Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyiapkan dana cadangan untuk penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2029.
Menurutnya, pembentukan dana cadangan merupakan bentuk perencanaan keuangan yang baik agar kebutuhan anggaran pesta demokrasi dapat dipenuhi tanpa mengganggu program pembangunan.
Heri mengatakan penyelenggaraan Pilkada membutuhkan anggaran yang besar sehingga persiapannya memang harus dilakukan jauh hari. Dengan demikian, beban pembiayaan tidak menumpuk pada satu tahun anggaran.
“Perencanaan anggaran yang dilakukan sejak dini merupakan langkah yang tepat. Dengan skema dana cadangan, kebutuhan pembiayaan Pilgub dapat dipenuhi tanpa mengorbankan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dana cadangan sekitar Rp1,2 triliun untuk membiayai Pilgub Jawa Tengah 2029. Dana tersebut akan dialokasikan secara bertahap mulai 2027 hingga 2029, masing-masing sekitar Rp400 miliar setiap tahun.
Menurut Heri, mekanisme tersebut akan membantu menjaga stabilitas fiskal daerah karena pemerintah tidak perlu menyediakan seluruh anggaran dalam satu tahun yang berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan.

Ia menegaskan pembentukan dana cadangan juga harus disertai dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Setiap rupiah yang dialokasikan harus dikelola secara terbuka dan akuntabel. DPRD tentu akan menjalankan fungsi pengawasan agar penggunaan dana cadangan benar-benar sesuai peruntukannya,” katanya.
Heri juga mengingatkan bahwa penyediaan dana cadangan tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, keseimbangan antara kebutuhan penyelenggaraan demokrasi dan pembangunan daerah harus tetap menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran.
“Pilkada merupakan agenda konstitusional yang harus didukung dengan anggaran yang memadai. Namun di sisi lain, pelayanan publik dan pembangunan juga harus tetap berjalan optimal. Keduanya harus bisa berjalan beriringan melalui perencanaan anggaran yang matang,” ujarnya.
Heri berharap persiapan anggaran sejak dini akan mendukung penyelenggaraan Pilgub Jawa Tengah 2029 yang lancar, transparan, dan berkualitas, tanpa memberikan tekanan yang berlebihan terhadap kondisi keuangan daerah.
“Dengan perencanaan yang baik, kita berharap Pilgub 2029 dapat berlangsung sukses, sementara pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” pungkas Heri Pudyatmoko.









