WONOSOBO – BRI Branch Office (BO) Wonosobo terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp351 miliar kepada 7.913 debitur di wilayah Wonosobo dan sekitarnya.
Penyaluran tersebut didominasi sektor perdagangan yang mencapai Rp234 miliar atau 66,78 persen dari total realisasi. Sementara sektor pertanian dan perkebunan menyumbang Rp116 miliar atau 33,22 persen, mencerminkan kuatnya basis ekonomi masyarakat di dua sektor utama tersebut.
Kehadiran KUR dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha. Skema pembiayaan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Selain sebagai dukungan pembiayaan, penyaluran KUR juga menjadi bagian dari komitmen BRI yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan pemerataan pembangunan berkelanjutan.
Branch Manager BRI BO Wonosobo, Dewa Gede Darmayasa mengatakan, akses pembiayaan yang lebih mudah menjadi faktor penting dalam mendorong pelaku usaha untuk berkembang lebih cepat.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Wonosobo melalui penyaluran pembiayaan usaha. Kami melihat banyak potensi ekonomi, khususnya pada sektor pertanian dan perdagangan,” ujarnya.
Menurutnya, BRI tidak hanya hadir sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di daerah. Pendampingan dilakukan agar usaha nasabah dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Dewa menegaskan, dukungan tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas usaha melalui berbagai program pemberdayaan dan edukasi keuangan. Hal ini penting agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara lebih profesional dan adaptif.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya melalui modal usaha, tetapi juga pelatihan, pendampingan, dan program pemberdayaan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, BRI juga mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, termasuk pemasaran berbasis daring. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Dengan fokus pada sektor produktif, BRI BO Wonosobo optimistis penyaluran KUR dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.(**)









