RS Kardiologi Emirates-Indonesia Resmi Beroperasi, Luthfi: Level Tertinggi Layanan Jantung Ada di Jateng

- Reporter

Rabu, 19 November 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Jawa Tengah kini mempunyai Rumah Sakit Kardiologi tercanggih di Indonesia. Rumah sakit berfasilitas kesehatan modern itu bernama RS Kardiologi Emirates-Indonesia (RS KEI). Lokasinya di kawasan Solo Technopark, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Theyab Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, meresmikan RS KEI, Rabu, 19 November 2025.

“Saya menyambut baik adanya rumah sakit yang jadi simbol persahabatan UEA-Indonesia. Dengan ini kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia,” kata Presiden.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ikut mendampingi Presiden Prabowo saat peresmian. RS KEI merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Seluruh biaya konstruksi ditanggung oleh UEA, sementara operasionalnya dikelola Kementerian Kesehatan RI.

Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan RS KEI di Surakarta menjadi keuntungan bagi Jawa Tengah. Apalagi rumah sakit tersebut memiliki peralatan dan fasilitas tercanggih.

“Ini rumah sakit jantung tercanggih, terutama di Jawa Tengah. Total ada empat rumah sakit dengan peralatan tercanggih di Indonesia. Ini menjadi kebanggaan Provinsi Jawa Tengah punya rumah sakit yang canggih, terutama terkait layanan jantung,” kata Ahmad Luthfi.

Diungkapkan, peresmian tersebut menandakan pelayanan penuh RS KEI sekaligus akan menjadi sentral pelayanan pasien khusus penyakit jantung di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Nana Sudjana Harap Si-Manis Mart Direplikasi di Semua Daerah

Ahmad Luthfi menjelaskan, rumah sakit tersebut tidak hanya terkait pemenuhan layanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kerja sama bilateral Indonesia–UEA pada bidang kesehatan.

Selaras dengan itu, RS KEI juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjadikan Solo menjadi tempat rujukan medical tourism. Masyarakat dapat menghemat biaya pengeluaran daripada berobat ke luar negeri.

“Solo akan kita ciptakan (sebagai tujuan medical tourism). Kalau perlu menjadi “Penangnya” Indonesia dan Jawa Tengah. Tentunya dengan pelayanan dan fasilitas kesehatan atau rumah sakit bagus,” jelas Ahmad Luthfi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menambahkan, problem kesehatan masih menjadi masalah krusial di Jawa Tengah dan Indonesia.

Penyakit seperti kanker, jantung, uronefro (saluran kemih dan ginjal), dan stroke termasuk yang terbanyak menyebabkan kematian dan anggaran besar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada triwulan III 2025, tingkat kunjungan penyakit jantung di layanan kesehatan sebanyak 94.612 pasien.

Tren pasiennya cenderung meningkat. Sepanjang 2024, total pasien jantung sebanyak 94.752 orang. Data tersebut bersumber dari survei kesehatan Indonesia (SKI).

Baca Juga :  Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

“Rumah sakit kardiologi (jantung) ini untuk menjadi pusat di Jawa Tengah. Jadi kalau misalnya ada yang perlu dilakukan penanganan jantung advance, tidak perlu ke RS Harapan Kita,” katanya.

Yunita menjelaskan, selama ini di Jawa Tengah belum ada rumah sakit khusus jantung. Adanya rumah sakit umum yang memiliki pelayanan jantung.

Jumlah rumah sakit di Jawa Tengah tercatat 366 unit dengan 47.200 tempat tidur. Dari jumlah itu, baru terdapat 28 layanan cathlab. Adapun 18 di antaranya tersambung dengan BPJS, sehingga belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Baru ini rumah sakit khusus jantung. Nanti akan diintegrasikan dengan rumah sakit lain di Jateng,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah dokter spesialis jantung di Jawa Tengah baru 150 orang. Terdiri atas 25 dokter jantung intervensi atau yang bisa menggunakan cathlab dan 14 orang dokter bedah torax kardiovaskular (BTKV).

Sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, akan dilakukan akselerasi pemenuhan dokter spesialis, termasuk spesialis jantung.

“Padahal Jawa Tengah itu membutuhkan 203 orang. Perbandingan dokter spesialis idealnya 1 banding 1000. Kita masih 0,3 untuk yang spesialis. Makanya di Purwokerto kemarin kita buka RSPPU untuk percepatan produksi dokter spesialis, khususnya spesialis dasar,” ungkap Yunita.***

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, Menko Polkam Satukan Langkah Pimpinan TNI-Polri dan Kejaksaan
Ancaman El Nino Meningkat, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla
INTI Lantik Pengurus Baru, Hashim Djojohadikusumo Dorong Persatuan dan Kolaborasi Kebangsaan
Menko Polkam Tantang LPM Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
Program MBG Didorong Lebih Transparan, DPP API Sampaikan 10 Rekomendasi ke BGN
Menko Polkam: Sinergi Semua Pihak Kunci Menjaga Indonesia Tetap Aman dari Terorisme
Wamenko Polkam Ajak Tinggalkan Politik Transaksional demi Demokrasi Berkualitas
Demi Generasi Emas, Menko Polkam Minta Seluruh Elemen Bangsa Perangi Narkotika

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Perkuat Sinergi, Menko Polkam Satukan Langkah Pimpinan TNI-Polri dan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Ancaman El Nino Meningkat, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:06 WIB

INTI Lantik Pengurus Baru, Hashim Djojohadikusumo Dorong Persatuan dan Kolaborasi Kebangsaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Menko Polkam Tantang LPM Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:01 WIB

Program MBG Didorong Lebih Transparan, DPP API Sampaikan 10 Rekomendasi ke BGN

Berita Terbaru