Jateng Bangun Model Kolaborasi Lintas Daerah Perkuat Ketahanan Iklim

- Reporter

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya menghadapi dampak perubahan iklim. Upaya dilakukan melalui penandatanganan kerja sama penguatan kebijakan dan implementasi ketahanan iklim, serta pengurangan risiko banjir bersama delapan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut melibatkan Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance, sebagai mitra strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026. Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas wilayah dalam pengelolaan daerah aliran sungai dari hulu hingga hilir.

Hadir mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan perubahan iklim telah memberikan dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial. Melainkan membutuhkan kolaborasi antardaerah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance yang sudah mendampingi Jawa Tengah selama hampir tujuh tahun. Kami sangat mengapresiasi kepedulian semua pihak dalam membangun ketangguhan Jawa Tengah terhadap perubahan iklim, khususnya di kawasan daerah aliran sungai,” kata Sumarno.

Menurutnya, daerah aliran sungai memiliki peran strategis karena menjadi sumber air baku bagi masyarakat sekaligus menopang kebutuhan irigasi pertanian. Namun, berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini menuntut adanya upaya bersama untuk menjaga keberlanjutannya.

Baca Juga :  Warga Bisa Lapor Keracunan dan Keluhan Menu MBG ke Hotline Pemprov Jateng

“Daerah aliran sungai menjadi sesuatu yang sangat strategis karena merupakan sumber air kita, baik untuk kebutuhan air baku maupun irigasi. Kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak untuk menjaganya,” ujarnya.

Sumarno menegaskan, pengelolaan DAS tidak bisa dibatasi oleh wilayah administratif. Sebab, aliran sungai melintasi sejumlah kabupaten dan kota, mulai dari kawasan hulu hingga hilir.

“Kalau kita bicara daerah aliran sungai, kita tidak bisa bicara secara parsial. Sungai melewati berbagai wilayah pemerintahan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing agar tujuan bersama bisa tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan ketahanan iklim tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan air. Tetapi juga mengurangi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

“Yang tidak kalah penting adalah membangun kesiapan dan ketangguhan masyarakat yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai agar mampu menghadapi berbagai dampak perubahan iklim di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menjelaskan, isu perubahan iklim, ketahanan, dan kebencanaan, merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan pendekatan terintegrasi berbasis bentang alam.

Baca Juga :  Waka DPRD Jateng Soroti Dampak Jangka Panjang Ketidakpastian Pupuk bagi Produksi Padi

“Perubahan iklim, resiliensi, dan kebencanaan bukan persoalan satu sektor. Ini isu multisektoral yang tidak hanya terjadi di wilayah pesisir, tetapi juga di kawasan hulu. Karena itu, pendekatannya harus menyeluruh, menghubungkan pengelolaan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Menurut Ade, implementasi program ketahanan iklim di Jawa Tengah salah satunya adalah kawasan DAS Tuntang yang meliputi Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Demak. Serta DAS Babon yang mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Demak.

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya ingin menghadirkan model kolaborasi lintas wilayah dan lintas administrasi yang mampu memperkuat ketahanan iklim sekaligus meminimalkan risiko bencana.

“Kami ingin membangun model kerja sama yang komprehensif lintas batas administrasi sehingga berbagai tantangan akibat perubahan iklim dapat diminimalkan. Program ini bukan hanya milik Mercy Corps, tetapi menjadi program bersama yang melengkapi dan bersinergi dengan program pemerintah,” ujar Ade.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan para mitra pembangunan dalam memperluas implementasi program ketahanan iklim secara berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru