Menu Sehat untuk Sang Pejuang Kecil, Poltekkes Semarang Dukung Orang Tua di YKAKI

- Reporter

Rabu, 3 September 2025 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Di balik senyum dan semangat anak-anak penyintas kanker, tersimpan perjuangan panjang yang tidak hanya berkaitan dengan pengobatan medis, tetapi juga kebutuhan dasar berupa asupan gizi yang tepat. Malnutrisi masih menjadi masalah serius pada pasien kanker anak, dengan angka kejadian mencapai 6–50 persen. Kondisi ini dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup mereka.

Untuk membantu para orang tua menghadapi tantangan tersebut, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Semarang mengadakan pendampingan di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang pada Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini bertujuan membekali orang tua dengan pengetahuan sekaligus keterampilan menyusun menu sehat bagi anak yang tengah menjalani perawatan kanker.

Baca Juga :  Ibadah Haji Makin Nyaman, BPJS Kesehatan Sosialisasi ke Calon Jamah Haji di Kabupaten Demak

Dalam sesi edukasi, tim pengabdi menjelaskan diet khusus penderita kanker anak, strategi menghadapi efek samping kemoterapi yang sering mengganggu nafsu makan, serta pentingnya memilih bahan makanan yang aman dan bergizi. Tidak berhenti di teori, acara juga menghadirkan praktik langsung melalui demonstrasi memasak menu seimbang.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberi bekal nyata bagi orang tua agar lebih percaya diri dalam menyediakan makanan untuk anak mereka. Asupan gizi yang baik sangat berperan dalam mempercepat pemulihan,” ungkap Ana Yuliah, Ketua Tim Pengabdi.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Terima Hibah ToyaKU, Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara

Kanker anak sendiri masih menjadi penyebab kematian kedua terbanyak pada anak di dunia setelah trauma tidak disengaja. Jenis yang paling sering ditemukan di antaranya leukemia, tumor otak, neuroblastoma, dan kanker tulang. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya dokter, tetapi juga keluarga dan lingkungan.

Melalui sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial seperti YKAKI, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya bersama untuk mendukung para pejuang kecil agar tetap kuat menjalani terapi, sekaligus memberi harapan bagi orang tua bahwa mereka tidak berjuang sendirian.(**)

Berita Terkait

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri
Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng
Hafal 30 Juz di Demak, Santri Lamongan Raih Bisarah Pemprov Jateng
Jateng Siapkan Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru
Luthfi Tegas di Pembukaan SPMB Jateng: Titipan Langsung Dicoret
Belajar Kepemimpinan Sejak Dini, Anak TK Kunjungi Kantor Wagub Jateng
Lewat Speling, Jateng Percepat Deteksi TBC dan Tekan Kasus Stunting di Desa
Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Penghafal Al-Qur’an, Tiap Tahun Capai 2.000 Santri

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Senin, 25 Mei 2026 - 16:53 WIB

Dari 161 Peserta, Sebanyak 15 Tim Lolos Final Lomba Artikel Pemprov Jateng

Senin, 25 Mei 2026 - 05:36 WIB

Hafal 30 Juz di Demak, Santri Lamongan Raih Bisarah Pemprov Jateng

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:56 WIB

Jateng Siapkan Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:27 WIB

Luthfi Tegas di Pembukaan SPMB Jateng: Titipan Langsung Dicoret

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB