Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Rengganis Pintar untuk Green Industry

- Reporter

Kamis, 18 September 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) dalam acara Jawa Tengah Green Industry 2025 di North Ballroom, Gumaya Tower Hotel, Kamis 18 September 2025.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) dalam acara Jawa Tengah Green Industry 2025 di North Ballroom, Gumaya Tower Hotel, Kamis 18 September 2025.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) dalam acara Jawa Tengah Green Industry 2025 di North Ballroom, Gumaya Tower Hotel, Kamis 18 September 2025.

Program ini diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng bersama Institute for Essential Service Platform (IESR).

Kepala Disperindag Jateng, Juli Emilia, mengatakan, program tersebut menjadi langkah penting memperkuat daya saing industri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Program Rengganis Pintar memiliki output strategis, antara lain pembentukan Forum Industri Hijau Daerah, instrumen pengukuran kesiapan IKM menuju industri hijau berupa indeks hijau, klinik konsultasi hijau, hingga edukasi generasi muda lewat proyek Rengganis Pintar,” kata.

Dijelaskan, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang memiliki indeks hijau sebagai alat ukur kesiapan industri kecil menengah dalam bertransformasi menuju green industry.

“Nanti ini akan kami laporkan ke Bapak Menteri agar bisa menjadi pilot project nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Nawal Yasin: Ternak Ayam Petelur Bisa Jadi Pilar Ketahanan Pangan Keluarga

Selain itu, Disperindag menghadirkan Klinik Konsultasi Hijau baik offline maupun online, serta menggandeng Dinas Pendidikan Jateng untuk memperkuat pendidikan karakter di SMA/SMK. Proyek percontohan dilakukan di 26 sekolah.

Sebagai bentuk kolaborasi, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Disperindag Jateng, IESR, Fakultas Teknik Undip, Fakultas Teknik UNS, dan KITB mengenai pendampingan transformasi industri hijau melalui Industrial Assessment Center (IAC). Prosesi ini disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kepala BSKJI Kemenperin RI.

“Event ini juga mengusung tiga zero: zero emission, zero waste, dan zero APBD. Penyelenggaraan sepenuhnya didukung mitra tanpa membebani anggaran daerah,” jelasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, transformasi industri hijau di Jawa Tengah sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Alhamdulillah, Pemprov Jateng bersama mitra hari ini meluncurkan program Rengganis Pintar. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden bahwa ke depan ekonomi hijau akan jadi basis pembangunan. Jawa Tengah punya potensi besar untuk itu,” kata Luthfi.

Baca Juga :  LG TV2519DV5J: Mesin Cuci Pintar yang Menjaga Kualitas Pakaian Anda

Ia mencontohkan sejumlah langkah energi terbarukan yang telah berjalan. “PLTS di Batang kini menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Di Kendal juga dibangun pembangkit tenaga surya. Potensi energi terbarukan lainnya melimpah. Ini yang akan kita dorong agar Jawa Tengah benar-benar jadi pilot project industri hijau nasional. Bukan hanya mimpi, tapi warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng juga memberi insentif pajak bagi pelaku industri yang akan berinvestasi di sektor hijau yang diatur berdasarkan Perda No. 12/2022 dan Pergub terkait petunjuk pelaksanaannya.

Perda ini mengatur kebijakan penanaman modal di Jateng, termasuk insentif dan kemudahan penanaman modal secara umum.

“Kami ingin semua pelaku usaha berlomba menerapkan industri hijau. Insentif ini bentuk dukungan Pemprov agar mereka berani bertransformasi, sekaligus menjaga daya saing Jateng di pasar global,” ungkapnya.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: Jateng Siap Jadi Basis Industri Padat Karya Baru, Pelabuhan Harus Diperkuat
Pelaku Usaha Nilai Jateng Kian Ramah Investor, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Hambatan Dituntaskan
Ahmad Luthfi Ajak 105 Investor Perluas Investasi, Buka Ribuan Lapangan Kerja di Jateng
BRI Semarang A. Yani Perkuat Sinergi dengan Kementerian PKP Jateng, Dukung Kelancaran Penyaluran Program BSPS 2026
The Park Semarang Ramaikan Liburan Sekolah dengan Sparktacular Holiday Wonderland, Sirkus Internasional dari Amerika Latin
Jateng Fair 2026 Tampilkan Riset dan Inovasi Bersama Produk Unggulan Daerah
Gebyar Hadiah Samsat 2026, Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dapat Hadiah Total Rp 385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram
Bank Mandiri Taspen Pastikan Aktivitas Perbankan Berjalan Normal di Purwokerto

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:03 WIB

Gubernur Luthfi: Jateng Siap Jadi Basis Industri Padat Karya Baru, Pelabuhan Harus Diperkuat

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:36 WIB

Pelaku Usaha Nilai Jateng Kian Ramah Investor, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Hambatan Dituntaskan

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:26 WIB

Ahmad Luthfi Ajak 105 Investor Perluas Investasi, Buka Ribuan Lapangan Kerja di Jateng

Senin, 29 Juni 2026 - 20:33 WIB

BRI Semarang A. Yani Perkuat Sinergi dengan Kementerian PKP Jateng, Dukung Kelancaran Penyaluran Program BSPS 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:29 WIB

The Park Semarang Ramaikan Liburan Sekolah dengan Sparktacular Holiday Wonderland, Sirkus Internasional dari Amerika Latin

Berita Terbaru