Luthfi Sebut Kreativitas Anak Muda Penting untuk Ketahanan Ekonomi Daerah

- Reporter

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan ekonomi kreatif tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Sektor ini, kata dia, harus mampu menjadi motor pembuka lapangan kerja baru sekaligus menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat. Komitmen itu ditandai dengan peluncuran program Gekrafs Peduli oleh Gekrafs Jawa Tengah di Ibis Styles Hotel Semarang Simpang Lima, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Luthfi mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor yang fleksibel dan dapat dijalankan siapa saja tanpa dibatasi usia, tempat, maupun waktu. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat didorong untuk menciptakan peluang ekonomi yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus bisa menciptakan ekonomi untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” ujar Luthfi.

Program Gekrafs Peduli yang diinisiasi Gekrafs Jawa Tengah mengusung tema “Tumbuh dalam Rasa, Bergerak dalam Makna.” Program tersebut diharapkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mengintegrasikan kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah perlu diimbangi dengan penguatan sektor ekonomi kreatif agar mampu menciptakan peluang usaha baru secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Jelang Libur Panjang, Pertamina Amankan Pasokan Energi di Jateng DIY

Ia menilai pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada pendapatan asli daerah (PAD) maupun APBD. Oleh sebab itu, pelaku usaha dan masyarakat dituntut terus berinovasi serta membangun ruang ekonomi baru.

“Kita tidak boleh mengandalkan diri sendiri, tapi harus menciptakan kreativitas investasi ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan baru yang terus berkembang dan berkelanjutan,” kata Gubernur yang duet memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin itu.

Luthfi juga menyinggung ketahanan sektor ekonomi mikro saat pandemi Covid-19. Ketika banyak sektor usaha besar mengalami perlambatan, usaha kecil dan ekonomi berbasis masyarakat justru mampu bertahan dan menjadi penopang kehidupan warga.

Menurut dia, pelaku UMKM seperti pedagang kaki lima hingga usaha kuliner rumahan membuktikan bahwa ekonomi rakyat memiliki daya tahan kuat menghadapi krisis.

Selain itu, ia menilai dinamika global seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dan China, hingga konflik Timur Tengah turut memengaruhi perekonomian nasional dan daerah. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif dituntut terus mencari terobosan baru agar tetap bertahan dan berkembang.

“Para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” ujarnya.

Baca Juga :  Bandara Ahmad Yani Kembali Terhubung Global Lewat Rute Semarang–Singapura

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi langkah Gekrafs Jawa Tengah yang menghadirkan program berbasis kepedulian sosial.

“Atas nama Gubernur, saya mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif Gekrafs Jawa Tengah melalui Gekrafs Peduli,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan, Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya bicara soal kreativitas dan keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

“Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi saja, tapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita,” ujar Berty.

Ia menegaskan program tersebut tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gekrafs Peduli direncanakan berlangsung rutin setiap bulan dan menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lain yang membutuhkan.

Untuk memperluas dampak sosial, Gekrafs Jawa Tengah juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, dunia usaha, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Peluncuran Gekrafs Peduli turut dihadiri Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapian. Kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim serta tausyiah oleh Muhammad Assad.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru