Program MBG di Kudus Bantu Siswa Hemat dan Cukupi Gizi

- Reporter

Selasa, 14 Oktober 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Waktu istirahat siang di SMP Negeri 1 Jati, Kudus, suasana ramai dari biasanya. Di barisan panjang depan dapur sekolah, para siswa menenteng wadah makanan.

Hari itu menunya tak seperti biasa, makaroni dengan lauk tempe tepung stik, sayur jagung, dan buah pisang. Aroma gurihnya menyeruak, disambut tawa anak-anak yang sabar menunggu giliran.

Di antara mereka ada Qairin Alisha Alma, siswi kelas 9. Sambil tersenyum, ia bercerita sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan pemerintah, hidupnya berubah cukup signifikan, terutama di kantongnya.

“Sekarang bisa nabung Rp 5.000 tiap hari. Dulu uang itu buat beli nasi di kantin. Karena sudah dapat makan dari sekolah, jadi disimpan buat tabungan,” kata Alisha sapaannya, Selasa, 13 Oktober 2025.

Program MBG ini sudah berjalan sejak ia duduk di kelas 8. Setiap hari, pihak sekolah menyediakan makanan dengan menu berganti-ganti, dari nasi lauk ayam, burger, hingga mie ayam. Kini bahkan ada tambahan snack setiap Sabtu. “Bikin semangat sekolah,” katanya.

Tak hanya siswa, orang tua Alisha pun ikut merasakan manfaatnya. Ibu Alisha tak lagi perlu menyiapkan bekal atau memberi uang jajan berlebih.

“Ibu senang karena enggak perlu masak banyak. Uang saku bisa dikurangi, sebagian ditabung,” ujar Alisha menirukan ungkapan ibunya terhadap MBG yang diterimanya selama ini.

Harapannya terkait dengan program MBG ini, ungkapnya, akan selalu dijalankan terus dan menunya juga tambah enak. Ia juga berterima kasih dengan pemerintah atas program bagus omo.

Baca Juga :  Prabowo dan Ahmad Luthfi Tinjau SMAN 1 Cilacap, Siswa Apresiasi MBG dan Revitalisasi Sekolah

“Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena sudah menyediakan fasilitas makan bergizi gratis dengan Makan Bergizi Gratis ini, para siswa jadi bisa menabung,” ucapnya.

Siswa lainnya, Iqbal Maulana Zakaria, siswa kelas 9, juga antusias menikmati menu MBG. Menurut dia, rasanya enak dan gurih, sehingga tidak perlu lagi makan di rumah.

“Rasanya enak. Habis makan siang, sampai rumah kadang enggak makan lagi, langsung tidur,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Iqbal mengaku, sejak adanya program MBG, ia bisa menghemat uang jajan, sehingga uang yang bisanya buat beli makanan di kantin. Sekarang uangnya bisa ditabung.

Program MBG ini ia nikmati sejak duduk di kelas 8. Setiap hari, menunya berganti seperti burger, roti, hingga snack. “Kadang hari Sabtu juga dapat snack,” ujar Iqbal.

Bagi keluarganya, keberadaan program ini terasa membantu. Ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya berjualan.

“Dengan adanya makan gratis ini, pengeluaran keluarga jadi berkurang. Ibu juga senang karena saya sudah makan di sekolah,” tutur Iqbal.

Orang tuanya kerap menanyakan menu makanan di sekolah.

“Kadang ibu tanya, hari ini makan apa? Enak gak? Saya jawab, ayam sama sayuran dan enak. Jadi enggak perlu masak banyak-banyak,” katanya sambil tersenyum malu.

Iqbal berharap program MBG tetap berjalan dan semakin meluas. “Semoga tambah merata di seluruh pelosok Indonesia dan menunya juga ditambah,” ucapnya.

Kepala SMPN 1 Jati Kudus, Sumaryatun, mengatakan, kehadiran MBG membuat siswa di sekolahnya merasa bersyukur. Sampai saat ini terdapat sekitar 811 anak. Harapannya, program pemerintah ini bisa terus berjalan.

Baca Juga :  Putri Wagub Jateng Bawa Pulang Medali Perak di Ajang Coding Bergengsi 2026

“MBG ini diharapkan bisa tetap berlangsung. Kami berharap jangka panjangnya, dapat membantu siswa dalam mencukupi gizinya. Dari karbohidrat, protein, vitamin, bahkan susunya juga,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, sebelumnya meminta seluruh pihak terkait, dari orang tua siswa, guru, hingga penyedia makanan, terus membangun komunikasi terbuka agar program MBG berjalan sukses. Hal itu sebagaimana yang diinstruksikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memberi perhatian dan pengawasan terhadap program MBG.

“Teruslah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kebersihan lingkungan, penjamah makanan, dan sarana pendukung lainnya. Jika ada keluhan atau aduan, SPPG harus mau mendengar dan menindaklanjuti,” ungkap Yunita.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), sangat getol menyukseskan program unggulan presiden Prabowo ini. Mereka gerak cepat dengan mendorong semua SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Gubernur juga meminta semua daerah membentuk posko penanganan KLB (Kondisi Luar Biasa) MBG dengan membuka hotline pengaduan.
Hotline aduan program Makan Bergizi Gratis (MBG) provinsi bisa melalui nomor 0811-2622-000 dan Call center JNN 150945. Call Center SaberMaya Dinkes Kota Magelang di nomor 0851-4835-8535, Lapor Cepat Dinkes Kabupaten Banjarnegara di 0812-2900-1003, Hotline MBG Kabupaten Blora di 0811-2655-601, dan Hotline MBG Kota Pekalongan di 0852-2615-0966.*

Berita Terkait

Menko Polkam Dorong Taruna Akmil Perkuat Karakter, Wawasan, dan Jiwa Kepemimpinan
6,38 Juta Siswa di Jateng Dapat Pendidikan Koperasi, Pertama di Indonesia
Ratusan Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik untuk Pembelajaran STEAM Inovatif Anak
Atasi Ketimpangan Pendidikan, Jateng Fokus Data Anak Putus Sekolah di Lereng Sumbing–Merapi
Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri
Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng
Hafal 30 Juz di Demak, Santri Lamongan Raih Bisarah Pemprov Jateng
Jateng Siapkan Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:31 WIB

Menko Polkam Dorong Taruna Akmil Perkuat Karakter, Wawasan, dan Jiwa Kepemimpinan

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Ratusan Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik untuk Pembelajaran STEAM Inovatif Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Atasi Ketimpangan Pendidikan, Jateng Fokus Data Anak Putus Sekolah di Lereng Sumbing–Merapi

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Senin, 25 Mei 2026 - 16:53 WIB

Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng

Berita Terbaru