Pemprov Jateng Pastikan Bisyarah Penghafal Quran Tanpa Diskriminasi KTP

- Reporter

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG – Bisyarah untuk para penghafal Al Quran, akan diberikan kepada semua santri yang melaksanakan hafalan di Jawa Tengah. Tidak memandang warga Jawa Tengah atau luar Jawa Tengah.

“Selama melakukan hafalan di Jawa Tengah, tidak memandang KTP mana, tetap dapat hadiah,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen saat memberikan sambutan Haflah Khotmil Qur’an Madrasah Qur’anil Majid (MQM) Ponpes Assalafiyyah Al Mas’udiyyah Putri 02 dan Ponpes Blater Madinatul Qur’an ke 6,di Pondok Pesantren Blater Madinatul Qur’an Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu 13 Desember 2025.

Siapa saja yang menghafal Al Quran di Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki hak untuk mendapatkan bisyarah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapannya, agar kebaikan dari Al Quran tersebut akan membawa berkah bagi jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  Dari Lantai Tanah ke Harapan Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Berikan Rumah Layak untuk Buruh Tani di Susukan

Program bisyarah untuk penghafal Quran, telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Bisyarah tersebut berupa hadiah sebesar Rp 1 juta, kepada penghafal 30 juz.

Pemprov Jateng juga memiliki program beasiswa untuk santri untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, baik kampus dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menyampaikan, bagaimana Al Quran membawa umat kepada kemuliaan.

Dia mencontohkan, sahabat Nabi Muhammad yang masuk dalam katagori inklusi. Ada Abdullah Bin Mas’ud, yang tubuhnya kecil, dan kondisi fisiknya sering diolok-olok orang. Siapa sangka, justru menjadi ulama yang masyhur, dan sahabat nabi yang disegani.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang Kejari Bengkalis: Naik Tipe A, Predikat WBK dan Peringkat Ketiga Nasional KPK Award 2024

Sahabat lainnya, Abu Hurairah, yang intelektualnya tidak menonjol. Bahkan, jika di tes, IQ nya di bawah rata-rata. Namun demikian, kata Gus Yasin, justru menjadi perawi hadits terkemuka.

“Pendidikan inklusi sudah diajarkan Nabi Muhammad sejak dahulu. Dan ini diimplementasikan oleh pondok pesantren, dengan menjadi pelopor pendidikan inklusi. Siapa pun diterima untuk belajar Al Quran, tidak hanya kalangan yang hebat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, diberikan bisyarah kepada tujuh penghafal 30 juz Al Quran. Tasyakuran juga menghadirkan 86 penghafal 30 juz binnadzri, dan 145 penghafal juz 30 bil ghoib.

Tasyakuran ditutup dengan doa khotmil Quran oleh Dr KH Mu’tashim Billah, pengasuh pondok pesantren Sunan Pandanaran Sleman, Yogyakarta.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru