Tak Sekadar Meriah, MTQ Nasional XXXI di Jateng Tinggalkan Kesan Mendalam

- Reporter

Minggu, 13 September 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam, 12 September 2026, menjadi perhelatan yang memadukan syiar, budaya, hiburan, dan semangat persaudaraan.

Kemeriahan itu pun menuai pujian dari peserta, pembina kafilah, hingga warga yang menyaksikan langsung. Sejumlah peserta menilai penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah kali ini memiliki atmosfer berbeda. Bukan hanya dari sisi kemeriahan acara, tetapi juga fasilitas, suasana religius, serta sambutan masyarakat yang dinilai hangat.

Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Muhlasin, menjadi salah satu peserta yang mengapresiasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Menurut dia, pelaksanaan di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan dibanding penyelenggaraan sebelumnya, terutama dari sisi fasilitas dan lokasi kegiatan.

“Kegiatan MTQ di Jawa Tengah ini saya kira lebih meriah daripada yang sebelumnya. Fasilitasnya juga begitu luas. Audionya juga begitu kencang,” ujar Muhlasin.

Menurutnya, Lapangan Simpang Lima menjadi lokasi yang strategis dan nyaman untuk menggelar acara berskala nasional. Area yang luas dan panggung berukuran besar membuat rangkaian pembukaan dapat dinikmati masyarakat.

“Tempatnya strategis dan begitu nyaman. Tempatnya begitu luas, panggungnya juga lebar. Jadi, saya kira ini lebih bagus daripada tahun-tahun yang lalu,” katanya.

Muhlasin berharap penyelenggaraan MTQ pada masa mendatang dapat terus berkembang dan menghadirkan kemeriahan yang lebih besar.

“MTQ yang ke depan mudah-mudahan lebih meriah lagi dan lebih sukses daripada tahun-tahun dulu,” ujarnya.

Kesan mendalam juga dirasakan Pelatih dan Pembina MTQ Cabang Maluku Utara, Drs H Umar Mukhtar. Bagi Umar, pengalaman mengikuti MTQ Nasional di Jawa Tengah tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana para kafilah diterima dan berbaur dengan masyarakat.

“Kita lihat kondisi masyarakatnya begitu menyatu. Dan menyatu dengan masyarakat itu hal yang sangat menggembirakan kami. Mulai dari sopir dan sebagainya itu sudah sangat menggembirakan kami ketika tiba di bandara,” katanya.

Ia juga mengaku terkesan dengan kuatnya nuansa keagamaan yang dirasakan selama berada di Jawa Tengah.

“Dalam perjalanan kita lihat suasana, nilai Islamnya sangat tinggi sekali. Itu sangat-sangat luar biasa,” ujar Umar.

Banyaknya masjid dan aktivitas keagamaan yang ditemui sepanjang perjalanan, kata dia, turut memberikan kesan tersendiri.

Baca Juga :  Usai Tiga Pekan Mengungsi, 100 Warga Jateng Dipulangkan dari Aceh

“Kita lihat masjidnya begitu banyak dan di mana-mana. Ketika kedengaran selawat atau suara azan itu sudah menggembirakan kepada kami,” tuturnya.

Tak hanya suasana religius, keragaman kuliner di Semarang dan Jawa Tengah juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi Umar. Bahkan, ragam makanan yang ditemuinya mengingatkan dia pada kampung halamannya.

“Dari sisi kulinernya itu sangat luar biasa sekali. Tidak beda jauh dengan Ternate. Itu membuat kami ingat terus Ternate,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Kafilah Lampung, Haji Makmur, menyoroti tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut para peserta MTQ Nasional XXXI.

“Sangat luar biasa dari penyambutan, kemudian kita lihat antusias masyarakat yang hadir dalam pembukaan ini. Pokoknya sangat luar biasa,” ujarnya.

Namun, bagi Makmur, kemeriahan bukanlah tujuan utama MTQ. Di balik kompetisi antarkafilah, terdapat pesan yang lebih besar, yakni membangun persaudaraan dan menumbuhkan sportivitas.

“Masing-masing provinsi mengirim utusan ke sini untuk berlomba. Berlombalah yang sportif. Juara memang diharapkan oleh semua provinsi, tetapi itu bukan satu-satunya,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran tidak berhenti di panggung perlombaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan para qari dan qariah.

“Persaudaraan, kompetisi yang baik itu yang kita harapkan, sehingga nilai-nilai Alquran itu bisa terjawantahkan dalam kehidupan para qari dan qariah itu sendiri,” ujar Makmur.

Makmur juga menyambut baik gagasan agar MTQ Nasional digelar setiap tahun. Menurut dia, penyelenggaraan tahunan dapat membuat persaingan antardaerah semakin kompetitif sekaligus mendorong pembinaan qari dan qariah secara berkelanjutan.

“Kalau mau dilakukan MTQ setiap tahun sekali itu justru lebih bagus. Karena akan menjadi lebih kompetitif persaingan-persaingan di antara (provinsi),” katanya.

“Alquran itu, qari dan qariah akan bertumbuh kembang di setiap provinsi masing-masing,” imbuhnya.

Kesan serupa datang dari warga, terutama generasi muda. Puji, perantau asal Lampung yang telah dua tahun tinggal di Semarang, mengaku baru kali ini menyaksikan pembukaan acara sebesar MTQ dengan konsep semeriah tersebut.

“Keren banget, baru kali ini melihat acara sekeren ini. Sebelumnya belum pernah ada,” kata Puji.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Menko Polkam Satukan Langkah Pimpinan TNI-Polri dan Kejaksaan

Fida, warga asal Blora, juga memberikan penilaian serupa. Ia berharap acara dengan konsep seperti pembukaan MTQ Nasional dapat lebih sering digelar di Jawa Tengah.

“Keren banget, ke depan sering diadain acara seperti ini,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti agar kedatangan rombongan kafilah dari 37 provinsi disambut sebaik mungkin. Mereka harus merasa nyaman dan pulang membawa pengalaman yang berkesan.

“Alhamdulillah, pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah berlangsung sangat meriah dan megah. Kita ingin menunjukkan bahwa MTQ bukan hanya milik para kafilah, tetapi juga milik seluruh masyarakat,” ungkap Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin.

Acara pembukaan dikemas dengan perpaduan syiar Alquran, seni budaya, dan kreativitas, sehingga masyarakat bisa ikut merasakan kegembiraan dan kemeriahan MTQ ini.

Di beberapa sudut Lapangan Simpang Lima dipasang videotron berukuran besar. Masyarakat yang memadati lapangan bisa melihat dengan jelas dan nyaman. Masyarakat yang antusias bahkan sampai memenuhi jalan raya di seputaran Simpang Lima. Mereka rela menggelar alas dan duduk di jalan.

Kemegahan acara ini tetap membawa pesan kedamaian, persaudaraan, kebersamaan, dan keberagaman. Jawa Tengah ingin memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah.

“Mudah-mudahan dari Jawa Tengah, MTQ Nasional ini tidak hanya sukses penyelenggaraannya, tetapi juga memancarkan kedamaian dan kebersamaan untuk Indonesia,” ungkap Ahmad Luthfi.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima diawali dengan defile kafilah dari 37 provinsi. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan rangkaian seremoni pembukaan.

Kemasan acara semakin semarak dengan atraksi tari Rato Jaroeh yang dibawakan SMAN 4 Semarang. Ratusan penari juga tampil dalam tari kolosal Kisah Tanah Jawi yang membawa kisah budaya Jawa ke tengah panggung MTQ Nasional. Kemeriahan ditutup dengan lantunan lagu-lagu religi dari penyanyi Opick yang turut menghibur masyarakat dan para kafilah.

Perpaduan antara syiar agama, seni budaya, hiburan, dan keterlibatan masyarakat tersebut membuat pembukaan MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi seremoni pembuka kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana persaudaraan.***

Berita Terkait

SP PLN Satukan Ribuan Pegawai, Perjuangkan Kesejahteraan dan Tolak Power Wheeling
Tolak Dominasi Swasta, SP PLN Perjuangkan Kedaulatan Energi Nasional
Zharev Education Center Raih Penghargaan Bergengsi Berkat Pembinaan Calon Abdi Negara
BBM Nelayan, Energi Hijau, hingga Tanah Yayasan Jadi Aspirasi Warga kepada Wapres dan Sekda Jateng
TNI AL Gandeng ESDM Dalami Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Apresiasi atas Kualitas Layanan
BRI Dukung Apresiasi Pendonor Darah PMI Semarang melalui Berbagai Layanan
Pengadaan Beras BULOG Pecahkan Rekor, Jateng Serap 406 Ribu Ton

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:44 WIB

SP PLN Satukan Ribuan Pegawai, Perjuangkan Kesejahteraan dan Tolak Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Tolak Dominasi Swasta, SP PLN Perjuangkan Kedaulatan Energi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Zharev Education Center Raih Penghargaan Bergengsi Berkat Pembinaan Calon Abdi Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:01 WIB

BBM Nelayan, Energi Hijau, hingga Tanah Yayasan Jadi Aspirasi Warga kepada Wapres dan Sekda Jateng

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

TNI AL Gandeng ESDM Dalami Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang

Berita Terbaru