PAUD dan Posyandu Jateng Gandeng Kampus, Fokus Penguatan Mental Anak dan Keluarga

- Reporter

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di bawah naungan Hj Nawal Arafah Yasin, M.S.I, Posyandu Jawa Tengah dan PAUD Jateng terus melebarkan sayap. Untuk meningkatkan layanan dan kinerja, Posyandu dan PAUD Jateng menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip).

Langkah kolaborasi ini untuk mewujudkan kerjasama atau MoU yang sudah dilakukan Pemprov Jateng dengan 44 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, diantaranya Undip.

“Ada beberapa program yang bisa kita kolaborasikan dengan Fakultas Psikologi Undip, diantaranya penguatan kapasitas tenaga didik PAUD, pemulihan trauma pasca bencana, Psikologi klinik kesehatan mental, pelatihan, KKN tematik, pembuatan modul, dan lainya, yang sudah menjadi program Posyandu dan PAUD Jateng,”kata Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, saat berkunjung ke Fakultas Psikologi Undip di Tembalang Semarang, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurut Ning Nawal, panggilan akrabnya, dalam semangat kerja gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), antara pemerintah dengan akademik harus di kolaborasikan. Sebab masing-masing punya potensi untuk memajukan pelayanan kepada masyarakat.

“Maka, kami melakukan penjajagan, mana diantara program Posyandu dan PAUD yang bisa di kerjasamakan. Kami lakukan asesmen dan diskusi, yang nantinya kita tindaklanjuti dengan membuat PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara Fakultas Psikologi Undip dengan Posyandu dan Bunda PAUD Jateng,”imbuh isteri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), itu.

Baca Juga :  Fish Market Day Dorong Konsumsi Ikan, Tekan Inflasi Jawa Tengah

Menurut Ning Nawal, saat ini Posyandu telah mengalami transformasi. Selain pisah dari PKK dan berdiri sendiri, Posyandu harus melayani 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal). Yakni Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, dan Sosial.

“Maka untuk menyukseskan 6 SPM itu membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk kampus,” jelasnya.

Untuk PAUD, menurut Ning Nawal, Jawa Tengah punya 5 program unggulan. Pertama, Jateng Sayang PAUD, yakni mendorong semua pihak untuk memberi dukungan dan penghargaan kepada pengelola PAUD. Kedua, PADU EMAS (PAUD Berbasis Masyarakat), yakni PAUD yang didirikan oleh swadaya masyarakat. Ketiga, SEDULUR PAUD (Siji Deso Loro PAUD), yakni mewujudkan minimal dua PAUD setiap desa. Keempat, CILUKBA (Crito lan Dolanan Kaliyan Bapak) dan AYAH SEMANAK (Ayah Sehari Bersama Anak PAUD), yakni meningkatkan peran dan interaksi orang tua kepada anak. Kelima, Kemitraan Semesta, yaitu melibatkan dukungan pihak lain seperti kampus, CSR, Ormas, organisasi profesi, media, influenser, dan lainya.

Baca Juga :  Putri Wagub Jateng Bawa Pulang Penghargaan dari Kompetisi Robot Internasional

“PAUD ini jadi prioritas juga, karena kita menjalankan kebijakan anak usia 0-6 tahun wajib satu tahun PAUD. Di Jawa Tengah baru 16 persen anak terlayani PAUD. Kami ingin 50 persen lebih nantinya,”ucap wanita yang juga Ketua TP PKK Jawa Tengah itu.

Karenanya, Bunda PAUD Jateng terus mendorong terwujudnya PAUD Emas, PAUD Berbasis Masyarakat, selain PAUD pemerintah, agar layanan sekolah PAUD semakin banyak. Dari paparan yang disampaikan, di Jateng ada 27.608 PAUD, 911.218 siswa, dan 52.208 guru PAUD.

“Banyak kami temui PAUD Emas ini. Di Semarang Barat ada PAUD Tirta Kenanga milik warga. Guru-gurunya relawan kader PKK. Orang tua bayarnya ada yang tukar sampah,” katanya.

Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof. Dian Ratna Sawitri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, yang menerima kehadiran Ning Nawal, menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan. Kerjasama bisa dalam bentuk penguatan kapasitas, pendidikan atau pelatihan guru PAUD, day care, dan lainya.

“Kami harapkan terjalin kerjasama yang lebih erat lagi, mengenai area psikologi keluarga dan kesehatan mental. Juga kerjasama pemberdayaan masyarakat, pendidikan kader PAUD dan Posyandu, pengelolaan siswa berkebutuhan kusus, hingga pemulihan kesehatan mental di area bencana,”jelasnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru