Petani Pekalongan Rasakan Manfaat Program Irigasi dari Gubernur Ahmad Luthfi

- Reporter

Rabu, 12 November 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membawa dampak nyata bagi petani. Salah satunya adalah kemudahan air untuk mengairi sawah dan bisa meningkatnya hasil panen.

Seperti yang dialami para petani di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Setelah mendapat bantuan pembangunan irigasi tersier, petani tak lagi kesulitan mendapatkan air irigasi di area pertanian miliknya.

Kemudahan mendapat air tersebut membuat petani mampu meningkatkan kuantitas masa tanam. Bahkan juga mempengaruhi kualitas hasil panen.

Eko Supriyadi, Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Krandon, mengatakan, sebelum mendapatkan bantuan pembangunan irigasi, aliran air hanya mampu mengairi 20 hektare. Setelah ada jaringan irigasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kini 40 hektare lebih yang diairi.

“Ini sangat bagus dan sangat berguna bagi petani. Bahkan air yang mengalir dari jaringan irigasi itu, juga dapat mengairi sawah sampai ke desa tetangga,” kata Eko, Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga :  Pameran Difabel Tunjukkan Potensi Besar, Sekda Ajak Publik Dukung

Dijelaskan, hingga saat ini ada 60 lebih petani di desanya yang dapat memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk mengairi sawahnya.

“Cerita petani kesulitan mendapatkan air, tidak ada lagi. Petani di sini sangat senang dan merasa diperhatikan pemerintah,” lanjutnya.

Rustayin, petani di Desa Krandon, mengatakan, bantuan saluran irigasi tersebut membuat air mudah dan hasil panen melimpah. Dari masa tanam hanya dua kali, kini bisa dilakukan tiga kali dalam setahun. Selain itu, hasil panen yang mulanya hanya 6 ton per hektare, bertambah menjadi 7 ton lebih.

“Saya sangat senang sekali. Dulunya tanam itu hanya dua kali, sekarang bisa tiga kali. Hasil panennya bisa mencapai 7 ton lebih per hektare. Dulu panennya 6 ton,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan, bantuan ini sesuai dengan program Gubernur Ahmad Luthfi, Jawa Tengah menjadi daerah penumpu pangan nasional. Untuk itu, perlu dilakukan sejumlah program untuk mendorong terwujudkan hal tersebut.

Baca Juga :  Di Bawah Ahmad Luthfi, 281 Ribu Rumah Warga Miskin di Jateng Berhasil Dibangun

“Salah satunya adalah program bantuan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Di tahun 2025 kami sudah menyelesaikan bantuan jaringan irigasi di sembilan kabupaten,” ungkapnya.

Ditambahkan, adapun nanti di perubahan ditambah lagi untuk 22 kabupaten/kota. Dari total bantuan jaringan irigasi tersier, ada 180 kelompok tani yang mendapatkan manfaatnya.

Selain jairngan irigasi, lanjut Fransisco, bantuan juga dilakukan dengan irigasi perpompaan. Saat ini sudah 15 kelompok tani yang menerima bantuan tersebut. Ada juga program petani zilenial, untuk proses regenerasi petani, sekaligus inovasi di dunia pertanian modern.

“Ini yang memang Pak Gubernur bantu, supaya ketersediaan yang ada bisa memaksimalkan lahan,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa hasil panen di Jawa Tengah sudah mencapai 11.360.000 ton gabah kering.
“Secara angka, kita sebetulnya sudah melampaui dari target,” tandasnya.*

Berita Terkait

Rumah Sakit Harapan Sehat Hadir, Jawab Kebutuhan Layanan Kesehatan Masyarakat Tegal dan Sekitarnya
BRI Region 10 Semarang Dukung Penyaluran Program BSPS 2026 di Jawa Tengah
Sekda Jateng: Data Pemerintah Jangan Sampai Dibobol atau Diintervensi
Pemprov Jateng Maksimalkan Aset Daerah, Satgas Pandawa Fokus Tingkatkan PAD
Pemprov Jateng Buka Pasar Raya 2026, Perkuat Ekosistem Seni dan Ekonomi Kreatif
Konflik Bertahun-tahun Disampaikan ke Luthfi, Pemprov Siap Petakan Solusi
Tragedi Perlintasan Semarang, Luthfi Beri Santunan dan Ingatkan Utamakan Keselamatan
THE PRINT Gelar Forum Nasional dan Luncurkan Buku Prabowonomics pada 6 Agustus 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:13 WIB

Rumah Sakit Harapan Sehat Hadir, Jawab Kebutuhan Layanan Kesehatan Masyarakat Tegal dan Sekitarnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:46 WIB

BRI Region 10 Semarang Dukung Penyaluran Program BSPS 2026 di Jawa Tengah

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:24 WIB

Sekda Jateng: Data Pemerintah Jangan Sampai Dibobol atau Diintervensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:31 WIB

Pemprov Jateng Maksimalkan Aset Daerah, Satgas Pandawa Fokus Tingkatkan PAD

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:17 WIB

Konflik Bertahun-tahun Disampaikan ke Luthfi, Pemprov Siap Petakan Solusi

Berita Terbaru