Taj Yasin Ajak Forum Anak Kawal Pendidikan dan Cegah Perkawinan Anak

- Reporter

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Persoalan anak tidak cukup diatasi orang dewasa. Karena itu Forum Anak didorong menjadi bagian dari upaya mencari solusi, termasuk dalam mencegah perundungan, putus sekolah, perkawinan usia anak, hingga kekerasan terhadap anak.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026, di Aula Sumbing BPSDMD, Kota Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dia menekankan, Forum Anak Jawa Tengah harus terus mengambil peran sebagai pelopor sekaligus pelapor atau 2P. Anak-anak tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga dan melindungi teman sebaya.

“Pelopor untuk perubahan menuju Indonesia emas, menuju kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita. Baik itu dari putus sekolah, dari pernikahan dini, dan yang saat ini menarik juga menjadi pelapor terkait kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak,” kata Taj Yasin, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Menurutnya, keberadaan Forum Anak selama ini telah membantu pemerintah dalam menyuarakan berbagai persoalan anak. Salah satunya dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan sekaligus mencegah perkawinan usia anak.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberanian anak untuk menyuarakan pilihan melanjutkan pendidikan menjadi salah satu bentuk perubahan yang perlu terus diperkuat.

“Dengan adanya forum anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan. Kami enggak nikah dulu, Pak. Kami masih pengin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Baznas Jateng dan Pemprov Hadirkan Keceriaan Lewat 8.000 Paket Sembako

Ia juga meminta Forum Anak aktif terlibat dalam proses pembangunan. Menurut Taj Yasin, pemerintah membutuhkan masukan langsung dari anak agar kebijakan yang disusun turut menjawab kebutuhan mereka.

“Kami butuh untuk musrenbang, kami butuh untuk masukannya dari anak-anak. Kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah ini,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Uswatus Hasanah, mengatakan, Forum Anak Jawa Tengah telah menjadi salah satu kanal untuk menangkap aspirasi anak dari berbagai daerah.

Forum tersebut berdiri sejak 2009 dan kini memiliki perwakilan di 35 kabupaten/kota. Selain menjadi ruang menyampaikan pendapat dan mengembangkan kreativitas, Forum Anak juga dilibatkan dalam proses pembangunan melalui Musrenbangwil, Musrenbang kabupaten/kota, hingga tingkat desa.

“Kalau mau tahu kejernihan suara anak di Jawa Tengah adalah melalui Forum Anak Jawa Tengah,” kata Uswatus.

Ia menambahkan, peran Forum Anak juga berkembang dari sekadar menyampaikan aspirasi menjadi aksi melalui gerakan Jogo Konco. Gerakan tersebut mendorong anak untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan teman sebaya, termasuk menjadi bagian dari advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.

Baca Juga :  TMMD Reg ke-128 di Sragen, Danrem Ajak Warga Rawat Hasil Pembangunan

“Jadi bukan hanya menyampaikan aspirasi tapi juga bergerak dalam mengambil aksi,” ujarnya.

Upaya memperluas keterlibatan anak juga dilakukan melalui Forum Anak Go To School. Program tersebut telah menjangkau sekitar 200 sekolah dan melibatkan sekitar 30.000 anak setiap tahun. Materi yang diberikan antara lain mengenai hak anak, kesehatan, perundungan, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 diikuti 100 anak dari Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat jejaring, konferensi tahun ini sekaligus menjadi bagian dari reorganisasi kepengurusan untuk memilih Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng Prajnaputra Piyakusuma mengatakan, konferensi tidak semata menjadi program kerja. Tetapi juga ruang bagi anak untuk saling bertukar pengalaman dan membawa pengetahuan baru ke daerah masing-masing.

“Kami berharap teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan juga bisa membawa bekal bagi teman-teman pribadi dan juga bagi teman-teman yang ada di kota kabupaten teman-teman masing-masing,” katanya.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi”. Tema tersebut menggambarkan proses regenerasi Forum Anak yang terus melahirkan gagasan baru, sekaligus meneruskan gagasan baik dari generasi sebelumnya.***

Berita Terkait

Hadapi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Jateng Tekankan Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Gatotkaca Ikut Nobar Timnas di Gubernuran, Luthfi Siap Gelar Nobar Final
Hakim Tegaskan Tak Ada Kesalahan Bank, Dika Divonis Penjara dan Bayar Ganti Rugi
BMKG: Musim Hujan Jateng Mundur hingga November akibat El Nino
35 Peserta Berhak Lanjut Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng
Gubernur Luthfi Siapkan Empat Sumur untuk Jaga Produktivitas Pertanian Sukoharjo
Sekda Jateng: Pancasila Terbukti Menjaga Persatuan Indonesia
Sekda Jateng Dorong Ikan Segar dari Pesisir Menjangkau Wilayah Tengah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Hadapi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Jateng Tekankan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Taj Yasin Ajak Forum Anak Kawal Pendidikan dan Cegah Perkawinan Anak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Gatotkaca Ikut Nobar Timnas di Gubernuran, Luthfi Siap Gelar Nobar Final

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Hakim Tegaskan Tak Ada Kesalahan Bank, Dika Divonis Penjara dan Bayar Ganti Rugi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BMKG: Musim Hujan Jateng Mundur hingga November akibat El Nino

Berita Terbaru