Penanganan Banjir Tirto Pekalongan Dipercepat, Wagub Jateng Kerahkan Alat Berat

- Reporter

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Aduan warga yang mengeluhkan banjir berkepanjangan di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, langsung direspons Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Setelah dihubungi salah seorang warga, Taj Yasin turun langsung ke lokasi dan memastikan pengerahan alat berat untuk penanganan darurat, khususnya peninggian tanggul dan normalisasi sungai.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengungkapkan laporan pertama ia terima saat berada di Pekalongan untuk menghadiri agenda lain.

Seorang warga kemudian menghubungkannya dengan empat kepala desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan Pacar.

Dari komunikasi tersebut, diketahui banjir telah menggenangi wilayah itu hingga 17 hari.

Menurut Gus Yasin, permintaan warga relatif sederhana, yakni keberadaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai.

Ia menilai langkah tersebut penting sebagai bagian dari normalisasi sungai sekaligus penguatan tanggul agar luapan air tidak terus berulang.

“Yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak, hanya alat berat untuk meninggikan tanggul. Ini bagian dari normalisasi sungai sekaligus membangun tanggul,” ujar Gus Yasin, usai meninjau Sungai Sengkarang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga :  Purwokerto Half Marathon 2026 Bidik Dua Rekor MURI dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Ia juga mengapresiasi kesadaran warga yang mulai memahami salah satu penyebab banjir berasal dari aktivitas di bantaran sungai.

Pemanfaatan bantaran secara tidak terkendali, kata dia, menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai sehingga saat hujan deras, air mudah melimpas.

“Masyarakat sudah menyadari bahwa ini juga akibat aktivitas kita sendiri di bantaran sungai. Saat musim hujan, akhirnya melimpah dan menimbulkan banjir. Karena itu kami segera turunkan alat berat,” tegasnya.

Harmonis, warga Desa Tegaldowo, mengaku muncul inisiatif mengadu lantaran tahu Wagub Jateng sedang berkunjung ke Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an, Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan.

“Telepon pertama tidak diangkat kemudian beliau menelepon balik,” katanya.

Menurutnya, tanggul sungai sudah lama membutuhkan peninggian, tetapi Pemda Pekalongan tak kunjung melakukannya.

“Untuk pemda sendiri kurang memperhatikan, mungkin karena masalah anggaran yang tidak mampu,” katanya.

Baca Juga :  Produksi Beras Nasional Dijaga, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menjelaskan dampak banjir telah melumpuhkan aktivitas warga. Akses keluar-masuk desa terputus dan hanya bisa dilalui menggunakan perahu. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 90 sentimeter.

“Kami minta Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan airnya banyak berasal dari sana,” ujar Budi.

Sementara itu, relawan setempat, Muhammad Nizar, menyebut banjir dipicu kombinasi beberapa faktor. Selain hujan lokal, terdapat kiriman debit air besar dari wilayah selatan serta limpasan Sungai Sengkarang.

Kondisi rob di pesisir juga memperparah situasi karena menghambat pembuangan air ke laut.

Ia menambahkan, meskipun pompa banjir telah dioperasikan, kapasitasnya belum mampu mengimbangi besarnya volume air.

“Pompa jalan terus, tapi debit airnya terlalu besar. Jadi belum bisa mengatasi seratus persen,” ujarnya.

Relawan bersama warga telah membentuk posko dan memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.

“Kelompok rentan kami evakuasi, sementara pemuda bertahan untuk menjaga rumah,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru