Demokrasi Tak Berhenti di Pemilu, Waka DPRD Jateng Tekankan Kualitas Pelayanan Publik

- Reporter

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Demokrasi tidak selesai ketika pemilu usai dan pejabat publik terpilih. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko menegaskan, ukuran utama demokrasi justru tercermin dalam kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Heri, partisipasi politik warga tidak boleh dimaknai sempit hanya pada momentum elektoral. Setelah proses pemilihan berlangsung, tanggung jawab pemerintah adalah memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi melalui pelayanan publik yang adil, transparan dan responsif.

“Demokrasi itu terasa ketika masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga bantuan sosial. Di situlah kehadiran negara benar-benar diuji,” ujar Heri.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siapkan Skema Hemat Energi, ASN Didorong Naik Sepeda Hingga Kendaraan Umum

Ia mencermati masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan publik di berbagai daerah. Mulai dari lambannya birokrasi, ketimpangan kualitas layanan antarwilayah, hingga mekanisme pengaduan yang belum berjalan optimal.

Bagi Heri, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas tata kelola pemerintahan.

Heri menekankan bahwa pelayanan publik harus diposisikan sebagai bagian dari komitmen demokrasi. Ketika layanan berjalan tidak efektif, kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan berisiko menurun, meskipun proses demokrasi prosedural berjalan dengan baik.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan dan partisipasi warga dalam evaluasi pelayanan publik. Optimalisasi kanal pengaduan, forum warga, serta pemanfaatan teknologi digital dinilai perlu agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga bagian dari proses perbaikan.

Baca Juga :  Dampingi Selvi Gibran, Nawal Yasin Serukan Perempuan Masa Kini Lanjutkan Perjuangan Kartini

“Pelayanan publik yang baik lahir dari keterbukaan dan respons yang cepat terhadap kebutuhan warga. Di situ demokrasi bekerja setiap hari,” katanya.

Heri menambahkan, tantangan pelayanan publik ke depan akan semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk membangun budaya pelayanan yang tidak sekadar patuh prosedur, tetapi berorientasi pada kebutuhan publik.

Dengan menempatkan pelayanan publik sebagai indikator utama demokrasi, Heri berharap praktik demokrasi di Jawa Tengah tidak berhenti pada pemilu, melainkan hadir nyata dalam keseharian Masyarakat.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru