ketua Apindo Semarang Optimis Industri TPT tahun 2025 Tetap Tumbuh, Meski Berat

- Reporter

Senin, 24 Maret 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ketua APINDO kota Semarang Dedi Mulyadi. (tya)

ketua APINDO kota Semarang Dedi Mulyadi. (tya)

SEMARANG –  Kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat banjirnya  impor produk jadi dan lemahnya regulasi perlindungan industri padat karya,. Meski demikian pelaku usaha tetap optimis terhadap pertumbuhan industri TPT tahun ini.

Optimisme ini disampaikan ketua APINDO kota Semarang Dedi Mulyadi di Kantornya , Senin (24/3/2025). Hal ini dikarenakan  kondisi serupa juga dialami oleh beberapa negara  lainnya.  

“Situasi yang dihadapi Indonesia saat ini juga terjadi di negara-negara lain. Namun, dengan kolaborasi dan strategi yang tepat, kita optimis industri TPT nasional akan kembali membaik,” ujarnya.

Menurut Dedi,  negara-negara produsen tekstil dan garmen lainnya berjuang keras menyesuaikan regulasi mereka agar tetap kompetitif secara global. Indonesia juga harus terus berbenah untuk menjaga industri padat karya ini agar dapat menyerap tenaga kerja yang terus bertambah setiap tahunny.

Baca Juga :  Pertamina dan BPH Migas Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG di Semarang & Batang

“Adaptasi  dan kolaborasi pengusahadan penerintah sangat dibutuhkan agar industri TPT tetap tumbuh dan bisa bertahan, misalnya masalah perijinan dan lainnya,” ungkaonya.

Menurut Dedi tumbangnya raksasa garmen di Indonesia, menjadi pelajaran bagi para pengusaha untuk bisa menyiasati kondisi perekonomian di dalam negeri saat ini. Tujuannya, agar usaha yang telah dilakoni selama belasan atau puluhan tahun itu tetap bertahan dan berkembang.

“Saat ini, para pengusaha harus mampu adaptif terhadap kondisi perekonomian yang  tidak menentu atau tidak stabil,” katanya  saat ditemui di tempat usahanya di Kawasan Industri Wijayakusuma, Senin (24/3).

Menurut Dedy, situasi dan kondisi ekonomi saat ini memaksa banyak pengusaha harus mampu bertahan di tengah banyaknya hantaman produk impor sejumlah sektor. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar dan harus merumahkan para pekerjanya.

Dedy menjelaskan, ada beberapa perusahaan yang sudah memiliki nama besar harus tumbang karena tekanan ekonomi yang tidak tidak menentu sekarang. Oleh karena itu, para pengusaha harus dituntut bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini untuk bisa memertahankan usahanya dan tidak merumahkan pekerjanya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Dorong Anak Muda Olah Ikan Jadi Produk Kreatif

“Adaptasi yang bisa dilakukan, salah satu caranya dengan merelokasi industri yang sudah tidak bisa dipertahankan di daerah sebelumnya. Kalau mau jalan terus ya harus ada efisiensi,” kata Dedy.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, para pengusaha tidak hanya mampu membaca peluang pasar saja tetapi juga mampu beradaptasi dengan keadaan ekonomi saat ini.

Dedy menyebut, industri padat karya selama ini masih menjadi salah satu penopang perekonomian di dalam negeri karena mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak.

“Saya rasa, di Jawa Tengah ini industri padat karya masih dibutuhkan. Makanya banyak yang  pindah ke Jawa Tengah, kayak industri sepatu dan rokok,” pungkasnya. (*)

 

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru