Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Grobogan, Siap Ganti Baru

- Reporter

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Perum Bulog memastikan Minyakita yang diduga mengeluarkan aroma menyerupai solar di Kabupaten Grobogan akan ditarik dan diganti oleh produsen. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus untuk memastikan bantuan pangan yang diterima warga tetap memenuhi standar mutu dan aman dikonsumsi.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari sejumlah wilayah di Grobogan. Bulog kemudian berkoordinasi dengan produsen Minyakita, PT KMR, guna menelusuri dugaan adanya kendala kualitas pada produk dari batch tertentu.

Menurut Rendy, produsen telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab mengganti seluruh produk yang diduga mengalami masalah kualitas. Proses penggantian akan segera dilakukan setelah pendataan produk yang sudah tersalur ke masyarakat selesai sembari produsen menyiapkan produk pengganti.

“Produk yang terindikasi bermasalah akan diganti oleh produsen. Kami juga akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya serta memperketat pemeriksaan terhadap produk yang dipasok oleh pihak ketiga,” ujar Rendy.

Ia menegaskan, Bulog belum dapat menyimpulkan penyebab munculnya aroma tidak normal tersebut. Karena itu, produk akan diuji di laboratorium untuk memastikan sumber permasalahan sekaligus mengetahui apakah terdapat ketidaksesuaian terhadap standar mutu yang berlaku.

Baca Juga :  Halalbihalal di Rembang, Taj Yasin Serukan Maaf Tanpa Sekat

Selama proses pemeriksaan berlangsung, Bulog mengedepankan langkah pencegahan dengan menarik produk yang dilaporkan bermasalah dari peredaran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi menggunakan produk tersebut hingga hasil pengujian laboratorium keluar.

Selain menarik produk, Bulog juga semakin memperketat pengawasan terhadap proses pengadaan dan distribusi Minyakita. Pemeriksaan akan dilakukan lebih ketat terhadap produk yang dipasok oleh pihak ketiga agar kualitasnya benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara cepat agar masyarakat memperoleh produk yang aman dan layak dikonsumsi,” katanya.

Keluhan mengenai Minyakita tersebut bermula dari Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Sejumlah warga penerima bantuan pangan mengaku mencium aroma menyengat menyerupai solar saat Minyakita kemasan dua liter dipanaskan untuk menggoreng.

Baca Juga :  Luthfi Ajak Buruh Jateng Peringati May Day Secara Damai dan Produktif

Aroma yang tidak biasa itu membuat warga khawatir terhadap kualitas minyak goreng yang mereka terima. Beberapa penerima bantuan bahkan memilih menghentikan penggunaan produk tersebut sambil menunggu penjelasan dari pihak terkait.

Laporan warga kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Penadaran. Pemerintah desa selanjutnya berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk melakukan pendataan serta penanganan.

Sebagai langkah awal, seluruh penerima bantuan diminta mengumpulkan kembali Minyakita yang diduga bermasalah ke balai desa. Pendataan dilakukan untuk memudahkan proses penarikan, penggantian produk, sekaligus mendukung penelusuran terhadap batch yang dilaporkan warga.

Bulog memastikan masyarakat tidak perlu panik. Seluruh produk yang terindikasi bermasalah akan diganti oleh produsen sehingga penerima bantuan tidak dirugikan.

Sementara itu, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab munculnya aroma tidak normal pada Minyakita tersebut. Hasil pemeriksaan juga akan menjadi bahan evaluasi guna memperkuat pengawasan distribusi dan menjaga kualitas bantuan pangan pemerintah ke depan.***

Berita Terkait

Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman
HUT ke-81 Jateng, Dari Harapan Warga hingga Capaian Pembangunan
Rayakan Hari Jadi ke-81, Jateng Pilih Sederhana dan Peduli NTT
545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi Tegaskan Masyarakat adalah Penggerak Utama Pembangunan
Persiapan MTQ Nasional ke-31 Capai 90 Persen, Jateng Siapkan 6.180 Personel
Gus Yasin Beri Semangat Korban Bullying di Kebumen, Fasilitasi Pindah Sekolah
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
Infrastruktur Jateng Makin Mantap, Konektivitas dan Ekonomi Terus Didorong

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:48 WIB

HUT ke-81 Jateng, Dari Harapan Warga hingga Capaian Pembangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-81, Jateng Pilih Sederhana dan Peduli NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:21 WIB

545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi Tegaskan Masyarakat adalah Penggerak Utama Pembangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Persiapan MTQ Nasional ke-31 Capai 90 Persen, Jateng Siapkan 6.180 Personel

Berita Terbaru

Daerah

Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:55 WIB