Jateng-Aceh Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun, Dorong Ekonomi Lintas Provinsi

- Reporter

Kamis, 23 April 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – Kolaborasi lintas provinsi mencetak lompatan baru. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi mengikat kerja sama strategis berbagai sektor senilai Rp 1,06 triliun. Kerja sama tersebut di antaranya mencakup sektor perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, hingga pariwisata.

Penandatanganan perjanjian dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan ini berlaku selama satu tahun dan akan segera ditindaklanjuti melalui berbagai program.

Kerja sama tersebut meliputi kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) kedua provinsi dengan nilai Rp 138,56 miliar. Sektor yang terlibat antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), hingga Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

Selain itu, sinergi juga dibangun antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nilai mencapai Rp 696,2 miliar. Sejumlah entitas yang terlibat di antaranya, PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Jateng Petro Energi (JPEN), PT Pembangunan Aceh (PEMA), Bank Jateng, dan Bank Syariah Aceh.

Baca Juga :  Sayembara Kaos Marimas 1995 Berhadiah Rp 30 Juta Masih Dibuka, Ini Ciri-cirinya

Tak hanya pemerintah dan BUMD, kolaborasi juga merambah sektor usaha melalui kemitraan antara Kadin dan Hipmi dari kedua provinsi senilai Rp 230 miliar. Sementara itu, kerja sama antarkabupaten juga dijalin antara Kabupaten Klaten dan Gayo Lues di bidang pariwisata, budaya, serta industri dengan nilai Rp 1 miliar.

Gubernur Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah konkret penerapan konsep collaborative government guna memperkuat daya saing daerah.

“Kerja sama ini berbasis business to business, mulai dari OPD, BUMD, hingga Kadin dan Hipmi. Nilai Rp 1,06 triliun ini adalah potensi awal yang akan terus kita kembangkan bersama di wilayah masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, skema kolaborasi tersebut mengedepankan prinsip saling menguntungkan, sehingga mampu mendorong kemandirian fiskal dan membuka sumber-sumber ekonomi baru di kedua wilayah. Daerah satu dengan daerah lainnya dapat saling melengkapi sehingga bisa maju dan tumbuh bersama.

Baca Juga :  Gus Yasin Acungi Jempol Pemerintah Kerahkan 1.050 Gerai Kantor Pos untuk Operasi Pasar Jelang Lebaran

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai Jawa Tengah sebagai mitra strategis dengan kapasitas sumber daya dan pengalaman tata kelola pemerintahan yang kuat. Terlebih Jawa Tengah adalah salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar.

Di mata Muzakir, Ahmad Luthfi dianggap sosok pemimpin yang dapat mengoordinasi jajarannya dengan baik, mulai tingkat atas sampai bawah.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi motivasi dan dorongan besar untuk pembangunan Aceh, khususnya di sektor perdagangan dan penguatan aparatur. Nanti kita lebih sering berkomunikasi,” kata Muzakir.

Kesepakatan ini menjadi penanda kuat bahwa sinergi antardaerah bukan sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di tingkat nasional.*

 

Berita Terkait

Event PADI Jateng Makin Moncer, Wagub Targetkan Jadi Agenda Wisata 2027
Sido Muncul Hadirkan Sido HerbalPedia, Jembatan Pengetahuan Herbal Tradisional dan Sains Modern
Jawa Tengah Kejar Investor EBT, Potensi Energi Capai 13 GW
TMMD dan Sengkuyung Jadi Andalan, Pemprov Jateng Kucurkan Rp33,2 Miliar
Taj Yasin: Sertifikasi Halal Kunci Gaya Hidup Sehat dan Daya Saing Produk
Bulog Jateng Kenalkan Proses dari Gabah hingga Distribusi Beras ke Siswa SMAN 1 Semarang
Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Nasional
Jateng Integrasikan Tiga Kawasan Wisata dalam Satu Ekosistem

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:52 WIB

Event PADI Jateng Makin Moncer, Wagub Targetkan Jadi Agenda Wisata 2027

Kamis, 23 April 2026 - 20:43 WIB

Jateng-Aceh Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun, Dorong Ekonomi Lintas Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 14:02 WIB

Sido Muncul Hadirkan Sido HerbalPedia, Jembatan Pengetahuan Herbal Tradisional dan Sains Modern

Rabu, 22 April 2026 - 17:51 WIB

Jawa Tengah Kejar Investor EBT, Potensi Energi Capai 13 GW

Rabu, 22 April 2026 - 17:43 WIB

TMMD dan Sengkuyung Jadi Andalan, Pemprov Jateng Kucurkan Rp33,2 Miliar

Berita Terbaru