan generasi penerus.
Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas kepedulian PLN yang dinilai tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.
Melalui “Berbagi Cahaya”, PLN UID Jawa Tengah mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan kebaikan. Sebab, ketika kepedulian terus disebarkan, cahaya harapan akan semakin luas menerangi kehidupan. (*)









