Perangi Stunting dan TBC, Pemprov Jateng Terus Jalankan Program Dokter Spesialis Keliling

- Reporter

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Masalah stunting dan tuberkulosis (TBC) menjadi persoalan penting dan mendasar di bidang kesehatan di Indonesia. Pemerintah baik pusat maupun daerah diminta untuk menangani secara cepat dan tepat.

“Jadi ini permasalahan kita bersama dan memerlukan penanganan yang sangat cepat. Presiden sudah perintahkan kepada kabinet untuk percepatan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai pembukaan Forum Ilmiah Tahunan dan Mukernas Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurutnya, penanganan masalah kesehatan seperti stunting dan tuberkulosis memerlukan peran sentral dari Ahli Kesehatan Masyarakat (AKM).

Ia juga menyoroti rawannya penyakit menular (zoonis) dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Misalnya rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kasusnya tinggi, juga penyakit lain yang dipicu oleh hewan seperti malaria dan demam berdarah.

Baca Juga :  Jateng Bangun 10 Embung Baru 2025, Perkuat Ketahanan Pangan Petani

“Nah inilah peran sentral dari para ahli kesehatan masyarakat yang pendekatannya tidak hanya dengan perangkat teknis medis yang klinikal, tetapi juga sosial dan gaya hidup, termasuk kesehatan hewan dan kesehatan alam,” katanya.

Menurut Pratikno, sinergi lintas sektoral sangat penting dalam penanganan masalah kesehatan. Sebagaimana yang dilakukan Gubernur Ahmad Luthfi dengan program speling dan program penanganan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Gubernur Jateng ini luar biasa aktif dalam urusan ini, mensinergikan berbagai macam program di lapangan, dengan mengajak kampus dan para ahli kesehatan masyarakat untuk bersama-sama menangani,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi yang paling utama.

Maka dari itu, Pemprov Jawa Tengah berusaha memberikan pelayanan paripurna terkait kesehatan melalui program dokter spesialis keliling (Speling) yang menjangkau ke desa-desa.

Baca Juga :  JQH Jateng Dukung Sukses Pelaksanaan dan Prestasi MTQ Nasional XXXI

Program Speling terus digencarkan hingga 13 Oktober 2025. Program ini telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyinggung terkait skrining (pelacakan) penderita TBC di Jawa Tengah yang juga diintegrasikan dengan program Speling.

Skrining itu dilakukan menggunakan alat portable pemeriksaan tuberkolosis. Sayangnya, alat masih terbatas. Alat tersebut menurutnya perlu diperbanyak.

“Program Speling kita sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk TBC kita butuh alat yang mobilitasnya bisa mencapai desa, saat ini masih kurang,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik, pihanya juga membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota. Bahkan melibatkan rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

“Termasuk kampus kami libatkan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematiknya,” kata dia.*

Berita Terkait

Ubah Limbah Jadi Cuan, PKK Jateng Ajak Warga Jual Minyak Jelantah Rp7.000 per Liter
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Ramaikan Semarang dengan Buku, Seni, dan Manuskrip Klasik
Jateng Ditunjuk Jadi Pilot Project, Pengadaan Pemerintah Kini Fokus UMKM dan Keberlanjutan
Posyandu 6 SPM Surakarta Hadirkan Layanan Kesehatan Mental Terintegrasi, Dapat Apresiasi Nawal Yasin
Pemprov Jateng Gerak Cepat Hadapi Kekeringan, 3,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Mahasiswa KKN Bantu Validasi Data Kemiskinan, Wagub Taj Yasin Siapkan Tindak Lanjut
Kredit Tak Dapat Dibatalkan Sepihak, Pengajuan Kredit Sesuai Kehendak Nasabah
Atasi Gap Gender di Dunia Kerja, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pemanfaatan Teknologi

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:30 WIB

Ubah Limbah Jadi Cuan, PKK Jateng Ajak Warga Jual Minyak Jelantah Rp7.000 per Liter

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:08 WIB

Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Ramaikan Semarang dengan Buku, Seni, dan Manuskrip Klasik

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:48 WIB

Jateng Ditunjuk Jadi Pilot Project, Pengadaan Pemerintah Kini Fokus UMKM dan Keberlanjutan

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:49 WIB

Pemprov Jateng Gerak Cepat Hadapi Kekeringan, 3,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:26 WIB

Mahasiswa KKN Bantu Validasi Data Kemiskinan, Wagub Taj Yasin Siapkan Tindak Lanjut

Berita Terbaru