CJIBF 2026 Jadi Panggung Investasi Hijau, Jateng Tawarkan 21 Proyek Strategis

- Reporter

Senin, 11 Mei 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas memperkuat investasi dan industri hijau melalui pembukaan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026.

Forum investasi tahunan itu dibuka langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Mengusung tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth,” CJIBF 2026 menjadi panggung promosi investasi Jawa Tengah sekaligus penguatan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok industri berkelanjutan.

Gubernur Ahmad Luthfi yang duet bersama Wagub Taj Yasin, mengatakan, CJIBF yang telah memasuki tahun ke-10 itu menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, hingga kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di Jawa Tengah.

“CJIBF ini kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah, mitra, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita,” kata Luthfi usai acara.

Menurutnya, investasi menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun dengan total 24 ribu proyek dan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.

Baca Juga :  Grand Opening Immoderma di Semarang Barat: Hadir Lebih Dekat dengan Promo Perawatan Gratis

Sementara sepanjang 2025, nilai investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 110 triliun. Angka tersebut turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menjadi 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

“Artinya, untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelasnya.

Untuk menopang iklim investasi, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru. Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Banyak yang sudah kita siapkan, 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance oleh pemerintah pusat agar bisa cepat,” ujarnya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu daerah paling strategis dalam peta investasi nasional. Bahkan, capaian investasi Jawa Tengah pada 2025 maupun triwulan I 2026 termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Dari Alas Kaki ke Baterai, Peta Investasi Jateng Mulai Bergeser

“Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30 persen kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini CJIBF diharapkan bisa menjaga angka pertumbuhan realisasi investasi ini,” kata Todotua.

Dalam forum tersebut, Jawa Tengah juga menawarkan sekitar 21 proyek strategis kepada calon investor dalam dan luar negeri. Sejumlah investor asing, termasuk dari Jepang, disebut mulai menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke Jawa Tengah.

Todotua menilai arah investasi Jawa Tengah ke depan sangat potensial karena mulai fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan energi hijau, ditopang pertumbuhan sektor manufaktur yang masif.

“Salah satunya Jepang sudah interested untuk masuk. Ke depan Jawa Tengah akan diarahkan pada hilirisasi dan investasi green energy,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang menyiapkan tambahan kawasan industri baru. Menurutnya, keberadaan kawasan industri akan mempercepat proses perizinan sekaligus memperkuat konektivitas logistik dan infrastruktur industri.

“Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya.***

Berita Terkait

BRI Semarang A. Yani Perkuat Sinergi dengan Kementerian PKP Jateng, Dukung Kelancaran Penyaluran Program BSPS 2026
The Park Semarang Ramaikan Liburan Sekolah dengan Sparktacular Holiday Wonderland, Sirkus Internasional dari Amerika Latin
Jateng Fair 2026 Tampilkan Riset dan Inovasi Bersama Produk Unggulan Daerah
Gebyar Hadiah Samsat 2026, Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dapat Hadiah Total Rp 385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram
Bank Mandiri Taspen Pastikan Aktivitas Perbankan Berjalan Normal di Purwokerto
Bappenas Angkat Jempol, Dari Speling hingga Investasi Jateng Jadi Percontohan
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
Jawa Tengah Dilirik Investor India untuk Pengembangan Produk Pertanian dan Energi Surya

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:33 WIB

BRI Semarang A. Yani Perkuat Sinergi dengan Kementerian PKP Jateng, Dukung Kelancaran Penyaluran Program BSPS 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:29 WIB

The Park Semarang Ramaikan Liburan Sekolah dengan Sparktacular Holiday Wonderland, Sirkus Internasional dari Amerika Latin

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:08 WIB

Jateng Fair 2026 Tampilkan Riset dan Inovasi Bersama Produk Unggulan Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:56 WIB

Gebyar Hadiah Samsat 2026, Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dapat Hadiah Total Rp 385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:04 WIB

Bank Mandiri Taspen Pastikan Aktivitas Perbankan Berjalan Normal di Purwokerto

Berita Terbaru