Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kesetaraan sebagai Kunci Pelayanan Publik

- Reporter

Rabu, 17 Desember 2025 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pelayanan publik yang ideal harus berlandaskan pada prinsip kesetaraan antara pelayan dan masyarakat. Menurutnya, birokrasi yang melayani hanya dapat terwujud jika tidak ada sekat antara subjek dan objek pelayanan.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi narasumber dalam acara Diseminasi Praktik Baik Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB di The Tribrata Hotel Darmawangsa, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri PAN-RB serta perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Syaratnya melayani adalah antara subjek dan objek harus setara. Siapapun yang melayani masyarakat, tidak boleh merasa sebagai ndoro atau tuan. Mau gubernur, bupati, wali kota, atau pejabat lainnya, semua harus setara dalam memberikan pelayanan,” tegas Ahmad Luthfi.

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa teknologi dan aplikasi memang penting dalam mendukung pelayanan publik. Namun, kualitas sumber daya manusia sebagai pelayan masyarakat tetap menjadi kunci utama.

Baca Juga :  Welfare State Jawa Tengah dalam Kerangka Pembangunan Daerah

“Sebaik apapun fitur pelayanan yang kita miliki, kalau subjeknya tidak baik atau tidak mengerti, ya tidak berarti,” ujarnya.

Ia mencontohkan langkah awal yang diambil Pemprov Jateng dengan menyatukan berbagai aplikasi layanan menjadi satu platform terpadu bernama Ngopeni Nglakoni. Tujuannya adalah menyederhanakan akses dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk merespons aduan masyarakat dalam waktu maksimal 1×24 jam. Selain itu, ia menginisiasi konsep Rumah Rakyat di Kantor Gubernur dan Bakorwil eks karesidenan, sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, dan mencari solusi bersama.

“Kurang lebih 38 juta masyarakat Jawa Tengah pasti punya banyak pemikiran. Maka kita persempit pada kebutuhan dasar mereka agar pelayanan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, Pemprov Jateng menerapkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Program intervensi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) misalnya, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan dinas kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial untuk menangani aspek lain seperti stunting, pengangguran, dan kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Program MBG Diperluas di Magelang, Petani Hingga Peternak Bisa Jadi Penyuplai Bahan Baku

“Itu yang membuat angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dan 3,3 juta masyarakat miskin berhasil dientaskan,” ungkap Ahmad Luthfi.

Contoh lain, lanjutnya, adalah Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menghadirkan dokter spesialis ke desa-desa untuk memberikan layanan kesehatan gratis. Program ini diintegrasikan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), gerakan pangan murah, dan pemberian bantuan sosial.

“Semua OPD terkait terlibat. Kita ingin masyarakat datang, mendapatkan layanan kesehatan, dan sekaligus terbantu secara ekonomi,” ungkapnya.

Dengan pendekatan yang menekankan kesetaraan, respons cepat, dan kolaborasi lintas sektor, Ahmad Luthfi berharap pelayanan publik di Jawa Tengah dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru