Wagub Taj Yasin Ajak Majlis Dzikir di Batang Doakan Jateng Tetap Ayem dan Damai

- Reporter

Kamis, 4 September 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan kehadiran majlis dzikir dan manakib menjadi sarana umat untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjaga keberkahan daerah.

Hal itu ditekankan Gus Yasin, saat menghadiri majlis dzikir Jamiyyah Manakib Jawahirul Ma’ani, yang menggelar Manakib ke-21 di Pondok Pesantren Ar Roudloh, Limpung, Batang, Kamis, 4 September 2025.

Acara tersebut dirangkai dengan Maulidurrosul SAW, dzikir, istighosah, serta doa bersama.

Hadir dalam kegiatan ini, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Ar-Raudhah Babadan Limpung, KH Ahmad Sholeh, Wakil Bupati Batang, serta pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Babadan.

“Nabi Muhammad lahir di tanggal 12 Maulid. Beliau yang pertama diciptakan Allah, wujudnya cahaya atau nur. Para nabi setelahnya dititipi nur tersebut sehingga selamat dari bala dan musibah,” ujar Gus Yasin.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Maksimalkan Aset Daerah, Satgas Pandawa Fokus Tingkatkan PAD

Ia menambahkan, kehadiran umat dalam majlis dzikir dan salawat membawa berkah tersendiri.

“Tidak ada orang yang hadir dalam kegiatan seperti ini membawa masalahnya. Sepulang dari sini, lanjutkan istighosahnya. Itu bagian dari menjaga Nur Muhammad,” lanjutnya.

Menurutnya, doa para ahli ibadah sangat dibutuhkan bagi ketenangan masyarakat.

“Pemerintah butuh didoakan agar daerah ayem. Beberapa hari lalu banyak demo, yang pusing tentu kepala daerah. Dengan doa, suasana bisa kembali tenang,” kata Taj Yasin.

Baca Juga :  Rumah Apung di Timbulsloko Selesai Dibangun, Warga Demak Akhirnya Terlepas dari Rob

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga mengutip ayat Al-Qur’an, QS Al-Anbiya ayat 107: Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin. Ayat ini, jelasnya, menjadi pengingat bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat dan pembawa kasih sayang untuk seluruh alam.

“Kalau pemerintah mau berzikir, ketempelan ayat tadi, maka akan takut mengambil uang rakyat. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga semangat ini. Doakan kami agar bisa memimpin dengan baik. Kami juga siap dikritik, sebab pemimpin tidak mungkin melihat semua hal. Tapi dengan masukan, kita bisa menyelesaikan bersama,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Tinggal 19 Hari, Jateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto

Berita Terbaru