Kasus Campak Meningkat, Pemprov Jateng Gencarkan Deteksi Dini dan Imunisasi

- Reporter

Rabu, 8 April 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN – Meningkatnya kasus suspek campak di sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak awal 2026 mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat. Imunisasi massal dan deteksi dini kini digencarkan hingga ke tingkat desa guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) yang lebih luas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 7 April 2026, tercatat sebanyak 2.188 kasus suspek campak tersebar di berbagai wilayah. Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan temuan tertinggi mencapai 501 kasus, disusul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus. Puncak temuan terjadi pada Januari 2026 dengan 834 kasus.

Dari total suspek tersebut, sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium, sementara 18 kasus lainnya dinyatakan positif rubella. Sebaran kasus positif campak terbanyak berada di Cilacap sebanyak 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus, serta Klaten dengan 6 kasus campak dan 1 rubella.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang duet dengan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, penanganan campak kini menjadi prioritas bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga :  Pemprov Jateng Catat 5,7 Juta Penerima Manfaat MBG, 1.836 SPPG Telah Beroperasi

“Kita lakukan deteksi dini di sejumlah wilayah dengan temuan tinggi seperti Cilacap, Kudus, dan Klaten. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, peningkatan kasus dipengaruhi oleh belum optimalnya cakupan imunisasi dasar pada anak, sehingga tingkat kekebalan tubuh terhadap campak masih rendah. Karena itu, lanjutnya, percepatan imunisasi dilakukan secara serentak dengan target cakupan mendekati 90 persen.

“Capaian vaksinasi terus kita tingkatkan agar penyebaran tidak meluas,” katanya.

Dijelaskan, selain percepatan imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya ruam merah pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Pencegahan harus masif, disertai pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Untuk mempercepat cakupan imunisasi, Pemprov Jateng juga mengintegrasikan program ini dengan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hingga pelosok desa.

Baca Juga :  Bisa Berbahasa Jawa, Dua Siswa SD Dapat Hadiah dari Wagub Taj Yasin

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan, mayoritas kasus suspek campak ditemukan pada anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa dengan imunitas rendah.

“Pencegahan utama adalah imunisasi. Selain itu, jika sakit sebaiknya menggunakan masker, melakukan isolasi, dan menjaga jarak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Irma Makiah dari Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, yang menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Di sisi lain, dukungan masyarakat terhadap program imunisasi juga terus menguat. Salah satu warga Klaten, Kiki Kumala, menyebut imunisasi campak sangat penting bagi perlindungan anak, terutama di tengah meningkatnya kasus.

“Ini imunisasi kedua untuk anak saya. Program seperti ini sangat membantu karena gratis. Harapannya kesehatan anak-anak ke depan semakin baik,” ujarnya.

Dengan langkah terpadu antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Jawa Tengah berharap penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Tetapkan Mahanni Yulindha sebagai Plt Bupati Klaten
Kembangkan Sport Tourism, Jateng Promosikan Kawasan Wisata BOKOR Lewat Ajang Lari
Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Ahmad Luthfi Tetapkan Mahanni Yulindha sebagai Plt Bupati Klaten

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kembangkan Sport Tourism, Jateng Promosikan Kawasan Wisata BOKOR Lewat Ajang Lari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Berita Terbaru