Bibit Waluyo Dirikan Dapur MBG Standar Nasional di Magelang

- Reporter

Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Program makan bergizi gratis (MBG) di Jawa Tengah juga mendapat dukungan penuh Bibit Waluyo. Mantan Gubernur Jateng 2028-2013 itu diam-diam membangun dapur untuk ikut memasak.

Dapur atau SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) itu berada di kecamatan Bandongan Magelang. Dibangun di atas lahan kebun di pinggir sawah.

Disebut-sebut dapur MBG paling standar. Bangunannya dari bahan besi. Alat-alat masaknya super canggih. Menghabiskan dana Rp 3 milliar lebih.

“Ini dapur yang benar-benar standar BGN (Badan Gizi Nasional). Bukan sekadar dapur masak, karena dibangun untuk jangka panjang hingga 50 tahun,” kata Bibit, yang baru saja mendapat jendral kehormatan (HOR) bintang empat dari presiden Prabowo, Jumat 10 Oktober 2025.

Dia mengaku, program MBG sangat bagus untuk membangun gizi anak bangsa. Karenanya harus disukseskan. Sampai-sampai, dia yang sudah usia 76 tahun pun ikut ambil bagian.

“Saya ini harusnya sudah tidur-tiduran saja, wong sudah tua. Tapi melihat program pak presiden Prabowo yang sangat bagus, saya harus membantu yang saya bisa. Meski berbiaya besar, saya pun rela untuk membangun dapur yang berkualitas,” imbuh mantan Pangdam IV/Diponegoro Semarang itu.

Setiap hari, dapur MBG Bibit Waluyo memasak 3500 an porsi. Untuk anak PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di sekitarnya. Yang istimewa dari dapurnya, memasak mulai jam setengah lima pagi. Sebab alat-alat masaknya sudah canggih dan cepat. Sehingga masakan bisa diantar ke sekolah jam 8 pagi masih dalam keadaan sedikit panas. Umumnya dapur memasak mulai jam dua malam.

Baca Juga :  Bandara Ahmad Yani Kembali Terhubung Global Lewat Rute Semarang–Singapura

“Sebetulnya jeda memasak dengan pengantaran bisa diatasi dengan alat masaknya. Tapi alat masak yang canggih memang mahal, tapi itulah standar yang diharapkan,” katanya.

Selain investasi gizi dan kecerdasan anak, Bibit menilai MBG juga membangkitkan ekonomi dan peluang kerja masyarakat. Dia sendiri mempekerjakan 47 warga sekitar. Selain itu bahan pasokan dapur juga diambil dari hasil pertanian dan ternak sekitar.

Programnya bagus. Tujuanya bagus. Menurutnya harus diteruskan sampai kapanpun dan siapaun presidenya kelak. Jika saat ini ada satu dua kejadian luar biasa sepeti keracunan, menurutnya sesuatu yang lumrah karena masih awal. Nanti lama-lama juga akan sempurna.

“Yang kurang diperbaiki, yang bagus diteruskan. Bukan untuk dihentikan. Juga jangan dipolitisir,” imbuhnya.

Keracunan di sebagian tempat itu, menurut Bibit juga menimbulkan tanda tanya. Misal sekolah dikirim masakan 200 porsi, tapi yang keracunan hanya 3 atau 10 anak.

“Harusnya kalau makanan itu mengandung racun, ya semuanya kena, tapi kok yang kena enggak semua,” tanyanya.
Dia menilai program MBG tidak sekadar memenuhi janji kampanye Prabowo. Tetapi punya tujuan jauh kedepan supaya generasi mendatang cerdas dan sehat. Sehingga mampu membawa kemajuan untuk bangsa kedepan.

Baca Juga :  Danamon Lepas Rombongan Nasabah Mudik Gratis untuk Sambut Idulfitri 2026

“Ini program yang sangat elok, program satu-satunya dalam sejarah tanah air kita, belum pernah ada sebelumnya negara kita memberi makan gratis bergizi untuk anak-anak,” jelasnya.

Bibit berharap semua pihak membantu program ini. Mulai gubernur, bupati/waliko, camat, lurah/kades, RT/RW dan masyarakat. Sehingga jika ada masalah cepat teratasi.

“Saya salut dengan pak Gubernur Ahmad Luthfi yang cepat merespon masalah yang muncul dengan membentuk Posko pengaduan, itu bukti gubernur benar-benar serius menyukseskan program pusat,” ucap Bibit.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), sangat getol menyukseskan program unggulan presiden Prabowo ini. Mereka gerak cepat dengan mendorong semua SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Gubernur juga meminta semua daerah membentuk posko penanganan KLB (Kondisi Luar Biasa) MBG dengan membuka hotline pengaduan.

Hotline aduan program Makan Bergizi Gratis (MBG) provinsi bisa melalui nomor 0811-2622-000 dan Call center JNN 150945. Call Center SaberMaya Dinkes Kota Magelang di nomor 0851-4835-8535, Lapor Cepat Dinkes Kabupaten Banjarnegara di 0812-2900-1003, Hotline MBG Kabupaten Blora di 0811-2655-601, dan Hotline MBG Kota Pekalongan di 0852-2615-0966.*

Berita Terkait

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, BPD Diminta Perbesar Dukungan bagi UMKM
Gus Yasin: Sinergi Pengusaha dan Buruh Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik
Luthfi Minta Daerah Perkuat Destinasi Wisata Ramah Muslim Berdaya Saing Global
BRI Brigjen Sudiarto Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Sosialisasi BCM
OJK Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Sinergi Lintas Sektor, Jateng Fokus pada Pangan dan Perikanan
BRI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Sosialisasi BCM Penanganan Banjir dan Kebakaran
Ahmad Luthfi Fokus Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah di Jateng
Auto 23 Semarang Shopping Center Suguhkan Deretan Mobil Terbaru dari 10 Brand Ternama

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, BPD Diminta Perbesar Dukungan bagi UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:37 WIB

Gus Yasin: Sinergi Pengusaha dan Buruh Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Luthfi Minta Daerah Perkuat Destinasi Wisata Ramah Muslim Berdaya Saing Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:54 WIB

OJK Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Sinergi Lintas Sektor, Jateng Fokus pada Pangan dan Perikanan

Senin, 1 Juni 2026 - 17:19 WIB

BRI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Sosialisasi BCM Penanganan Banjir dan Kebakaran

Berita Terbaru