Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung

- Reporter

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun hybrid sea wall atau tanggul pantai berbasis solusi alam (nature-based solution) di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Pembangunan tanggul sepanjang sekira 930 meter tersebut dilakukan, untuk mengurangi ancaman abrasi, gelombang laut, dan banjir rob.

Infrastruktur itu dirancang tidak hanya mengandalkan konstruksi beton, tetapi juga mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir. Selain menghadang air laut, hybrid sea wall juga akan mengurangi abrasi dan mengembalikan daratan dalam Jangka panjangnya.

Kepala Bidang Sungai, Bendungan, dan Pantai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Andis Setiyo Septiyantok mengatakan, pembangunan tersebut memiliki panjang total sekitar 930 meter. Pekerjaan meliputi bangunan utama sepanjang sekitar 700 meter, serta bangunan groin atau pemecah gelombang sepanjang lebih dari 200 meter. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 26 November 2026.

“Bis-bis beton ini untuk menahan gelombang laut. Nanti di belakangnya akan ditumbuhi mangrove-mangrove, yang diharapkan bisa menahan gelombang laut, menahan abrasi, dan mengembalikan garis pantai atau tanah yang hilang,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, pendekatan hybrid sea wall menggabungkan perlindungan melalui konstruksi beton dengan pemulihan vegetasi pesisir. Beton berfungsi melindungi mangrove yang masih tumbuh agar dapat berkembang hingga besar, kemudian menjadi benteng alami untuk menghadapi gelombang laut.

Baca Juga :  Kemenko Pangan Tunjuk Jateng Jadi Pilot Project Penguatan Kemitraan MBG

Andis menjelaskan, keberadaan mangrove juga diharapkan membantu menahan dan menangkap sedimen, sehingga daratan pesisir yang terkikis dapat terbentuk kembali. Dalam jangka panjang, pembangunan itu ditujukan untuk mengurangi abrasi dan rob, sekaligus menahan laju air laut yang masuk ke daratan.

“Kalau mangrove saja yang ditanam, otomatis nanti tidak bisa sampai besar. Harapannya, ini sebagai pelindung agar mangrovenya bisa besar, kemudian menjadi pelindung alami terhadap pantai-pantai kita,” jelasnya.

Untuk tahun ini, pembangunan hybrid sea wall baru menjangkau Desa Surodadi. Andis menyebut, desain penanganan kawasan tersebut secara keseluruhan mencapai sekitar 10 kilometer. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan usulan dan realisasi anggaran.

“Harapannya bisa dibangun secara menyeluruh, agar menjadi solusi terkait abrasi di sini,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyambut baik pembangunan tersebut. Dia mengatakan, pemerintah desa bersama masyarakat mendukung pelaksanaan proyek, termasuk membantu kelancaran pekerjaan dan distribusi material di lokasi.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Tingkatkan Akses Penyandang Disabilitas ke Layanan Publik

Namun, Supriyanto berharap, pembangunan tidak berhenti pada tahap yang saat ini dikerjakan. Menurutnya, jarak kawasan yang perlu dilindungi di wilayah desanya mencapai sekitar dua kilometer, sehingga penanganan sepanjang kurang lebih 930 meter, belum mencakup seluruh kawasan yang membutuhkan perlindungan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapan kami, pembangunan hybrid sea wall dilanjutkan, karena sangat membantu mengurangi abrasi, paling tidak agar kami tetap bisa bertahan dengan baik seperti dulu,” kata Supriyanto.

Dia menjelaskan, abrasi menjadi persoalan serius di kawasan pesisir Demak. Selain Sayung, wilayah pesisir Kecamatan Karangtengah, Bonang, dan Wedung juga menghadapi persoalan serupa.

“Kami berharap penanganan abrasi dilakukan secara menyeluruh, agar perlindungan di satu kawasan tidak membuat wilayah pesisir lain luput dari perhatian,” harapnya.

Supriyanto menambahkan, upaya perlindungan pesisir perlu disertai keterlibatan masyarakat dalam penanaman dan perawatan mangrove. Pemerintah desa, kata dia, siap mengajak warga melakukan mitigasi secara berkelanjutan, untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Desa Surodadi.

“Kami mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini,” tandasnya.***

Berita Terkait

Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima
Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus
Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara
Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani
Tak Lagi Berjuang Sendiri, Warga Kendalrejo Dapat Dukungan Rumah hingga Usaha
Ahmad Luthfi Pulihkan Hak Petani Pagilaran, 1.947 Sertifikat Tanah Siap Dikembalikan
Ahmad Luthfi Sambut Pangdam Baru, Sinergi TNI dan Pemprov Jateng Diperkuat
Jambore Pemuda 2026 di Solo, Pemprov Jateng Siapkan Generasi Penerus Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani

Berita Terbaru