Ancaman Gagal Panen di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pertanian Adaptif

- Reporter

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Meningkatnya risiko gagal panen akibat kondisi cuaca ekstrem dan banjir di Jawa Tengah menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. Menurut Heri, fenomena ini menunjukkan perlunya penyesuaian strategi pertanian dan kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap tantangan iklim dan risiko produksi.

Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa pada awal 2024 ribuan hektare lahan pertanian, terutama padi, mengalami genangan air akibat banjir di sejumlah kabupaten seperti Grobogan, Demak, Kudus, Jepara dan Pati.

Luas sawah yang tergenang banjir mencapai ribuan hektare, dengan potensi gagal panen menjadi ancaman nyata bagi produktivitas komoditas pangan utama di wilayah utara Jateng.

Pun di tahun 2025 hingga awal tahun 2026, ancaman gagal panen masih membayangi petani akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jateng.

Sebagaimana prediksi BMKG dan pemerintah provinsi bahwa badai/hujan ekstrem diperkirakan masih akan terjadi, yang membuat beberapa kabupaten ternacam bencana banjir serta longsor akibat curah hujan menengah hingga tinggi

Baca Juga :  Perda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Segera Diterapkan di Jateng

“Risiko gagal panen yang kita lihat bukan sekadar statistik. Ini nyata dirasakan di lapangan oleh petani di banyak wilayah. Banjir yang berkepanjangan menyulitkan proses tanam–panen dan berdampak pada keberlanjutan usaha tani,” kata Heri.

Ia menilai bahwa pola curah hujan yang tidak menentu dan kejadian banjir yang meluas menjadi dua faktor utama yang membuat kondisi pertanian semakin rentan. Banjir tidak hanya menyebabkan genangan pada awal masa tanam dan pertumbuhan, tetapi juga memicu gangguan hama dan penyakit tanaman yang sulit diantisipasi petani.

Dampak gagal panen telah terlihat sebelumnya. Pada musim kemarau panjang seperti yang terjadi akibat fenomena El Nino tahun 2023, sebanyak 40 hektare lahan pertanian (termasuk sawah) di Kota Semarang mengalami gagal panen atau puso karena kekeringan. Hal ini menyebabkan produktivitas lahan menurun dan kebutuhan pangan daerah harus dipenuhi dari luar wilayah.

Heri menilai bahwa persoalan ini membutuhkan pendekatan lintas sektor dan kebijakan yang tidak bersifat reaktif semata.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat program mitigasi risiko iklim dan memperluas akses adopsi teknologi pertanian adaptif iklim. Selain itu juga memantapkan dukungan terhadap infrastruktur pertanian yang dapat mengurangi dampak buruk cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Madrasah Hasil Swadaya Warga Diresmikan, Wagub Jateng Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama

“Kita perlu memastikan bahwa strategi kita mencakup kesiagaan di hulu dan hilir proses produksi. Ada kebutuhan nyata untuk memperkuat sistem irigasi yang fleksibel, alat pertanian yang sesuai dengan perubahan iklim, serta akses modal bagi petani untuk menerapkan teknologi adaptif,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluhan pertanian dan lembaga pendukung lain untuk membantu petani memahami skenario risiko cuaca dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

“Pertanian tidak lagi bisa dilihat sebagai aktivitas yang statis. Dengan perubahan cuaca yang makin sering terjadi, kita harus memperkuat ketahanan sistem pertanian kita—bukan hanya produksi untuk satu musim, tapi jangka panjang,” tambah Heri.

“Ini tantangan bersama. Kalau kita tidak bergerak sekarang, risiko gagal panen tidak hanya akan berdampak pada petani, tetapi juga pada stabilitas harga pangan dan ketahanan sosial masyarakat,” pungkas Heri.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Tetapkan Mahanni Yulindha sebagai Plt Bupati Klaten
Kembangkan Sport Tourism, Jateng Promosikan Kawasan Wisata BOKOR Lewat Ajang Lari
Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Ahmad Luthfi Tetapkan Mahanni Yulindha sebagai Plt Bupati Klaten

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kembangkan Sport Tourism, Jateng Promosikan Kawasan Wisata BOKOR Lewat Ajang Lari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Berita Terbaru