Pasien Tak Lagi Menumpuk, Wagub Apresiasi Fast Track RSUD Moewardi

- Reporter

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – RSUD Dr Moewardi Surakarta menerapkan layanan fast track (jalur cepat) guna memitigasi penumpukan pesien.

Sebab, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jateng tersebut melayani kunjungan pasien sebanyak 1.500 hingga 3.000 pasien per harinya.

Untuk memastikan tidak terjadi penumpukan pasien, layanan tersebut dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Taj Yasin mengatakan, dirinya tidak lagi melihat penumpukan pasien di lantai 1 seperti sebelumnya. Pasien yang membutuhkan pelayanan telah diarahkan ke lantai 3 sehingga kepadatan lebih terkendali.

“Saya senang karena saya sudah tidak melihat lagi masyarakat atau pasien di bawah (lantai 1) numpuk,” katanya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, kondisi tersebut menunjukkan pembenahan alur pelayanan mulai memberikan hasil.

Baca Juga :  Wagub Jateng Salurkan Bantuan RTLH untuk Rumah Warga Demak yang Terendam Rob

“Ini artinya pelayanan fast track itu semakin meningkat, semakin baik,” ujarnya.

Perbaikan itu menjadi perhatian Gus Yasin karena beberapa hari sebelumnya masih ada masyarakat yang mengeluhkan lamanya proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keluhan tersebut, kata dia, tidak selalu berarti pasien tidak mendapatkan penanganan, tetapi bisa terjadi karena proses rujukan dan perpindahan pasien antarunit belum terkoneksi dengan cepat. Kini, koneksi antarunit tersebut mulai dibenahi.

Ia menilai, setiap bagian harus memahami tugasnya masing-masing agar pasien tidak menjadi pihak yang dirugikan karena persoalan koordinasi.

Gus Yasin menilai, perbaikan pelayanan di RSUD Dr Moewardi memiliki arti lebih luas karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu wajah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  Wisata Colo Kudus Terdampak Longsor, Pemprov Jateng Siapkan Dana Rehabilitasi Rp10 Miliar

Ia pun bersyukur masyarakat masih memberikan respons positif terhadap pelayanan Moewardi. Bahkan, pasien dari luar provinsi tetap datang untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, RSUD Dr Moewardi kini memberi perhatian khusus terhadap lamanya pasien berada di IGD.

Direktur RSUD Dr Moewardi Yunita Dyah Suminar mengatakan, pasien kegawatdaruratan idealnya sudah mendapatkan kepastian penanganan maksimal enam jam setelah masuk IGD. Dalam rentang waktu tersebut, pasien harus sudah diputuskan apakah memerlukan operasi, rawat inap, atau perawatan di ICU.

Ia mengatakan, persoalan pasien yang berada lebih dari enam jam di IGD kini menjadi salah satu prioritas pembenahan. Jajaran struktural rumah sakit juga terus beradaptasi dengan berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan sehari-hari.***

Berita Terkait

Tekan Biaya Bangun Rumah, Pemprov Jateng Uji Teknologi Bata Interlock
HUT RI ke-81, Jateng Siapkan Upacara Puncak di Simpang Lima Semarang
Luthfi Serahkan Kursi Roda Adaptif untuk 181 Anak Disabilitas Jateng
Wisata Ramah Muslim, Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Dinilai EHTC
Wagub Taj Yasin Tekankan Pengembangan EBT Harus Berkelanjutan dan Merata
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
Putri Wagub Jateng Bawa Pulang Penghargaan dari Kompetisi Robot Internasional
Jazz Atas Awan Kembali, Dieng Culture Festival 2026 Siap Gebrak Pariwisata Jateng

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Tekan Biaya Bangun Rumah, Pemprov Jateng Uji Teknologi Bata Interlock

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Pasien Tak Lagi Menumpuk, Wagub Apresiasi Fast Track RSUD Moewardi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:12 WIB

HUT RI ke-81, Jateng Siapkan Upacara Puncak di Simpang Lima Semarang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Luthfi Serahkan Kursi Roda Adaptif untuk 181 Anak Disabilitas Jateng

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Wagub Taj Yasin Tekankan Pengembangan EBT Harus Berkelanjutan dan Merata

Berita Terbaru