Solusi Hunian Adaptif, 20 Rumah Apung Dibangun di Pesisir Demak

- Reporter

Rabu, 22 April 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah ancaman bencana rob, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun 20 unit rumah apung sepanjang 2026 di pesisir Demak. Program ini sebagai solusi adaptif agar warga tetap memiliki hunian layak di wilayah yang kian tergerus air laut.

Pembangunan rumah apung tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng. Program ini menyasar wilayah pesisir yang selama ini menjadi langganan rob, khususnya Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan, bantuan rumah apung menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan lingkungan pesisir yang kerap terendam air laut.

“Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga :  Bukan Karena Tambang, Ini Faktor Utama Banjir dan Longsor di Gunung Slamet

Ia menegaskan, program ini dijalankan dengan skema kolaboratif sejalan dengan semangat “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Pendekatan kerja bersama dinilai penting dalam menghadapi persoalan kompleks seperti rob.

“Pak Gubernur selalu menekankan kerja super team, bukan super man. Itu yang kami terapkan dalam penanganan permukiman di kawasan terdampak bencana,” kata Boedyo.

Hingga akhir 2025, total 15 unit rumah apung telah terbangun. Rinciannya, satu unit prototipe pada 2023, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit pada 2025 hasil dukungan CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak.

Pada 2026, jumlah pembangunan ditingkatkan menjadi 20 unit, terdiri atas 19 unit di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Sebanyak 17 unit di antaranya dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Minta Organisasi Tani Fokus Kurangi Kemiskinan, Bukan Sekadar Kepengurusan

Saat ini, proses pembangunan telah dimulai sejak Maret 2026 dengan tiga unit tahap awal. Penerima manfaat antara lain Rokank warga Desa Bedono serta
Krisma dan Ngadiyanto warga Desa Timbulsloko. Seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada Mei 2026.

“Saat ini sudah mulaj proses pembangunan dan ditargetkan selesai bulan Mei mendatang,” ungkapnya.

Boedyo berharap program ini mampu menjadi solusi bagi warga pesisir, agar tetap dapat tinggal dengan aman dan nyaman di tengah ancaman rob yang terus berulang.

“Selama ini rob menjadi masalah utama bagi warga. Kami berharap rumah apung ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan hunian yang lebih layak,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru