Mak Ijah Pejuang Abrasi Sayung Terima Rumah Apung dari Gubernur Ahmad Luthfi

- Reporter

Jumat, 24 April 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Pasijah atau karib disapa Mak Jah, pejuang melawan abrasi di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, hingga kini masih aktif membibit, menanam dan merawat mangrove. Perempuan berusia 56 tahun yang bersama keluarganya tetap bertahan di rumahnya meski dikelilingi laut, kini mendapat hadiah rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Mak Jah menceritakan, dulu, wilayah tersebut merupakan desa yang subur. Hamparan sawah dan lahan palawija, menjadi sumber penghidupan warga. Berbagai tanaman seperti pisang, cabai, padi, pepaya hingga kelapa, tumbuh dengan baik. Namun sekitar tahun 2000, air rob mulai sering datang dan perlahan mengubah wajah desa.

“Dulu desa ini awalnya petani, ada sawah, palawija, semuanya ada. Tapi sejak tahun 2000 mulai sering kena rob. Lama-lama airnya makin naik, makin tinggi,” kisahnya, saat ditemui Jumat (24/4/2026)

Kondisi semakin parah hingga sekitar tahun 2010, sebagian besar wilayah telah berubah menjadi lautan. Warga satu per satu meninggalkan kampung halaman. Dari sekitar 200 kepala keluarga, kini hanya keluarga Mak Jah yang bertahan.

Di tengah kondisi itu, Mak Jah memilih untuk tidak pergi. Dia justru berjuang menjaga tanah kelahirannya, dengan menanam mangrove secara mandiri. Upaya tersebut dimulai dari skala kecil di sekitar rumahnya.

“Saya mulai tanam sedikit demi sedikit. Karena kurang bibit, saya buat sendiri. Alhamdulillah berkembang. Ada juga yang kirim dari jauh,” ungkapnya.

Ketelatenannya berbuah hasil. Kawasan di sekitar rumahnya kini mulai ditumbuhi mangrove yang berfungsi menahan abrasi, sekaligus menjadi habitat ikan, kepiting, udang, dan burung. Perjuangannya membuat Mak Jah dikenal sebagai “pejuang terakhir”, hingga dijuluki “Kartini Laut Sayung”.

Baca Juga :  DPR dan BGN Sosialisasikan MBG di Blora, Bangun Generasi Sehat, Cerdas dan Berkualitas

Hidup di tengah genangan laut tentu bukan tanpa tantangan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Jah harus menempuh perjalanan menggunakan perahu selama 15 hingga 30 menit menuju daratan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda ke pasar.

“Kalau ombak besar ya sulit. Kadang tidak bisa tidur. Tapi saya sudah terbiasa. Yang penting sehat dan bisa bekerja,” tutur Mak Jah.

Rumah yang ditempati pun dirawat secara mandiri, dengan cara ditinggikan sedikit demi sedikit menggunakan pasir dan semen. Material dari rumah-rumah yang telah roboh juga dimanfaatkan kembali untuk memperkuat bangunan.

Di tengah perjuangannya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa rumah apung. Bantuan tersebut diberikan atas perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Awalnya saya dipanggil, katanya mau dibantu rumah. Saya minta anak saya yang mengurus. Alhamdulillah langsung diberikan,” paparnya.

Mak Jah mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Rumah apung itu menjadi alternatif tempat tinggal saat air rob sedang tinggi, sekaligus mendukung aktivitasnya dalam merawat mangrove.

“Senang sekali. Kalau rob besar bisa dipakai untuk tinggal. Saya akan tetap merawat mangrove ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Gelombang besar kerap merusak bibit mangrove yang baru ditanam. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Mak Jah.

“Kalau tidak saya tanami, mungkin sudah habis dari dulu,” katanya.

Baca Juga :  Siaga Kemarau, Ahmad Luthfi Minta Embung dan Irigasi Dicek Tanpa Terkecuali

Baginya, bertahan di tanah kelahiran bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan untuk menjaga alam dan memberi manfaat bagi sesama. Penghargaan yang pernah dia terima atas upayanya menanam mangrove pun, dianggap sebagai bentuk syukur.

“Alhamdulillah, saya bersyukur, dan sekarang dapat bantuan rumah apung saya sangat senang,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menuturkan, bantuan rumah apung merupakan salah satu solusi adaptif untuk menjawab persoalan lingkungan pesisir, khususnya di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak, yang selama ini kerap terendam air laut.

Skema kolaboratif yang dilakukan sesuai dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, yang diusung Gubernur Ahmad Lutffi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Sehingga, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Pemerintah Kabupaten Demak dan Bank Jateng.

Hingga akhir 2025, sudah ada 15 rumah apung yang dibangun. Yakni 1 unit prototype rumah apung pada 2023 oleh Pemkab Demak dan CSR, 1 unit rumah apung pada 2024 oleh Yayasan sheep Indonesia, 3 unit rumah apung pada 2025 oleh CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak, serta 10 unit lagi pada 2025.

“Pada tahun 2026 ini total akan dibangun 20 unit rumah apung, yang terdiri dari 19 unit rumah apung di Desa Timbulsloko, dan 1 unit di Desa Bedono Kecamatan Sayung. (Sebanyak) 17 unit di antaranya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya.*

Berita Terkait

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD
Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos
PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment
Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu
Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau
Harganas 2026, Sekda Jateng Ajak Orang Tua Kendalikan Penggunaan Gadget Anak
Dharma Daycare DWP Jateng Resmi Dibuka, Lengkap dengan Edukasi dan Layanan Kesehatan
Dirut BULOG Sidak Pabrik PT KMR, Perintahkan Penarikan Seluruh Produk Minyakita yang Diindikasikan Berbau Solar

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:13 WIB

Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:10 WIB

PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment

Senin, 29 Juni 2026 - 18:19 WIB

Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau

Berita Terbaru